Page 52 - Majalah Berita Indonesia Edisi 95
P. 52


                                    52 BERITAINDONESIA, Mei-Juni 2016BERITA HUMANIORAZfoto: reproMakin Terkikis karena GadgetIstilah \dunia\perlahan namun pasti membuat orang makin kehilanganminat untuk membaca buku.ronis, mungkin itu kata yang paling tepat untuk menggambarkanbetapa rendahnya minat membaca buku masyarakat Indonesiasaat ini. Bahkan, masih ada yangberanggapan bahwa yang gemarmembaca buku adalah orang-orangpintar saja.Menurut data UNESCO tahun 2012,setiap 1.000 penduduk Indonesiahanya ada 1 orang saja yang mempunyai minat baca serius. Surveitersebut juga mengungkap bahwa diAmerika Serikat satu penduduk bisasampai 20 hingga 30 judul buku yangdibaca. Di Jepang antara 10 hingga15 buku yang dibaca, di Asia 1 hingga3 buku. Sedangkan setiap orang diMalaysia bisa menghabiskan tigajudul buku bacaaan per tahunnya.Sementara data Badan Pusat Statistik2012 menyebutkan 90 persen lebihpenduduk usia 10 tahun ke atas, lebihsuka nonton televisi daripada membaca. Baik membaca koran, buku,atau majalah. Data Bank Dunia jugamenunjukkan minat baca anak Indonesia sekitar 51,7 persen, lebih rendahdari Filipina 52,6 persen, Thailand65,1 persen, Singapura 74 persen, danJepang 82,3 persen.Kenyataan bahwa orang Indonesialebih suka mengobrol dan berdiskusidaripada harus membaca juga diperparah dengan hadirnya teknologi gadget dan internet. Daripada membacabuku, masyarakat Indonesia kini lebihsuka %untuk mendapatkan informasi terkiniatau 'cuci mata' di toko-toko online.Pegiat pendidikan Amanda P Witdarmono menilai, masyarakat kinicenderung menyimak informasi secara instan sehingga bacaannya punselintas. Kebiasaan menyimak informasi secara instan akan merusakdaya analisis serta menurunkankemampuan seseorang untuk berpikir terstruktur dan sistematis.\ terbiasa membaca tulisanpendek, minat untuk membaca naskah yang runtut dan sistematis tidaktumbuh,\Faktor internal dalam hal ini peranorang tua turut andil dalam membuat anjloknya minat baca buku diIndonesia. Banyak orang tua di erainternet ini, tidak membudayakanmembaca buku di rumah. Bagi anakyang lahir di tahun 90-an ke belakang, melihat orang tua membacakoran atau buku adalah hal yangbiasa. Begitu pula, orang tua memilikiritual mengajak anak-anaknya ketoko buku agar anak suka membacabuku. Namun kebiasaan membacabuku di rumah dan ritual ke toko bukumulai hilang di kalangan orang tuaI
                                
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56