Page 47 - Majalah Berita Indonesia Edisi 95
P. 47
BERITAINDONESIA, Mei-Juni 2016 47YBERITA KESEHATANdan kehabisan tenaga, berat badanturun, luka yang susah sembuh, rasabaal atau kesemutan di tangan dankaki, dan penglihatan buram.Untuk mengobatinya, dokter akandiberikan suntikan insulin. Pasienwajib untuk melakukan pemantauankadar gula darah, konsumsi diet sehat,dan olahraga teratur.Penyakit autoimun yang sering kitadengar lainnya adalah systemic lupuserythematosus (SLE) atau dikenaldengan lupus. Penyakit seribu wajahyang mematikan ini menyebabkanseseorang mengembangkan antibodiyang justru menyerang hampir keseluruh jaringan tubuh. Beberapabagian tubuh yang paling seringdiserang adalah sendi, paru-paru,ginjal, dan jaringan saraf. Nyeri sendiatau otot merupakan salah satu gejalautama SLE.Terdapat 11 kriteria yang perludinilai untuk menentukan diagnosaLupus pada pasien, meliputi butterfly rash yaitu merah di pipi danhidung yang mirip kupu-kupu danbertambah merah jika terkena matahari, ada radang sendi (artritis), lukadi mulut, ada cairan di rongga jantung, panas atau demam berkepanjangan, pemeriksaan cairan di paru.Dari hasil laboratorium didapatkanprotein pada urin, penurunan seldarah merah (eritrosit) dan sel darahputih (leukosit), tes ANA positif. Diagnosis lupus tegak bila terdapatempat dari 11 kriteria, baik dari gejalasaja maupun hasil laboratorium,Untuk meredakan serangan lupusyang parah, dokter biasanya memberikan obat kortikosteroid untuk menurunkan fungsi imun. Kortikosteroiddapat mengurangi inflamasi dengancepat dan efektif. Tahap awal pemberian obat ini dengan dosis tinggi. Laludosisnya diturunkan secara bertahapseiring kondisi penderita yang membaik. Prinsipnya, kortikosteroid selaludiberikan dengan dosis terendah yangefektif supaya meminimalisasi efeksamping obat. Selama Anda mengikuti resep dan diawasi oleh dokter,kortikosteroid termasuk obat yangaman untuk digunakanDokter juga akan memberi obat antiinflamasi nonsteroid untuk peredasakit yang dapat mengurangi inflamasi yang terjadi pada tubuh. Jenisobat yang umumnya diberikan dokterpada penderita SLE meliputi ibuprofen, naproxen, diclofenac, danpiroxicam. Jenis obat ini (terutama,ibuprofen) sudah dijual bebas dandapat mengobati nyeri sendi atau ototyang ringan.Penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid yang terletakpada leher dikenal dengan Graves' disease. Kelenjar penghasil hormon tiroidini berfungsi sebagai regulator homeostasis (keseimbangan) untuk metabolisme, mood, atau lainnya. Grave'sdisease menyebabkan kelenjar tiroidmenjadi terlampau aktif (hipertiroid)sehingga menghasilkan hormon tiroidlebih dari yang dibutuhkan. Karenapeningkatan keaktifan kelenjar ini,maka ukurannya pun membesarsehingga dapat terlihat atau dirabasebagai benjolan di leher.Pasien yang menderita penyakit inikemungkinan akan mengalami gejala yang bisa mengganggu kegiatansehari-harinya. Diantaranya adalahjantung berdebar-debar (palpitasi),kesulitan tidur (insomnia), mudahemosi, gelisah, berat badan turunmeskipun nafsu makan baik, matamenonjol (proptosis), tangan gemetar(tremor). Gejala lain yang mungkintimbul adalah terlalu peka pada hawapanas, rambut mudah patah, danperiode menstruasi yang singkat padawanita.Untuk mengendalikan gejala yangtimbul, dokter akan memberikan piliodine radioaktif (dosis rendah danaman) untuk membunuh sel-sel kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Dokterjuga memberikan obat anti tiroid,misalnya carbimazole dan propylthiouracil (PTU). Obat ini dikonsumsisekitar 1-2 bulan agar bisa dilihatperubahan pada kondisi hipertiroidisme, diturunkan secara perlahansetelah produksi hormon oleh kelenjartiroid bisa dikendalikan. Prosedurpembedahan atau operasi disarankanjika tidak bisa dan/atau tidak maumelewati prosedur pengobatan diatas,dan terjadi pembengkakan tiroidyang cukup parah.Psoriasis adalah penyakit autoimunyang menyerang kulit. Penyakit inimempengaruhi siklus sel kulit hinggasel kulit baru terlalu cepat tumbuhpadahal sel-sel yang sudah tua tidakbisa mengikuti kecepatannya untukgugur sehingga menyebabkan terjadipenimbunan sel-sel di permukaankulit.Penyebaran psoriasis diungkapkandapat mengikuti Koebner phenomenon, yaitu dimana jika plak di garukatau terjadi luka linier dari plak akanterjadi penyebaran mengikuti garislinier tersebut hingga memicu terjadipenyebaran lebih luas lagi. Peradangan akibat serangan sel-sel imunselain di kulit juga dapat terjadi disendi-sendi yang dikenal dengan Psoriatic arthritis sehingga selain psoriasisnya penderita juga akanmerasakan gejala-gejala radang sendiseperti nyeri dan kaku sendi.Psoriasis sering dihubungkan dengan stress selain daripada faktorpemicu lainnya. Hubungan antarapsoriasis dan stress lebih banyakpenelitiannya meskipun belum jelasbagaimana/seperti apa hubungannyasehingga penderitanya sering disarankan untuk manajemen stress.Penanganan psoriasis umumnyadengan obat penekan sistem imunbaik obat luar atau obat minum/injeksi tergantung dari tingkat keparahan. Penggunaan phototherapy, dengan menggunakan sinar ultravioletcukup membantu untuk beberapakasus. Psoriasis tidak membahayakannyawa namun dapat memberikan beban psikologis pada penderitanya karena penampilan yang kurang bersih.Karena gejala gangguan autoimunmirip dengan banyak jenis penyakit,kebanyakan pasien berkonsultasidengan dokter keluarganya dengan

