Page 46 - Majalah Berita Indonesia Edisi 95
P. 46
46 BERITAINDONESIA, Mei-Juni 2016BERITA KESEHATANZRespon Salah, Tubuh Meranaubuh manusia secara alamiahmemiliki kekebalan untukmelawan zat asing dan berbahaya dari luar (antigen) yangdikenal dengan antibodi. Namun, selsel tubuh juga mengandung antigen.Keadaan di saat tubuh gagal untukmembedakan antara antigen alamidan antigen asing menimbulkangangguan autoimun. Benteng tubuhmenjadi salah merespon sehinggamenyerang jaringan tubuh sendiri.Sejauh ini penyebab penyakit autoimun masih belum diketahui. Meskidemikian, ada beberapa faktor yangmemicu seseorang berisiko menderitapenyakit autoimun. Antara laingenetik atau keturunan (diprediksipara ahli adalah faktor risiko terbesar), lingkungan (gaya hidup yangtidak sehat, paparan bahan tertentuseperti merkuri, perubahan hormon(seperti saat hamil, melahirkan, ataumenopause), infeksi (virus maupunbakteri), dan obat-obatan.Meskipun para ahli belum bisamenentukan penyebab pasti daripenyakit autoimun, tetapi akibatnyadapat segera dikenali, yaitu kerusakan jaringan tubuh, perubahanfungsi organ, atau perubahan dalampembentukan sel-sel. Bagian-bagiantubuh yang sering diserang adalahpembuluh darah, otot, sendi, jaringanikat, kulit, sel darah merah, dankelenjar endokrin.Berdasarkan organ yang diserang,penyakit autoimun dikelompokkanmenjadi dua kategori, yaitu organspesifik dan non-organ spesifik. Organspesifik berarti satu organ tertentuyang terkena, sedangkan non-organspesifik artinya sistem imun menyerang beberapa organ atau sistemtubuh yang lebih luas.Ada sekitar 80 penyakit autoimunyang berbeda mulai dari yang ringansampai yang berat, tergantung padasistem tubuh mana yang diserang danseberapa besar fungsinya bagi tubuhBeberapa penyakit yang paling umum adalah rheumatoid arthritis,diabetes tipe 1, lupus eritematosussistemik, psoriasis, dan penyakitGrave.Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang sering ditemui.Sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi yang menyerang pelapissendi. Akibat dari serangan antibodisemacam ini adalah peradangan,pembengkakan, dan nyeri sendi.Gejala yang paling umum dikeluhkan pasien adalah nyeri sendi, demam, ruam atau kemerahan sendi,kelelahan, dan perasaan sakit yangbiasa. Jika sendi yang terkena dampak, maka akan kemungkinan bahwa pasien akan mengalami deformitassendi juga.Jika tidak diobati, penyakit ini akanmenyebabkan kerusakan permanenpada sendi. Untuk mencegahnyamemburuk, penderita rheumatid arthritis biasanya akan diberikan obatoral atau suntik yang berfungsimengurangi agresivitas sistem kekebalan tubuh.Penyakit diabetes tipe-1ini biasanyaterdiagnosis sejak usia kanak-kanakatau dewasa muda. Terjadi akibatserangan sistem kekebalan tubuhpada sel-sel di pankreas yang bertugasmemproduksi insulin. Hal ini menyebabkan terganggunya produksi insulin sehingga tubuh tidak mampumengontrol kadar gula darah.Kondisi tanpa insulin mengakibatkan terlalu banyak gula dalam darah(hiperglikemi) yang jika dibiarkanakan merusak banyak organ sepertimata, jantung, ginjal, otak, saraf,gusi, dan gigi. Penderita berisikomengalami kerusakan pada tubuh,seperti gagal ginjal, kebutaan, stroke,penyakit jantung, atau masalahterkait sirkulasi darah dalam tubuh.Umumnya penderita diabetes mengeluhkan gejala seperti sering haus,sering buang air kecil, mudah laparKenali sejak dini gangguanautoimun demi kualitashidup lebih baik. Bukankesembuhan targetnya,melainkan hidup berdamaidengan penyakit.T

