The Journalistic Biography

✧ Orbit      

Rielniro
R

Hilirisasi Kemenyan: Retorika Tanpa Isi

Istilah "hilirisasi" belakangan menjadi jargon yang mudah diucap, meski tak selalu dipahami maknanya. Maka ketika Wakil...

Hamoraon: Kaya Tak Menjadikanmu Marhamoraon

Dalam masyarakat Batak, Hamoraon (kekayaan) sering dianggap sebagai tanda keberhasilan. Tapi dalam kerangka 3H: Hagabeon, Hamoraon,...

Hagabeon: Tak Dilahirkan, Tapi Dihidupkan

Tidak semua keluarga Batak dikaruniai keturunan. Ada yang menikah lama tapi tetap menunggu dalam diam. Ada...

Dalihan Na Tolu: Keindahan Menjadi Orang Batak

Menjadi orang Batak bukan sekadar mewarisi marga, tapi juga menghidupi cara pandang yang diwariskan lintas generasi....

Dalihan Na Tolu di Zaman Digital

Kita hidup di zaman di mana semua orang bebas bersuara, tapi makin sedikit yang tahu bagaimana...

Rp20 Ribu Sehari, Itu Buat Sarapan Doang

Pemerintah bilang hanya 8 persen rakyat Indonesia yang miskin. Tapi batas kemiskinan yang dipakai Rp20 ribu...

Kita Baik-Baik Saja – Katanya

Di negara yang katanya demokratis, mengeluh bisa dianggap ancaman. Sekadar mempertanyakan kebijakan bisa membuatmu dicap tidak...

Sejauh Itu Rasa Tersinggung Kita?

Di negeri ini, ekspresi bisa berakhir di kantor polisi. Satu unggahan yang tak sesuai selera bisa...

Anak Nakal Tak Butuh Barak

Mereka disebut nakal. Tapi jarang ada yang bertanya kenapa. Anak-anak itu lahir dari ruang-ruang retak —...

Kurikulum AI: Seperti Meminta Petani Bertani dengan Drone

Wacana memasukkan AI ke dalam kurikulum terdengar visioner, tapi saat sekolah masih kekurangan listrik dan guru...

Novum Gradum: Jalan Panjang Pendidikan Tak Boleh Berhenti

Dalam Simposium Hari Pendidikan Nasional 2025, Panji Gumilang memperkenalkan Novum Gradum — sebuah gagasan pendidikan menyeluruh...

Prof. Ki Supriyoko: Ketika Karakter Hilang, Maka Segalanya Hilang

"Ketika karakter hilang, maka segalanya hilang." Kalimat ini bukan sekadar penutup orasi Prof. Dr. Ki Supriyoko,...

Advertisement

spot_img