Rielniro
R

Rielniro: Sunyi yang Tak Tunduk pada Algoritma

Di saat semua orang berlomba menuruti algoritma, Rielniro justru melawannya: dengan diam, dengan jeda, dengan tidak...

Rielniro: Perpustakaan Sunyi di Instagram

Tidak semua ruang ingin didatangi. Ada yang hanya ingin disinggahi diam-diam, lalu ditinggalkan tanpa jejak. Instagram...

Rielniro: Tidak Semua Harus Paham

Ia tidak menulis untuk menjelaskan. Ia hanya hadir, dan membiarkan makna memilih siapa yang tinggal. Catatan Redaksi Tulisan...

MBG: Anak Sakit, Negara Santai

Ketika ada yang jatuh sakit, negara bicara seolah yang terganggu hanya program, bukan nyawa. Bayangkan sebuah kereta...

AI: Mesin yang Nyaris Mengerti

Mesin hari ini bisa membuat puisi, menyusun esai, bahkan meniru gaya penulis tertentu. Ia bisa menjelaskan...

Negara Takut Buku

Menyita buku bukan hanya tindakan hukum. Ia memperlihatkan cara negara menilai pikiran: bukan sebagai hak, tapi...

Makan [Bergizi] [Beracun] Gratis

Yang gratis tak selalu membawa berkah. Kadang, ia datang bersama mual, muntah, dan ruang IGD. Makan siang...

Kasir yang Mau Merombak Restoran

Restoran itu tampak megah dari luar. Tapi di dalamnya, dapurnya sempit, pelayannya malas, dan kokinya lebih...

Bioskop atau Balai Desa?

Apa jadinya jika ruang hiburan berubah jadi ruang sosialisasi? Beberapa hari lalu, bioskop bukan hanya menyajikan film....

Atas Nama Keamanan Nasional

Apa yang lebih berbahaya dari kritik? Mungkin: anggapan bahwa kritik adalah bahaya. Belum lama ini, sebuah pernyataan...

Ketika Mereka Mencoba Berjalan di Atas Kepala Rakyat

Ada yang keliru ketika lembaga yang dibiayai oleh rakyat merasa pantas menentukan bagaimana rakyat boleh bersuara....

Epilog: Yang Tak Didengar

Dalam demokrasi, suara rakyat semestinya menjadi pusat keputusan. Tapi hari ini, suara itu lebih sering diperlakukan...

Advertisement

spot_img