Tidak semua kepulangan terasa utuh sejak awal. Ada yang masih disertai rindu yang datang tiba-tiba, ingatan yang muncul tanpa aba-aba, dan langkah yang sesekali ragu.
Fragmen ini tidak bercerita tentang seseorang yang sudah sampai. Ia tentang manusia yang sedang belajar menetap di dirinya sendiri. Masih teringat masa lalu, masih sempat goyah, tetapi tidak lagi kehilangan arah.
Di sini, sunyi bukan ketiadaan rasa, melainkan kemampuan untuk tidak terbawa pergi olehnya.
Lagu ini lahir dari ritme hidup yang berjalan seperti biasa. Dengan rindu yang sesekali singgah, namun tidak lagi menguasai.
@rielniro Belajar Tinggal @rielniro Verse 1 Pagi datang seperti biasa Cahaya jatuh di meja yang sama Aku bangun tanpa terburu Tidak ada yang harus dikejar hari ini Langkah kecil ke arah jendela Kota bergerak tanpa menunggu Kadang namamu lewat sebentar Lalu pergi, tanpa perlu aku panggil Pre-Chorus Dulu rasa selalu mengajak lari Sekarang ia hanya lewat dan duduk Kadang datang saat tangan menyetir Di tengah jalan yang ramai dan bising Chorus Aku sedang belajar tinggal Di tubuh dan nafasku sendiri Jika rindu datang tiba-tiba Aku tahu ke mana kembali Aku sedang belajar tinggal Verse 2 Ada lagu lama di persimpangan Mengingatkanku pada masa lalu Aku dengarkan sampai selesai Lalu berjalan, seperti biasa Tidak semua yang hadir perlu diikuti Tidak semua yang hangat harus diraih Beberapa cukup disapa pelan Lalu dilepas, tanpa perlawanan Pre-Chorus Aku tidak menghapus cerita Aku hanya tidak hidup di sana Yang dulu pernah begitu dekat Kini menjadi bagian dari jarak yang sehat Chorus Aku sedang belajar tinggal Di ritme hidup yang apa adanya Jika kenangan datang mendadak Aku tidak lagi kehilangan arah Aku sedang belajar tinggal Bridge 1 Aku sedang belajar tinggal Di sunyi yang masih bernapas Rasa boleh saja bergetar Asal aku tidak lupa pulang Bridge 2 Kadang aku masih bertanya Apa semua ini sudah tepat Lalu sunyi menjawab pelan “Kau tidak pergi, itu sudah cukup” Chorus (terakhir) Aku sedang belajar tinggal Tidak sempurna, tidak terburu Jika dunia menarikku sesaat Aku tahu jalan kembali ke dalam Outro Aku sedang …. Bukan untuk berhenti merasa Tapi agar rasa Tidak lagi membawa ke mana-mana Aku sedang …. Part of Sistem Sunyi #sistemsunyi #cintayangtinggal #cintayangdiam #rielniro
Belajar Tinggal
Verse 1
Pagi datang seperti biasa
Cahaya jatuh di meja yang sama
Aku bangun tanpa terburu
Tidak ada yang harus dikejar hari ini
Langkah kecil ke arah jendela
Kota bergerak tanpa menunggu
Kadang namamu lewat sebentar
Lalu pergi, tanpa perlu aku panggil
Pre-Chorus
Dulu rasa selalu mengajak lari
Sekarang ia hanya lewat dan duduk
Kadang datang saat tangan menyetir
Di tengah jalan yang ramai dan bising
Chorus
Aku sedang belajar tinggal
Di tubuh dan nafasku sendiri
Jika rindu datang tiba-tiba
Aku tahu ke mana kembali
Aku sedang belajar tinggal
Verse 2
Ada lagu lama di persimpangan
Mengingatkanku pada masa lalu
Aku dengarkan sampai selesai
Lalu berjalan, seperti biasa
Tidak semua yang hadir perlu diikuti
Tidak semua yang hangat harus diraih
Beberapa cukup disapa pelan
Lalu dilepas, tanpa perlawanan
Pre-Chorus
Aku tidak menghapus cerita
Aku hanya tidak hidup di sana
Yang dulu pernah begitu dekat
Kini menjadi bagian dari jarak yang sehat
Chorus
Aku sedang belajar tinggal
Di ritme hidup yang apa adanya
Jika kenangan datang mendadak
Aku tidak lagi kehilangan arah
Aku sedang belajar tinggal
Bridge 1
Aku sedang belajar tinggal
Di sunyi yang masih bernapas
Rasa boleh saja bergetar
Asal aku tidak lupa pulang
Bridge 2
Kadang aku masih bertanya
Apa semua ini sudah tepat
Lalu sunyi menjawab pelan
“Kau tidak pergi, itu sudah cukup”
Chorus (terakhir)
Aku sedang belajar tinggal
Tidak sempurna, tidak terburu
Jika dunia menarikku sesaat
Aku tahu jalan kembali ke dalam
Outro
Aku sedang ….
Bukan untuk berhenti merasa
Tapi agar rasa
Tidak lagi membawa ke mana-mana
Aku sedang ….
Penutup
Ada pulang yang tidak ditandai oleh tiba, melainkan oleh kemampuan untuk tetap tinggal meski rasa datang dan pergi.
Di situlah manusia belajar tenang, bukan karena segalanya reda, tetapi karena ia tahu ke mana dirinya kembali.
Part of Sistem Sunyi.
Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi dalam Musik: ruang di mana karya musik diperlakukan sebagai fragmen kesadaran dalam ekosistem Sistem Sunyi.
Lagu dalam seri ini tidak berfungsi sebagai ilustrasi konsep atau media ekspresi emosional, melainkan sebagai artefak yang menyimpan jejak pengalaman batin yang telah ditata dan disadari.
Fragmen ini merupakan bagian dari arsip Sistem Sunyi dan ditempatkan sebagai penanda perjalanan kesadaran lintas medium.
Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com
Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.
Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.
Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.
Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.
Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.
Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.


