The Journalistic Biography

✧ Orbit      

BerandaSistem SunyiMendengar Tanpa Mengambil
resonansi

Mendengar Tanpa Mengambil

Tentang hadir bagi orang lain tanpa kehilangan keseimbangan diri.

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro 📷Sistem Sunyi

✧ Orbit      

Litani Sunyi
Lama Membaca: < 1 menit

Orbit RelasionalPsikospiritual

Tidak semua yang kita dengar harus kita simpan. Tidak semua kesedihan orang lain harus kita tanggung. Kadang, mendengar saja sudah cukup. Asal dengan hati yang jernih.

Inti Makna Tulisan
Empati sejati bukan tentang menyerap rasa orang lain, tapi tentang hadir penuh tanpa kehilangan diri. Yang benar-benar mendengar tidak membawa pulang beban, melainkan membantu orang lain menemukan suaranya sendiri.

Empati yang belum matang sering membuat kita kelelahan. Kita menyerap rasa orang lain tanpa sadar, menampung duka yang bukan milik kita, hingga batas antara “aku” dan “dia” menjadi kabur. Padahal kasih sejati bukan tentang mengambil rasa, melainkan tentang memberi ruang bagi rasa itu untuk bernapas.

Mendengar tidak selalu berarti menanggung. Kadang, yang dibutuhkan seseorang hanyalah tempat di mana kata-katanya boleh jatuh tanpa dihakimi. Kehadiran yang diam sering lebih menyembuhkan daripada nasihat panjang. Sebab dalam diam yang tulus, jiwa lain merasa diakui. Bukan diselamatkan, hanya didengarkan dengan penuh kesadaran.

Namun untuk bisa mendengar tanpa mengambil, seseorang harus mengenal dirinya terlebih dahulu. Ia perlu tahu di mana batasnya, agar tidak hanyut ke dalam gelombang rasa yang bukan miliknya. Empati tanpa batas bukanlah kasih; ia bisa berubah menjadi kehilangan diri yang perlahan.

Ketenangan adalah syarat dari pendengaran yang jernih. Ketika hati tidak tergesa menilai, suara lain menjadi lebih mudah dimengerti. Dan dalam mendengar seperti ini, kita belajar bahwa menolong tidak selalu berarti ikut menanggung, kadang cukup dengan menjadi cermin yang jernih, agar orang lain bisa melihat dirinya sendiri lebih jelas.

Mendengar tanpa mengambil adalah bentuk kasih yang dewasa: kasih yang tidak menambat, tidak mengatur, tidak membentuk ulang. Ia hanya menemani. Dengan sadar, dengan tenang, dengan batas yang lembut.

Tulisan ini merupakan Esai Resonansi Sistem Sunyi: bagian dari zona reflektif yang beresonansi dengan inti Sistem Sunyi, sebuah sistem kesadaran reflektif yang dikembangkan secara mandiri oleh melalui persona batinnya, .

Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com (Sistem Sunyi)

Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.

Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.

Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.

Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.

Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.

Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.

 

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
🔥 Teratas: Habibie (24%), Gusdur (16.9%), Jokowi (16.9%), Megawati (11.6%), Soeharto (10.2%)
Artikulli paraprak
Artikulli tjetër

Ramai Dibaca

Terbaru