Page 62 - Majalah Berita Indonesia Edisi 26
P. 62


                                    62 BERITAINDONESIA, 07 Desember 2006Bila Desa Wajib SiagaBersisikBukannyaIkanDinas Kesehatan Bali mendata 40 orang menderita penyakit kulit bersisik dan diperkirakan, penderita melebihi datatercatat. Demikian dilaporkanKompas, 9 November 2006.Warga yang paling banyakterjangkit penyakit itu ditemukandi Kabupaten Tabanan 14 orangdan Bangli 11 orang. Sementarakabupaten lainnya selain Gianyar tercatat di bawah sepuluhorang.Kasus kulit bersisik ini menjadi sorotan media massa. Inibelum termasuk kasus luarbiasa. Alasannya, penyakittersebut bukan penyakit menular dan tidak membahayakan.Hanya saja, penderita dapatmenjadi buta atau mengalamikekakuan pada beberapa bagian tubuh karena kurang mengertinya perlakuan terhadappenderita tersebut. Padahal,perawatannya sangat mudahketika sejak awal diketahui,yakni rutin mengoleskan minyakkelapa ke tubuhnya atau berendam air hangat,” kata Koordinator Penyakit Kulit BersisikRSUP Sanglah dr AAGP Wiraguna SpKK, seperti dikutipKompas.Dari 40 warga tersebut, 13orang di antaranya berusia dibawah 12 tahun. Penyakit kulitbersisik tersebut berasal dari kelainan gen dan bisa merupakanpenyakit keturunan.Sementara itu, menurutGatra, 15 November 2006, kulitbersisik bukanlah kasus barudalam dunia medis. Bahkansudah tercatat di dunia kedokteran sejak abad ke-17.Kasus kulit bersisik di Balididuga disebabkan faktor genetik dan imunologik. Unsur perkawinan dalam satu lingkungankeluarga, yang diketahui padabeberapa kasus, diduga memperbesar peluang penyakit yangtidak menular itu. „ RHDepkes targetkan 70.000 “Desa Siaga” pada 2008. Meningkatkankepedulian masyarakat terhadap masalah-masalah kesehatan dankesiagaan menghadapi bencana alam.eski wabah demam berdarah semakin meluas di beberapa daerah, hal itu tidak mempengaruhisemangat perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-42, pada 12 November lalu. Bahkan, pemerintah menyodorkanprogram Desa Siaga, untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan.Berbagai media massa menyoroti rencana inidan meliput berbagai persiapan awal yang dilakukan di beberapa daerah.Ditulis Suara Karya, 8 November 2006,pembentukan Desa Siaga di 12 provinsi itubertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masalah-masalah kesehatandan kesiagaan menghadapi bencana alam.Masyarakat dilibatkan dalam mengatasiberbagai ancaman terhadap masalah-masalahkesehatan, seperti kurang gizi, penyakit menular, penyakit yang menimbulkan kejadianluar biasa (KLB), bencana alam dengan memanfaatkan potensi setempat secara gotong royong.Sinar Harapan, 13 November 2006, menurunkan judul “2008, Indonesia Bisa TanganiBencana Sendiri.” Sebuah desa dikatakan telahmenjadi Desa Siaga bila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah pos kesehatan desa (poskesdes) yang didukung olehsumber daya manusianya, yaitu satu orangbidan dan dua orang kader masyarakat yangtelah dilatih sebelumnya.Depkes menargetkan pada tahun 2007, program tersebut telah menjangkau 30 ribu desa,dan pada tahun 2008 telah ada di seluruh desadi Indonesia. Sebanyak 12 provinsi yang telahmenyatakan komitmennya untuk mengembangkan Desa Siaga, yaitu Nanggroe AcehDarussalam, Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah,Jawa Timur, Kalimantan Barat, KalimantanTengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.Sementara itu, Pemprov Jabar sendiri bertekad, minimal separuh dari 5.868 desa/kelurahan di Jawa Barat menjadi “Desa Siaga” padatahun 2008. Demikian dilaporkan PikiranRakyat, 12 November 2006. Dilaporkan Rakyat Merdeka, 3 November 2006, Pemko Batamakan mengembangkan satu Desa Siaga di setiapkecamatan di Batam.Namun demikian, program Desa Siaga inijuga menuai keraguan. Suara Pembaruan, 13November 2006, menurunkan judul “Jangankan Desa Siaga, Puskesmas Kecamatan SajaBelum Siap.” Nur Hanita dari Koalisi Untuk Indonesia Sehat (KUIS) seperti dikutip hariantersebut, mempertanyakan perbedaan antaraDesa Siaga dengan puskesmas pembantu(pustu) yang ada di desa-desa.Menurutnya, jangankan puskesmas tingkatdesa, puskesmas kecamatan saja masih belumberjalan lancar. Dengan adanya Desa Siaga, adabadan baru yang bernama pos kesehatan desa,yang masih harus disosialisasikan dari awalkepada masyarakat desa. Belum lagi rencanamembangun Desa Siaga dalam jumlah besar.Sebab, memberdayakan masyarakat bukanlahhal yang mudah. „ RHMSukarelawan Kesehatan: Tanda kepedulian masyarakat terhadap masalah kesehatan.BERITA KESEHATAN
                                
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66