Page 57 - Majalah Berita Indonesia Edisi 55
P. 57
BERITAINDONESIA, 20 Maret 2008 57BERITA TOKOHHj. Siti Hardiyanti RukmanaPenerus Cita-cita Ayahandaepeninggal mantanPresiden Seoharto,putra-putri Presidenkedua RI menjadi rebutan partai politik. Termasuk putri sulungnya, MbakTutut, yang sangat diinginkanoleh Partai Golkar supaya aktifkembali.Bukan tanpa alasan bila pemilik nama lengkap Hj. SitiHardiyanti Hastuti Indra Rukmana ini menerima, dan menyatakan bertekad mengabdikan diri sebagai kader PartaiGolkar. Bergabung dengan partai pohon beringin dilandasioleh keinginannya untuk meneruskan cita-cita sang ayah dalam membangun bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Wanita kelahiran 23 Januari 1949ini pun menyatakan kesiapanmenerima instruksi dan bekerjamaksimal untuk partai.Dunia politik bukanlah halyang baru bagi Tutut. SebelumPak Harto lengser, ia aktifberkecimpung dalam partaiGolkar, termasuk menjabatKetua DPP Golongan Karya.Tetapi, pada saat pemilu tahun2004 berlangsung, ia bergabung dengan Partai KaryaPeduli Bangsa (PDKB). Olehpartai yang diketuai R Hartonoitu, Tutut malahan diusung sebagai Calon Presiden (Capres),kendati tak kesampaian sebabsuara yang diraih tak mencukupi untuk mengajukan calon.Darah kepemimpinan PakHarto tampaknya banyak diwarisi Tutut. Ia memang acapkali diajak sang ayah terlibatdalam rombongan kepresidenan, setiap kali Pak Harto semasa menjabat mengadakankunjungan kenegaraan di dalam maupun luar negeri. Bahkan, pada era terakhir KabinetPembangunan VII sebelumlengser, ibu dari Dandy Nugroho Hendro Maryanto, Danty dan Danny Bimo HendroUtomo Rukmana itu diangkatmenjadi Menteri Sosial .Selain aktif di politik, ia jugadikenal di dunia bisnis. Tutut lahyang membesarkan PT CitraLamtorogung Persada. Perusahaan yang bergerak di berbagaisektor usaha, seperti jalan tol,asuransi, perkebunan sawit, media, hingga kelistrikan. Hinggatahun 1998 total aset bisnisTutut mencapai Rp 4,5 triliun.Di bidang sosial, Tutut aktif diPerhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI), Yayasan Tiara Indah(Bhakti Nusantara Indah), Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, dan Yayasan Karana.Namun setelah Pak Hartolengser, Tutut lebih banyak aktifdi balik layar. Kesibukannya terforsir untuk mendampingi sangayah yang sering sakit-sakitan.Tutut paling setia menungguiPak Harto pada hari tuanya,termasuk mendampingi saatsaat terakhir sebelum mantanpenguasa Orde Baru itu meninggal dunia, Minggu (27/1) diRumah Sakit Pusat PertaminaJakarta, Jakarta. ZAHS

