Page 59 - Majalah Berita Indonesia Edisi 55
P. 59
BERITAINDONESIA, 20 Maret 2008 59BERITA BUDAYASinga dan NagaPenolakBalaBarongsai bukansekadar senihiburan, tapimemiliki maknaspiritual bagimasyarakatTionghoa.ari Barongsai dikenal dengan gerakannya yang energik,ekspresif, menegangkan sekaligus menakjubkan. Tarian ini merupakan perpaduan keserasian dan dinamisasi gerak para penarinya yangatraktif dengan iringan musiktambur, gong, dan simbal.Para penari atau pemain TariBarongsai kebanyakan berlatarseni bela diri, kungfu dan Wushu. Hal ini berkaitan dengangerakan tariannya bergaya akrobatik, yakni dengan salto, meloncat, melompat dan berguling.Barongsai biasanya digelarbukan hanya pada perayaanperayaan seperti menyambutImlek (Spring Festival) atauCap Go Meh (Lantern Festival),tetapi juga digelar saat upacaraupacara penting lainnya seperti, peresmian perkantoran,toko, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, rumah, upacarapernikahan, festival budaya,kelenteng dan sebagainya.Di negara asalnya, Tiongkok,tarian ini disebut denganLungwu atau Tarian Singa. Dalam bahasa Mandarin disebutShiwu atau Tarian Naga. Setidaknya ada tiga jenis barongsai dikenal di dunia, yaituxuang shi (singa kembar),qing shi (singa hijau), dan xingshi (singa sadar).Barongsai bukan sekadar senihiburan semata, tapi dipercayamemiliki makna spiritual sebagai penolak bala juga mengekspresikan sebuah optimisme,kedamaian dan kesejahteraan.Barongsai digambarkan sebagai simbol dari singa yangberani dengan memiliki sifatsebagai ‘Raja Rimba yang perkasa’ melindungi yang lemah.Selain itu singa juga dilambangkan binatang yang dipercaya memiliki kekuatan mistisdan magis yang bisa mengusirroh jahat atau tolak bala. Zaman dahulu permainan inisering bermain dalam istanakekaisaran yang tujuannya untuk menghibur para penonton.Secara keseluruhan, gerakanutama dari tarian barongsaiadalah gerakan singa yangmemakan amplop berisi uangyang disebut dengan istilah laysee. Di atas amplop tersebutbiasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sangsinga. Proses memakan lay seeini biasanya berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian barongsai itu.Sejarah BarongsaiBerbagai versi muncul mengenai asal mula tarian Barongsai ini. Dalam sebuah buku‘Festival Tradisi Budaya Hina’karangan Dr Kai Kuok Liang diShanghai RRC menyebutkanbahwa Singa datang dari bagianBarat daratan China. Waktu itudinaiki oleh Pangeran Bun CuPhu Sak yang membawa ajaranBudha ke Tiongkok, dikenaldengan zaman Lima DinastiHan (947-950 SM).Sedang cerita lain mengatakan, tarian ini sudah ada padazaman Dinasti Xie Han. Saat itu,Kaisaran Han Bu Tie mengutusMenteri Chang Chiau ke bagianBarat Tiongkok. Sewaktukembali, sang Menteri Chiaumembawa sebuah seni budayasetempat, yakni permainansinga (Tarian Barongsai). Adapula yang menyebutkan tarianini sudah ada sejak abad ke-5atau zaman dinasti Sung, atauzaman Selatan-Utara.Versi lain menyebutkan,tarian ini sudah digelar sejakmasa Dinasti Thang (618-907sebelum masehi). Sementara,menurut seorang guru besar asalUniversitas Jinan, China, HuangKun Zhang, menyebutkan Tarian Barongsai ada sejak tahun420-589 Masehi, yakni, padazaman pemerintahan dinastiSelatan-Utara atau Nan Bei.Ketika itu, pasukan Raja SongWen-Di kewalahan menghadapiserangan pasukan gajah RajaFan-Yang dari negeri Lin Yi.Timbullah sebuah inisiatif darisang panglima perang Raja SongWen Di bernama Zhong Queuntuk membuat sebuah bonekatiruan Singa yang sangat besar.Upaya sang panglima ternyatatidak sia-sia, dia berhasil mengusir pasukan gajah yang lari ketakutan karena melihat singaraksasa yang siap menerkamdan menyerang mereka.Di Indonesia, Barongsai mulai masuk pada abad 17 atausaat terjadi migrasi besar-besaran dari China Selatan. Nama Barongsai menurut versiIndonesia berasal dari duasuku kata, Barong dan Sai.Kata Barong, berasal dari bahasa Melayu yang mirip dengan kesenian barong asal dariJawa atau barong/singa-singaan dari Bali, sedang kataSai berasal dari sebuah dialekHokkian yang bermakna Singa. Suku Hakka sendiri menyebutkan permainan Barongsai ini dengan Tsam Sie Theu.Mulanya keberadaan seniTionghoa ini cenderung sembunyi-sembunyi dan tidak dipertontonkan secara umum. Namun sejak Inpres No. 14 Tahun1967 dicabut dengan KeputusanPresiden (Keppres) No. 6 tahun2000, seni ini mulai bangkit.Kini di Indonesia, Barongsaisecara resmi masuk dalamwadah Persatuan Seni danOlahraga Barongsai Indonesia(Persobarin) dengan PengurusPusat Persobarin periode 2006-2010 yang dipimpin oleh Dahlan Iskan. Saat ini Persobarintelah membuka cabang di sejumlah daerah, di antaranya diDKI Jakarta, Jatim, Jateng,Jabar, Kalsel, Kaltim, Kalbar,Sulut, NTB, Gorontalo, Sumsel,Riau, Papua, Jambi, dan Sumatera Barat. ZAHT

