Page 60 - Majalah Berita Indonesia Edisi 55
P. 60
60 BERITAINDONESIA, 20 Maret 2008BERITA FEATUREPrawirotamanKampung Turisdi Markas PejuangTerkenal dengan deretan penginapannya yangterjangkau bagi para turis. Pernah menjadi kawasanindustri batik dan markas pejuang kemerdekaan.menu dan keterangan dalam bahasaInggris. Penduduk setempat juga fasihberbahasa Inggris.Markas PejuangDulunya, Prawirotaman benar-benarsebuah perkampungan. Kampung ini dikenal sejak abad ke-19. Ketika itu, kratonmenghadiahkan sepetak tanah kepada seorang bangsawan bernama Prawirotomo.Kampung ini pernah menjadi markaslaskar pejuang di masa pra kemerdekaan.Itu sebabnya, hingga kini Jalan Prawirotaman II dan III yang berada di bagianpaling selatan kawasan ini dikenal dengannama Jalan Gerilya. Dulunya, keduakawasan itu merupakan markas laskarpejuang, yakni laskar Prajurit Hantu Mautdan laskar Prajurit Prawirotomo. Di salahsatu sudut jalan, tampak sebuah batu tulisuntuk memperingati perjuangan mereka.Pada tahun 1960-an, kampung markaspejuang itu menjadi pusat industri batikcap yang dikelola keturunan Prawirotomo.Mereka kemudian mengubah usahanyamenjadi jasa penginapan setelah industribatik cap kian meredup di era 1970-an.Sejak itulah, kawasan ini dikenal sebagaikampung turis.Kawasan yang paling dikenal adalahPrawirotaman I. Disinilah pusat penginapan dan berbagai fasilitas. Tokotoko bukunya menjual buku-buku bagusdengan harga yang sangat murah. Bukubuku impor seharga ratusan ribu rupiahbisa didapat hanya dengan puluhan riburupiah saja.Wisatawan yang menyukai koleksibarang antik bisa berburu di galeri-galeriseni yang ada. Kalau beruntung mungkinbisa mendapatkan alat cap batik, yangmemang banyak diburu turis mancanegara. Selain memiliki nilai sejarah, detail motif cap itu sangat rumit dan otentik.Pasar tradisional berada di PrawirotamanII. Di pasar ini banyak dijual jajanan pasartradisional Yogya yang mengundang selerauntuk dicicipi. Sementara itu di kawasanPrawirotaman III, kebanyakan adalahpemukiman penduduk setempat. RHore itu, jalanan tampak lengangdi kawasan Prawirotaman, Yogyakarta. Namun demikian, kendaraan bermotor berlalu lalangtak kunjung henti. Beberapa tukang becakyang menunggu penumpang dudukduduk santai di atas becaknya, yangdiparkir di bawah pohon rindang. Sesekalimereka menyapa pejalan kaki yang lewat,menawarkan jasa untuk mengantar.Meski hari itu tampak sepi, bukanberarti roda bisnis di kawasan ini takmenggeliat. Memang ada saat-saat sepiketika puncak liburan sudah lewat. Yangjelas, sudah sejak lama kawasan Prawirotaman dikenal sebagai kampung wisatawan lokal maupun mancanegara. Wisatawan, terutama para backpacker, menjadikan kawasan ini sebagai alternatiftempat menginap yang murah meriahselama mengunjungi Yogyakarta.Jalan Prawirotaman terbentang dariPrawirotaman I sampai Prawirotaman III.Sepanjang kawasan yang terletak sekitarlima kilometer dari pusat kota Yogyakartaitu dipenuhi deretan penginapan, agenwisata, galeri seni, kafe, toko buku danwarung telekomunikasi. Ada pula pasartradisional.Penginapan-penginapan yang ada dibangun dengan aneka ragam rancangan,saling bersaing dalam keunikannya masing-masing. Begitu pula kafe-kafe yangada. Rancangan bangunan tradisionalsampai modern bisa dijumpai di kawasanini. Harga penginapan per malam punsangat terjangkau, dengan fasilitas yangmemadai, dari Rp 50.000 sampai Rp300.000 per malam.Kebanyakan pemilik usaha itu masihmemiliki ikatan keluarga, yakni keturunan Prawirotomo. Namun banyak juga usaha yang sudah berpindah tangan. Kini keturunan Prawirotomo yang mengelola kawasan itu terdiri dari tiga keluarga besar,yakni keluarga Werdoyoprawiro, Suroprawiro, dan Mangunprawiro.Maka memasuki kawasan ini, suasanakampung turis mancanegara amat terasa.Beberapa kafe dan galeri seni memasangSWisatawan menjadikan kawasan Prawirotaman sebagai alternatif tempat menginap yang murah.

