Page 54 - Majalah Berita Indonesia Edisi 74
P. 54


                                    54 BERITAINDONESIA, Februari 2010Angkasa Pura IIPeduli Ekonomi MikroPersaingan di era perdagangan bebas semakin tajam danterbuka. Perhatian BUMN, khususnya AP II ternyata cukuptinggi terhadap perkembangan ekonomi mikro.ebagai salah satu BUMN, AngkasaPura (AP) II memiliki kepeduliantinggi terhadap kemajuan ekonomi mikro. Perhatian perusahaan yang bergerak di bidang Aeronautikadan non Aeronautika itu cukup menonjoldibanding yang lain. Bantuan modal danperhatian terhadap manajemen modern,menjadikan perusahaan yang dibantusemakin berpeluang besar untuk tumbuh.Diikutkan dalam pameran, baik di dalammaupun luar negeri, merupakan satubukti.Pengucuran dana dan kemitraan yangdijalin AP II sejak tahun 1992 terhadappengusaha kecil merupakan bukti kepedulian AP II untuk turutmengangkat harkat dan martabat ekonomi kerakyatanmenjadi usahawan berhasil.Apalagi dengan terbitnya Permen BUMN No. Per. 05/MBU/2007 pengganti Kepmen BUMN No. 236/MBU/2003 tentang Program Kemitraan BUMN pada aspekusaha kecil, BUMN peduli danbina lingkungan, selama inimenjadi pedoman.Didiek Purwosularso, koordinator PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) AP II tingkat pusat mengatakan, bina lingkungandan BUMN peduli bersifatbantuan. Sementara kemitraan, berupa pinjaman denganwaktu dua tahun dengan bunga 6% per tahun. Sebagaigambaran atas komitmennya,perusahaan ini telah menyalurkan dana sebesar Rp 18,79miliar kepada 780 mitra binaan/usahakecil pada tahun 2009,Dikatakan Didiek, sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk membantu danberusaha membesarkan, baik lewat pemberian modal dan berbagai pelatihan,marketing maupun menyertakan dalampameran. Baik dalam negeri maupunskala internasional dengan fasilitas dariAP II. Prinsipnya, setiap perusahaan yangdibantu diharapkan berkembang maju.Kemitraan dan bina lingkungan diarahkan di sekitar kegiatan operasional yangtersebar di 12 bandar udara AP II, sementara BUMN peduli bersifat nasional dandisesuaikan dengan kepentingan nasional.”Turut memajukan usaha kecil danmenciptakan lapangan kerja baru menujumasyarakat makin sejahtera, itu obsesiperusahaan,” tutur Didiek.Galonggong JayaH Adang Kusmawan, salah satu pengusaha yang mendapat bantuan kemitraandari AP II mengaku bahwa perusahaannyayang bergerak sebagai produsen golokmerk Galonggong Jaya, bisa meraihkeberhasilan seperti sekarang tidak lepasdari bantuan modal Rp 15 juta yangditerimanya tahun 2002 dari AP II.dengan berbagai jaringan penjualan.Tahun 2008, H Adang juga mengakumendapat bantuan kedua sebesar Rp 60juta. Jumlah itu menurutnya senilai satuton tanduk kerbau buat gagang golok.“Pinjaman dan ilmu manajemen kamiperoleh lagi. Dan agar usaha semakin survive, bantuan kedua terwujud setelahpinjaman pertama lunas,” katanya.“Membesarkan mitra binaan, tidakpernah kami dapatkan dari yang lain. Luarbiasa perhatian AP II. Diibaratkan, kitadiberi kail dan umpan sekaligus. Pembinaan diberikan sampai sekarang,” lanjutH. Adang didampingi Haryo koordinatorPKBL AP II Bandara Husen SastranegaraBandung Jawa Barat.Menurutnya, pengalaman menarik dansangat berkesan adalah saat mengikuti pameran di Jakarta Convention Centre (JCC).Stand Galonggong Jaya mendapat kehormatan dikunjungi PresidenSBY, Bu Ani dan rombongan.Bahkan Presiden membeli 3tiga golok seni sebagai kenangkenangan. “Dengan fasilitaspromosi di JCC yang diberikanAP II, menjadikan usaha berkembang dan dikenal sepertisekarang ini,” jelasnya.Bila bicara kualitas, menurut dia, golok buatannya terbuat dari bahan baku yangberkualitas seperti, ketajamangolok, gagang dari tandukkerbau, sarung dari kayu julang-Bengkulu. Golok buatannya ada 2 jenis yakni goloktani seharga Rp 70 ribu hinggaRp 100 ribu/golok. Sementaragolok koleksi seni mencapaiRp 500 ribu. “Golok MangAdang, itu sebutan dari konsumen yang tersebar di JawaBarat dan Jawa Tengah,” kataanggota Dekranasda (Dewankerajinan Daerah) KabupatenTasikmalaya ini.Berbagai piagam dan penghargaan daribupati, gubernur, bahkan dari kementerian terpampang di kantornya. Sepertibantuan yang pernah diterima dari Gubernur Jawa Barat berupa mesin senilaiRp 100 juta. Perhatian lain menurut H.Adang adalah promosi yang dilakukanBupati Tasikmalaya. Dikatakan, jikabupati melakukan kunjungan ke daerahatau ke luar negeri, selalu mempromosikan potensi daerah seperti membawakatalog yang di dalamnya terdapat pulaproduk Golonggong Jaya. „ RISBERITA PUBLIK“Pengalaman saya selama ini, AP II bukansekadar memberi pinjaman dengan bungakecil. Tapi ada yang lebih bernilai dantidak bisa diukur dengan uang yaitu,adanya pelatihan, marketing, seminar danfasilitas penyertaan pameran, dalam danluar negeri,” katanya.Menurut pengusaha asal Tasikmalayayang mengaku tahun 1984 masih bergabung usaha dengan orang tuanya dan barutahun 1992 mengawali karier secaramandiri ini, usahanya diawali dengan 8orang pekerja. Kini usahanya telah berkembang jadi 57 orang pekerja, 4 agenPRODUSEN: H. Adang Kusmawan di antara produk goloknyafoto: berindo samsuri
                                
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58