Di sebuah teras rumah, terdengar langkah sepatu menyentuh lantai. Seorang petugas pos datang membawa paket kecil. Ia tidak sekadar menjatuhkannya pelan. Ia menurunkannya dengan hati-hati, memastikan tidak ada suara yang memecah siang. Setelah itu, ia menekan bel, mengambil foto konfirmasi, dan pergi tanpa banyak jeda.
Banyak barang berpindah tiap hari: logistik, pesanan daring, surat, barang pecah belah, barang biasa. Dunia bergerak cepat. Paket sering diletakkan begitu saja. Tidak kasar, tapi juga tidak dipikir panjang.
Namun di sini, terlihat seseorang yang mengambil sedikit waktu untuk memastikan barang yang bukan miliknya tetap diperlakukan baik.
Ia tidak tahu isinya. Mungkin barang murah, mungkin sesuatu yang rapuh, mungkin sekadar buku tulis. Tapi ia menolak mengambil risiko membuat sesuatu rusak atau terdengar kasar. Tidak ada yang melihat, kecuali mungkin kamera kecil di pintu.
Tidak ada yang mengajarinya untuk “bersikap lembut pada paket”. Tidak ada slogan perusahaan yang sedang ia jalankan. Hanya kebiasaan sederhana: kalau bisa pelan, kenapa harus tergesa?
Dalam Sistem Sunyi, ini adalah disiplin batin kecil: melakukan hal benar karena terasa benar, bukan karena ada penonton atau evaluasi.
Beberapa sikap terasa dekat dengan dasar Sistem Sunyi: kedalaman lebih penting daripada sorak, proses lebih jujur daripada deklarasi.
- memilih merawat sesuatu yang tidak diketahui nilainya
- bekerja tanpa menggerutu meski pekerjaannya berulang
- tidak menggunakan kelelahan sebagai alasan mengendurkan sikap
- menghargai barang karena ia milik seseorang, bukan karena harganya
- meninggalkan jejak tenang pada pekerjaan tanpa branding kebaikan
Setelah meletakkan paket itu, ia langsung pergi. Tidak menunggu pintu terbuka. Tidak memberi pesan motivasi. Tidak meninggalkan catatan “ditangani dengan hati-hati”.
Paket hanya terbaring di lantai. Diam, utuh, seperti ia sampai dengan selayaknya.
Dan mungkin penerima tidak pernah tahu bahwa ada seseorang yang memilih satu detik ekstra untuk menjaga barangnya.
Tidak apa-apa. Sunyi memang bekerja seperti itu.
Kutipan
Kadang kehati-hatian paling tulus datang dari orang yang bahkan tidak tahu apa yang ia jaga.
Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi di Luar: ruang observasi ringan untuk mencatat karya atau fenomena yang berada di luar struktur Sistem Sunyi, namun bergerak dalam nada yang sejalan dengan disiplin diam, proses, dan ketenangan batin.
Jejak ini tidak termasuk inti sistem. Ia hanya penanda kecil bahwa kesunyian kadang muncul tanpa nama dan tanpa rencana di tempat lain.
Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com
Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.
Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.
Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.
Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.
Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.
Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.



