Di pos ronda kecil pinggir kampung, kursi kayu dan meja sederhana menjadi tempat singgah warga. Sekadar duduk sebentar, ngobrol ringan, atau menunggu ojek. Di atas meja, ada satu gelas plastik air mineral tertinggal. Seorang warga lewat, hendak duduk sebentar. Ia melihat gelas itu, mengambilnya, membuangnya ke tempat sampah, lalu duduk seperti biasa. Tanpa komentar, tanpa muka masam.
Ruang publik kadang menerima jejak kecil: bungkus permen, puntung rokok, gelas plastik. Tidak semua orang meninggalkan dengan sengaja, kadang lupa, kadang terburu-buru. Dan sering, orang yang datang berikutnya hanya lewatkan saja.
Namun ada seseorang yang berhenti sebentar dan bereskan.
Ia tidak bersungut soal kebiasaan orang lain. Tidak memotret untuk “edukasi publik”. Tidak menanyakan siapa yang terakhir menggunakan ruang. Tidak memberikan ceramah bertema “kebersihan lingkungan”. Ia hanya menyelesaikan kekurangan kecil yang bisa ia tangani dalam satu gerakan.
Dalam Sistem Sunyi, ini gerak yang tajam: mengambil alih tanggung jawab kecil tanpa memindahkan nada menjadi moral tinggi.
Beberapa sikap terasa dekat dengan dasar Sistem Sunyi: kedalaman lebih penting daripada sorak, proses lebih jujur daripada deklarasi.
- merawat ruang bersama meski bukan giliran siapa pun
- tidak membuat masalah kecil menjadi bahan keluhan
- memilih tindakan daripada komentar
- menyelesaikan sesuatu tanpa niat menunjukkan kepedulian
- “kalau bisa dibereskan dalam satu langkah, bereskan”
Gelas plastik lenyap dari meja. Tidak ada yang tahu siapa yang membuang. Pos ronda tetap seperti tempat singgah: bersahaja, tenang, siap menerima orang berikutnya.
Kadang, menjaga ruang bersama tidak butuh diskusi panjang. Cukup satu tangan yang bergerak tanpa suara.
Kutipan
Untuk beberapa orang, kebaikan bukan pilihan besar. Hanya kebiasaan ringan untuk tidak meninggalkan dunia lebih kacau dari yang ditemuinya.
Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi di Luar: ruang observasi ringan untuk mencatat karya atau fenomena yang berada di luar struktur Sistem Sunyi, namun bergerak dalam nada yang sejalan dengan disiplin diam, proses, dan ketenangan batin.
Jejak ini tidak termasuk inti sistem. Ia hanya penanda kecil bahwa kesunyian kadang muncul tanpa nama dan tanpa rencana di tempat lain.
Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com
Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.
Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.
Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.
Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.
Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.
Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.



