Page 56 - Majalah Berita Indonesia Edisi 12
P. 56
BERITA MEDIA56 BERITAINDONESIA, 4 Mei 2006Suaka PapuaMencakar TetanggaAdalah kedua majalah berita mingguan terbitan Indonesia, Tempo dan Gatra edisi awal April mengupasmasalah suaka Papua, sebagai laporan utamanya.Majalah Gatra, edisi 1 April 2006 menulis judul diatas sebagai judul unggulannya di cover depan. Dibagian lain, majalah ini juga menulis Australiakembali berulah.Masalahnya sebanyak 41 dari 42 WNI asal Papua yang lari keAustralia diberi visa sementara oleh pemerintah Australia. Takurung ulah negeri ‘Kanguru’ itu pun membuat masyarakat Indonesia marah. Ujung-ujungnya Dubes RI untuk AustraliaHamzah Thayeb pun ditarik dari posnya di Canberra. Reaksi pundatang dari parlemen Indonesia. Tampaknya Australia berniatmenghapus Papua dari peta Indonesia, demikian ulasan yangditulis Gatra.Berita lain yang menjadi sorotan Gatra adalah carut marutnyapenerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2006.Hasil pengumuman CPNS yang dikeluarkan pemerintahmengundang keresahan di berbagai daerah. Indikasi adanyatekanan kekuasaan, permainan uang dan hubungan kekerabatan,serta kesalahan sistem komputerisasi dituding sebagai biangkekisruhan tersebut. Boleh jadi CPNS merupakan cikal bakal danbibit munculnya wabah korupsi di negeri ini.Majalah Tempo, edisi 3-9 April 2006 pada cover depannyamenulis ‘Suaka! Panas Dingin Jakarta-Canberra’. Sebanyak42 warga Papua mendapat suaka politik dari Negara ‘Kanguru’.Reaksi Jakarta pun memanas. Menteri Luar Negeri Indonesia Hasan Wirayuda melayangkan surat protes kepadarekannya Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer,bahkan menarik pulang Dubes RI untuk Australia HamzahThayeb. Hubungan baik dengan Australia sudah dirajut pascareferendum Timor Timur tahun 1999, yang termasukdidalamnya adalah kerjasama mencegah imigran gelap. Tetapipenjelasan pemerintah Australia enteng saja. Pemberian visawewenang pihak imigrasi, demikian majalah berita tersebutmenulis.Selain itu, Tempo juga menurunkan berita soal usulan revisiRUU Perburuhan yang menyulut amarah para buruh. Reaksiburuh bukan saja terjadi di Ibukota Jakarta, melainkan hampirdi seluruh penjuru negeri. Benarkah demo-demo tersebutmemperjuangkan nasib buruh? Atau ada agenda lain di balikpunggung kaum buruh? Demikan Tempo menulis.Majalah Forum, edisi 2 April 2006, justru menulis laporanutamanya tentang lika-liku menilep dana bencana. Ternyataketerpurukan Aceh pasca tsunami dan perang masih harusditambah lagi dengan sejumlah penyelewengan yang dilakukanoleh lembaga pendonor dan LSM pada proyek relokasi pembangunan Aceh. Forum mengungkap, paling banyak penyelewengan tersebut soal tender material rumah. Berita lainnya adalah,kasus Abepura. Ada tudingan kasus kerusuhan yang menewaskantiga polisi dan satu tentara tersebut telah direncanakan. ‘AdaMakar di Papua?’ demikian tulis Forum. Masalah carut marutnyapenerimaan CPNS juga menjadi pilihan majalah tersebut.Majalah Investor, edisi April 2006 menulis, terjadi perangterbuka antara Indofood vs Wingsfood. Dominasi Indofood dipasar mi instant mulai terkikis. Kemunculan Wingsfood sebagaipesaing tampaknya tak dapat dianggap main-main. Terbukti,pasar si Raja Mi itu merosot hingga lebih dari 15 persen dalamtiga tahun terakhir. Berita yang tak kalah menarik adalah, dalamrubrik Investama yang mengupas Bisnis Gurih dari Perut Bumi.Bisnis pertambangan umum di Indonesia menjanjikan marginkeuntungan sangat tinggi. Walau investasi baru cenderungmelempem, gurihnya bisnis ini tak pernah sirna, demikianmajalah Investor menulisnya.Majalah SWA Sembada, edisi 5 April 2006, menulis tentangIndonesian Customer Loyalty Index, Menjaga Pelanggan AgarTetap Setia. Swa mengupas masalah tersebut karena banyak jugapelanggan yang mengaku puas terhadap suatu merek, tapi tetapberalih ke merek lain. Rupanya sekedar memuaskan pelangganbelumlah cukup di era hiperkompetitif seperti sekarang. Pemasaryang sukses perlu membangun dan mempertahankan kesetiaanpelanggannya. Untuk itu perusahaan terus berebut kesetiaanpelanggannya. ■ SBReaksi masyarakat Indonesiaatas pemberian suaka terhadap 42 orang warga Papua olehPemerintah Australia menuaiprotes. Poros CanberraJakarta memanas.

