Sistem Sunyi adalah cara menata batin agar seseorang dapat melihat dirinya dengan lebih jernih di tengah hidup yang bergerak cepat. Ia tidak mengajarkan doktrin atau metode khusus, tetapi memberi ruang agar seseorang mengenali apa yang sudah bekerja di dalam dirinya.
Kerangka dasarnya terdiri dari Spiral Kesadaran dan empat Orbit. Spiral membantu seseorang memahami tahap batin tempat ia sedang berada. Orbit menunjukkan bagaimana sunyi hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari stabilitas batin, relasi yang sehat, laku berkarya yang selaras, hingga kemampuan melihat makna yang lebih dalam.
Tulisan-tulisannya hadir dalam beberapa bentuk: Inti Sistem Sunyi sebagai kerangka, Esai Resonansi untuk menajamkan kepekaan, Seri Fraktal untuk laku kecil sehari-hari, Jejak Sunyi di Luar untuk sikap hening yang muncul di luar sistem, dan Studi Kasus untuk contoh nyata. Terakhir, tidak kalah pentingnya, Dialektika Sunyi, untuk membaca ulang istilah/konsep populer melalui orbit kesadaran Sistem Sunyi.
Ada pula tiga ruang praktik yang menjaga ritme: ‘Latihan Sunyi’ sebagai jeda singkat, ‘Ritme Sunyi’ yang mengikuti waktu dan kondisi seseorang, serta ‘Satu Napas’ yang menghadirkan satu kalimat praktis sebagai jangkar cepat.
Sistem Sunyi juga menyediakan fitur pencarian yang membantu pembaca menemukan tulisan yang paling sesuai dengan keadaan batinnya, tidak hanya berdasarkan kata kunci, tetapi juga rasa dan orbit.
Tujuannya sederhana: menjaga keseimbangan rasa, menjernihkan makna, dan membantu seseorang tetap menemukan arah pulang.
Sistem Sunyi adalah cara menata batin agar seseorang dapat melihat dirinya dengan lebih jernih di tengah hidup yang bergerak cepat. Ia tidak mengajarkan doktrin atau metode khusus, tetapi memberi ruang agar seseorang mengenali apa yang sudah bekerja di dalam dirinya.
Kerangka dasarnya terdiri dari Spiral Kesadaran dan empat Orbit. Spiral membantu seseorang memahami tahap batin tempat ia sedang berada. Orbit menunjukkan bagaimana sunyi hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari stabilitas batin, relasi yang sehat, laku berkarya yang selaras, hingga kemampuan melihat makna yang lebih dalam.
Tulisan-tulisannya hadir dalam beberapa bentuk: Inti Sistem Sunyi sebagai kerangka, Esai Resonansi untuk menajamkan kepekaan, Seri Fraktal untuk laku kecil sehari-hari, Jejak Sunyi di Luar untuk sikap hening yang muncul di luar sistem, dan Studi Kasus untuk contoh nyata. Terakhir, tidak kalah pentingnya, Dialektika Sunyi, untuk membaca ulang istilah/konsep populer melalui orbit kesadaran Sistem Sunyi.
Ada pula tiga ruang praktik yang menjaga ritme: ‘Latihan Sunyi’ sebagai jeda singkat, ‘Ritme Sunyi’ yang mengikuti waktu dan kondisi seseorang, serta ‘Satu Napas’ yang menghadirkan satu kalimat praktis sebagai jangkar cepat.
Sistem Sunyi juga menyediakan fitur pencarian yang membantu pembaca menemukan tulisan yang paling sesuai dengan keadaan batinnya, tidak hanya berdasarkan kata kunci, tetapi juga rasa dan orbit.
Tujuannya sederhana: menjaga keseimbangan rasa, menjernihkan makna, dan membantu seseorang tetap menemukan arah pulang.
Prof Dr Muhammad Yamin Lubis, Guru Besar hukum agraria Universitas Sumatera Utara (USU) / Negara Belum Jamin Hak atas Tanah | 1 Jan 1961 | Direktori | M | Laki-laki, Islam, Sumatera Utara, Guru Besar, hukum, agraria
Hasan Karman, SH, MM, Walikota Singkawang 2007-2012 / Walikota Singkawang | 6 Agts 1962 | Direktori | H | Laki-laki, Islam, Kalimantan Barat, Walikota, Katolik, UI, hukum
Charles Himawan, Guru Besar Ilmu Hukum (FH-UI) / Kala Hukum Masih Tertidur Lelap | 17 Apr 1934 - 11 Mei 2002 | Ensiklopedi | C | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, Guru Besar, Dosen, UI, hukum, Dekan, Komnas HAM, Universitas Harvard
Guru Besar Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH-UI) Prof Dr Charles Himawan hari Sabtu (11/5) meninggal dunia di rumahnya, Jalan Sinabung II/6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ketua Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan Hak Asasi Manusia (HAM) di Komisi Nasional (Komnas) HAM itu diperkirakan meninggal akibat serangan jantung. Kepergiannya baru diketahui sekitar pukul 12.05, setelah Charles tidak kunjung keluar dari ruangan tidurnya.
Prof. R. Soebekti, SH, Ketua Mahkamah Agung (1968-1974) / Ketua MA Keempat | 14 Mei 1914 - 9 Des 1992 | Ensiklopedi | S | Laki-laki, Islam, Jawa Tengah, hakim, hukum, mahkamah agung, Ikahi, Ketua MA
Prof. Dr. Mr. Raden Soelaiman Effendi Koesoemah Atmadja, Ketua Mahkamah Agung Pertama (1952-1966) / Ketua Mahkamah Agung Pertama | 8 Sept 1898 - 11 Agts 1952 | Ensiklopedi | K | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, pahlawan nasional, Guru Besar, Profesor, hakim, hukum, mahkamah agung, BPUPKI