Riel Niro
R

Kembali Menjadi Cahaya yang Menahan

Cahaya tidak memilih tempat jatuh. Ia sekadar menerangi, dan dalam diamnya dunia tetap ada. Satu Napas Cahaya yang...

Doa yang Hidup di Sehari-hari

Tidak semua doa diucapkan. Sebagian hanya dijalani dengan diam yang penuh percaya. Satu Napas Doa sejati tidak perlu...

Siswa yang Mengangkat Sedikit Tirai Kelas agar Cahaya Cukup untuk Teman Membaca

Di dalam kelas yang lampunya agak redup, sebagian siswa sudah bersiap pulang. Seorang murid masih duduk...

Percaya Tanpa Melihat

Kadang cahaya tidak datang dari arah mata. Ia muncul dari tempat yang tidak bisa dicari. Satu Napas Percaya...

Warga yang Menyingkirkan Gelas Plastik Kosong dari Pos Ronda Tanpa Komentar

Di pos ronda kecil pinggir kampung, kursi kayu dan meja sederhana menjadi tempat singgah warga. Sekadar...

Anak Sekolah yang Mengecilkan Suara Game Ketika Masih Ada Teman Belajar di Ruangan

Di ruang kelas setelah jam pelajaran, beberapa murid sudah santai. Ada yang berbincang, ada yang berkemas,...

Pusat yang Tidak Bergerak

Yang menahan segalanya bukan kekuatan, melainkan keheningan yang percaya. Satu Napas Pusat yang tidak bergerak adalah daya iman...

Hidup Sebagai Gema Kesadaran

Pada akhirnya, yang hidup bukan lagi “aku”, tetapi kesadaran yang bekerja melalui segala hal — diam,...

Pengendara Motor yang Mematikan Mesin Sebelum Mendorong Masuk Gang Sempit Malam Hari

Di sebuah gang sempit yang sunyi, seorang pengendara motor tiba larut malam. Lampu rumah sebagian sudah...

Jejak yang Tak Terlihat

Tidak semua yang bekerja perlu diketahui, dan tidak semua yang berpengaruh perlu terlihat. Beberapa jejak diciptakan...

Makna Setelah Nama

Nama hanyalah alamat sementara bagi makna. Dan ketika waktu menghapus huruf-hurufnya, makna yang sejati tetap tinggal....

Seseorang yang Menahan Suara Pintu Pagar agar Tidak Mengganggu Tetangga Dini Hari

Pukul tiga pagi, jalan sudah lama sepi. Lampu jalan menyala redup, hanya suara serangga yang terdengar....

Advertisement

spot_img