BIOGRAFI TERBARU

Continue to the category
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
More
    30.1 C
    Jakarta
    Trending Hari Ini
    Populer Minggu Ini
    Populer (All Time)
    Ultah Minggu Ini
    Lama Membaca: 4 menit
    Lama Membaca: 4 menit
    Lama Membaca: 4 menit
    Lama Membaca: 4 menit
    Beranda Publikasi Majalah Obama Anak Indonesia

    Obama Anak Indonesia

    0
    Majalah Berita Indonesia Edisi 58
    Majalah Berita Indonesia Edisi 58 - Obama Anak Indonesia
    Lama Membaca: 4 menit

    VISI BERITA (Obama, Inspirasi Perubahan, 20 Juli 2008) – Barack Obama memenangkan pertarungan untuk meraih tiket Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat dari Partai Demokrat. Dia mengalahkan Hillary Rodham Clinton, setelah berhasil melampaui batas minimal jumlah 2.118 delegasi. Dia Capres AS pertama berkulit hitam dari keturunan Afrika.

    Baca Online: Majalah Berita Indonesia Edisi 58 | Basic HTML

    Selanjutnya dia berhadapan dengan Capres dari Partai Republik, John McCain, pada Pemilu Pilpres AS, 4 November 2008 mendatang. Diperkirakan, Obama akan memenangi pertarungan. Kami yakin, kemenangan Obama, juga akan menginspirasi dunia untuk melakukan perubahan. Kecerdasan, visi besar dan kemampuan berbicara menyampaikan visinya yang amat memukau, serta latar belakangnya yang mewakili budaya antarbenua, akan menjadi Presiden AS yang akan menginspirasi perubahan dunia.

    Kami menyebutnya sebagai Capres Amerika Serikat yang bercitarasa Amerika, Afrika dan Indonesia. Keluarganya yang berkomposisi ras warna-warni, dengan tradisi multikultur, merupakan aset politik terbesarnya. Obama sungguh melambangkan keragaman AS dan dunia.

    “Saya adalah wujud dari kebijakan luar negeri dan kekuatan Amerika. Jika nanti Anda kabarkan pada orang-orang bahwa `Kita mempunyai presiden yang neneknya tinggal di satu gubuk di pinggir Danau Victoria dan mempunyai adik setengah Indonesia yang menikahi seorang Cina Kanada, maka orang-orang akan menilai si presiden adalah orang yang akan lebih memahami apa yang dihadapi rakyat dan negerinya. Dan, mereka benar,†kata Obama kepada New York Times edisi 4 November 2007.

    Obama yang juga mewakili kultur dunia, kita harapkan akan lebih bisa menawarkan cara kreatif dalam pendekatan internasional AS yang lebih ramah dan dialogis. Obama yang dibesarkan dalam tradisi multikultur serta dikenal santun bertutur dan berperilaku akan menjadi bekal dalam membangun dialog antar-bangsa yang lebih terbuka, berderajat, dan saling menoleransi.

    Kita berharap, dia akan mengakhiri kekeliruan pendekatan internasional Presiden AS George Bush yang agresif, penuh retorika keras dan anti dialog. Dia mungkin akan tampil sebagai seorang Presiden AS yang berani bersikap dan membuat keputusan tegas dan tepat, yang walau kadang bertentangan dengan sikap umum. Dia akan mengubah arus dunia. Seperti digambarkan dalam serial televisi 24 yang yang dibintangi aktor Dennis Haysbert, tampil sebagai seorang presiden kulit hitam yang hebat, berkarakter terus terang dan jujur.

    Pengasuhan ibunya dengan pesan keberagaman, kebersamaan, cinta, dan sikap saling menghormati, telah membuat Obama tumbuh sebagai anak-anak yang menoleransi perbedaan dan bercita-cita demi toleransi itu. Dia mempunyai latar belakang yang menarik: ayahnya kulit hitam, ibu kulit putih, satu-satunya Afro-Amerika di Senat AS, calon presiden AS pertama dari keturunan Afrika dan sewaktu kecil pernah tinggal, sekolah dan tercatat sebagai warga negara Indonesia.

    Maka selain akan menjadi inspirasi bagi perubahan dunia yang lebih bersahabat dan dialogis, Obama juga bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.

    Dalam gerak reformasi, sebagaimana dikemukakan R William Liddle, Guru Besar Ilmu Politik Ohio State University, AS, yang ahli dan banyak mengamati perkembangan politik di Indonesia, bahwa negara kita yang sedang memanfaatkan lembaga-lembaga demokrasi, pemerintahan presidensial dan otonomi daerah untuk menemukan jawaban serba baru pada tuntutan zaman yang serba baru, kita jangan terlalu terkejut jika ada seorang Obama ala Indonesia yang muncul mendadak dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

    Advertisement

    Kita sependapat dengan R William Liddle, dan sekaligus berharap Obama bisa menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa ini, terutama bagi para calon pemimpin di negeri ini. Yakni munculnya pemimpin yang pintar, terampil bicara, visioner, dan kaya ide, tanpa melihat dari golongan mana (mayoritas atau minoritas) untuk memecahkan masalah bangsa.

    Siapa pemimpin (tua atau muda) yang potensial seperti Obama di Indonesia? Barangkali, hanya sekadar contoh, bisa saja dia itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia muda, cantik (simpatik), cerdas, pintar, terampil bicara, kaya ide, punya pengalaman internasional dan pengalaman birokrasi. Atau mungkin Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad.

    Atau bisa saja Syaykh Abdussalam Panji Gumilang yang berhasil membangun lembaga pendidikan terpadu Al-Zaytun secara spektakuler berpasangan dengan Sri Mulyani Indrawati. Panji Gumilang itu pemimpin yang kuat, cerdas, cermat, bijak, kaya ide dan piawai mengimplementasikan ide-ide besarnya, taat nilai dan azas (nilai-nilai dasar negara dan konstitusi), cinta damai, menghargai pluralisme (interdependensi) dan beriman. (red/BeritaIndonesia)

    Daftar Isi Majalah Berita Indonesia Edisi 58

    Dari Redaksi

    Visi Berita

    Surat Pembaca

    Berita Terdepan

    Highlight/Karikatur Berita

    Berita Utama

    Berita Mancanegara

    Berita Khas

    Berita Nasional

    Berita Hukum

    Berita Iptek

    Lentera

    Berita Tokoh

    Berita Ekonomi

    Berita Humaniora

    Berita Kesehatan

    Berita Lingkungan

    Lintas Tajuk

    Lintas Media

    Berita Daerah

    Berita Budaya

    Berita Hiburan

    Berita Buku

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini