Page 55 - Majalah Berita Indonesia Edisi 07
P. 55
BERITAINDONESIA, Januari 2006 55(BERITA EKONOMI) ( )PT Kereta Api Indonesia (KAI)melangkah majumemberikan pelayanankepada stake holder. SebuahPusat Pelayanan Kastameratau Customer Service Center (CSC),terletak di Stasiun Besar Gambir, Jakarta,diresmikan pemakaiannya 24 Oktober2005 lalu, setelah sebelumnya berhasildiujicoba selama tiga bulan menjelangHari Raya Lebaran 1426 H.Kepala Seksi Niaga Daerah Operasi 1Jakarta, Adi Suryatmini,yang mewakili Kadaop 1,menandai peresmian dengan memotong tumpeng,menyerahkannya kepadaManajer pertama CSC Muchidin, dan Asisten Manajer, disaksikan Wastekop, Wasiop, beberapaKUPT di Daop 1 Jakarta,dan Kepala Stasiun Besar(KSB) Gambir DwiyanaSlamet Riyadi.Peresmian berlangsungdi Ruang VIP Stasiun Besar Gambir, Jakarta. AdiSuryatmini, ketika itu berharap organisasi CustomerService Center yang barudan masih satu-satunyamilik PT KA ini dapat menjadi proyekpercontohan yang berhasil, sehingga bisaditerapkan di semua stasiun besar lain diPulau Jawa dan Sumatera.Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan,ide pendirian Customer Service Centerbermula dari fakta semakin berkembangnya tuntutan perbaikan pemberian pelayanan kepada rata-rata 10.950 orangkastamer atau stake holder yang mengunjungi Stasiun Gambir setiap harinya.Kastamer dalam pengertian Dwiyanaadalah semua orang atau siapa saja yangmengakses informasi tentang pelayananKA. Mereka tak harus penumpang yangmenaiki kereta api, atau yang membelitiket.Kata Dwiyana, Customer Service Center akan diposisikan sebagai ujung tombak utama di setiap interaksi komunikasidi Stasiun Gambir supaya berjalan lebiherat, menjangkau skala komunitas yanglebih luas, serta berkesinambungan.Kegiatan ini biasa disebut sebagai Customer Relationship Marketing, yangsebelum pendirian Customer ServiceCenter ditangani langsung oleh KepalaStasiun atau individu-individu tertentutanpa disertai arahan yang jelas.Organisasi Customer Service CenterStasiun KA GambirMiliki “Customer Service Center”didukung 12 tenaga profesional terlatih.Mereka sudah menjalani pelatihan demipelatihan agar mampu memberikanpelayanan yang terbaik kepada 10.950pelanggan, yang setiap hari memanfaatkan jasa Stasiun KA Gambir. Merekasecara khusus akan mengambil alihfungsi Customer Relationship Marketing.Ke-12 staf profesional yang bekerja dalamtiga shift, bertugas sebagai customer service representatif, greeters, dan operatorcallcenter 121. Dalam bertugas merekamemperoleh dukungan dari setiap pegawai yang ada.“Sebelum ada Customer Service Center Gambir, setiap keluhan atau komplainpelanggan sebagian besar harus sayatangani langsung, selaku Kepala StasiunBesar, atau oleh Pak Wksb, atau oleh TataUsaha, sehingga menjadi tidak efektifdalam perspektif dinamika pelayanankepada pelanggan,” kata Dwiyana, dalamsebuah perbincangan khusus denganBerita Indonesia.Dwiyana mengatakan organisasi Customer Service Center akan mengenali danmengelola secara lebih leluasa setiappengguna jasa KA. Misalnya, mengetahuisiapa saja pelanggan KA, berapa jumlahnya, bagaimana bentuk dan perilakupembelian mereka, serta apa yang menjadi kebutuhan (need) dan keinginan(want) mereka. Semua informasi dasartersebut dimasukkan serta diolah sebagaidata dalam sebuah database atau datawarehousing.Customer Service Center Stasiun Gambir akan menangani semua hal yangterkait dengan interaksi kepada pelanggan (customer handling), khususnyayang berhubungan dengan pelayanan.Lingkupnya mulai dari penyediaan informasi, call center 121, customer datawarehousing, menangani segala masukan, keluhan dan saran dari pelanggan,serta implementasi Customer Relationship Marketing lainnya. ■ HT, KSkhusus dengan sejumlah investorasing, di Istana Merdeka, Jakarta (9/12). Pertemuan bertujuan menerimamasukan tentang persoalan yangdihadapi Indonesia, untuk nantidijabarkan dalam satu paket reformasisektor riil dan iklim usaha. MenkoPerekonomian Boediono yangmendampingi Presiden, mengatakan,hasil pertemuan akan jadi bahan masukan dalam satu matriks reformasisektor riil dan iklim usaha. “Ini komponen upaya kita dalam menstabilkanekonomi dan tingkatkan pertumbuhan.”.Gunakan Pupuk Organik:Wahana Masyarakat Tani Indonesia,(Wamti), meminta pemerintahmemberikan insentif kepada parapetani yang menggunakan pupukorganik di tengah kelangkaan pupukkimia saat ini. Ketua Umum Wamti,Agusdin Pulungan, yang mengemukakan hal itu di Jakarta, mendesakpula harus ada kebijakan pemerintahyang radikal untuk mengubah sistembudidaya pertanian, denganmengurangi semaksimal mungkinpenggunaan pupuk kimia berbahanbaku gas.BPK Audit Pajak: B a d a n Pemeriksaan Keuangan (BPK) memintadiberi kewenangan untuk mengauditpenerimaan dari sektor pajak. Permintaan tersebut mengemuka saatberlangsung rapat antara Pansus RUUPerpajakan dengan BPK, di Jakarta,awal desember lalu. BPK diwakili duaanggota I Gusti Agung Rai danBaharuddin Aritonang, serta Inspektur Utama Pengawasan Intern danKhusus Omo Dahlan. UU dan peraturan perpajakan yang berlaku saatini menghambat BPK untuk mengaudit pajak.Kasi Niaga Daop 1, Adi Suryatmini, menyerahkanpotongan tumpeng kepada Manajer Customer ServiceCenter Stasiun Gambir Jakarta, Muchidin, disaksikanKepala Stasiun Besar Gambir, Dwiyana Slamet Riyadi.

