Page 57 - Majalah Berita Indonesia Edisi 07
P. 57


                                    BERITAINDONESIA, Januari 2006 57(BERITA BUDAYA)Perjalanan AS Suryonegoromenuju hutan Setro GondoMayit, menembus malamyang gelap dan desir anginyang menusuk tulang. HutanSetro berada di dekat pantai selatanNgawi, Jawa Timur. Petualangan mantanangggota DPR periode 1987-1992 itudalam rangka mencari keris pusakaKerajaan Majapahit yang raib.Kisahnya berawal dari pertemuanSuryonegoro dengan seorang pria yangmengajaknya untuk melihat keberadaanbenda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Majapahit di Ngawi. Padahal Ngawiterletak ratusan kilometer dari Mojokerto,pusat Kerajaan Majapahit di abad ke 17.Suryonegoro, saat itu, sedang mengunjungi daerah pemilihannya di Jawa Timur,dan sempat mampir di kabupaten Ngawi.Agaknya akal sehat Suryonegoro dikalahkan oleh rasa ingin tahunya. Priayang mengaku juru kunci Setro GondoMayit memintanya berpuasa sehari semalam sebelum memulai perjalananpanjang menembus hutan tersebut. Suryonegoro mau melakukannya lantaraningin membuktikan dengan mata kepalanya sendiri. Secara kebetulan Suryonegoro seorang penggemar dan kolektorkeris pusaka kuno.Mereka melakukan perjalanan di malam hari yang gelap dan dingin. Sesampainya di suatu tempat di Setro GondoMayit, Suryonegoro penasaran, “mungkinkah benda pusaka berada di tengahhutan dan diketemukan di tempat yanggelap?” Perasaannya berubah jadi cemas.Juru kunci itu memintanya mengosongkan diri dan memusatkan pikiran. Beberapa waktu kemudian, Suryonegoroterhenyak. Suasana gelap tiba-tiba terangbenderang. Di depan matanya tampaksebaris keris dan berbagai benda pusakakerajaan lainnya. Benda-benda itu tampakterbang perlahan di atas tanah.Merasa seperti sedang bermimpi, Suryonegoro tertegun, seakan tidak percayapada penglihatannya sendiri. Dia bertanyakepada juru kunci tersebut, “apakah adadi antara benda pusaka ini yang bisadiambil?” “Bisa…pak,” jawab Pak Kuncen(juru kunci). Lalu dia menunjuk ke sebuahkeris berlekuk tujuh sembari menjulurkantangan ke depan. Bagaikan ditarik olehsebuah besi berani (magnit), keris itumenuju ke arah genggamannya.“Keris pusaka Majapahit itu cocok buatbapak,” kenang Suryonegoro sebagaimana yang dituturkannya kembali kepadaSamsuri dari BERITA Indonesia belumlama ini. Setelah keris itu berada dalamgenggamannya, suasana gelap dan hening, terasa merasuk kembali. Keris itusekarang dipajang di rumahnya sebagaisalah satu koleksi yang dianggapnya amatberharga.Keris sangat identik dengan sejarahkerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia,GAIB TAPI NYATAPercaya atau tidak. Inibenar-benar terjadi. Kerispusaka berlekuk tujuh, daritanpa wujud jadi berwujud.Alam gelap jadi terang.dan sampai sekarang melekat dengan adatbudaya Jawa. Semua kerajaan di Indonesia memiliki benda pusaka bernama keris.Ada keris yang lurus dan ada pula yangmeliuk-liuk, bahkan ada yang berlapiskanemas seperti yang dimiliki oleh KerajaanBima, Demak, Singosari, Pajajaran, Kutaidan Majapahit. Benda-benda pusakatersebut ada yang terjual, tetapi ada jugayang raib begitu tanpa diketahui di manarimbanya.Namun ada kerajaan, seperti KratonYogyakarta dan Surakarta, merawatbenda-benda pusaka tersebut dan dikirabpada hari-hari tertentu, seperti padaperayaan 1 Syuro. Benda-benda pusaka itudimandikan, bahkan anggota masyarakatyang percaya, mengambil air bekas mandibenda-benda pusaka, karena dianggappunya nilai magis dan berkah.Sampai saat ini, Suryonegoro menyimpan dan merawat keris berlekuktujuh pusaka Majapahit yang dipercayainya punya nilai magis dan gaib. Pengalaman yang didapatkan Suryonegoromerupakan kejadian langka yang hampirtak bisa dipercaya, aneh tapi nyata. Bendabenda pusaka tersebut menjadi lambangkebesaran kerajaan-kerajaan di Indonesia. ■ SHKeris, pusaka warisan nenekmoyang bangsa Indonesia,mendapat tempat yang terhormatdi mata dunia.Pekan lalu, UNESCO memberikan sertifikat penghargaanMasterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (KaryaAgung Warisan Budaya ManusiaTertinggi) pada benda keris pusaka kerajaan-kerajaan di Indonesia. Sertifikat yang dikeluarkanoleh UNESCO tersebut (KoranTempo, 6/12) merupakan buktipengakuan dunia terhadap karyaagung benda seni Indonesia yangtidak ternilai.Ini kedua kalinya Indonesiamemperoleh penghargaan dariUNESCO. Tahun lalu, lembagaekonomi, sosial dan budaya PBBitu memberi penghargaan serupapada kesenian wayang. Tahun ini,kata Dirjen Nilai Budaya, Seni danFilm Departemen Pariwisata, SriHastanto, keris Indonesia termasuk 43 karya masterpiece didunia. ■ SHPENGAKUAN UNESCO:BERITA BUDAYA
                                
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61