Sistem Sunyi adalah cara menata batin agar seseorang dapat melihat dirinya dengan lebih jernih di tengah hidup yang bergerak cepat. Ia tidak mengajarkan doktrin atau metode khusus, tetapi memberi ruang agar seseorang mengenali apa yang sudah bekerja di dalam dirinya.
Kerangka dasarnya terdiri dari Spiral Kesadaran dan empat Orbit. Spiral membantu seseorang memahami tahap batin tempat ia sedang berada. Orbit menunjukkan bagaimana sunyi hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari stabilitas batin, relasi yang sehat, laku berkarya yang selaras, hingga kemampuan melihat makna yang lebih dalam.
Tulisan-tulisannya hadir dalam beberapa bentuk: Inti Sistem Sunyi sebagai kerangka, Esai Resonansi untuk menajamkan kepekaan, Seri Fraktal untuk laku kecil sehari-hari, Jejak Sunyi di Luar untuk sikap hening yang muncul di luar sistem, dan Studi Kasus untuk contoh nyata. Terakhir, tidak kalah pentingnya, Dialektika Sunyi, untuk membaca ulang istilah/konsep populer melalui orbit kesadaran Sistem Sunyi.
Sistem Sunyi juga memiliki dua peta besar yang menjadi semacam hub untuk mendalami Sistem Sunyi yaitu Sistem Sunyi Atlas dan Kamus Besar Dialektika.
Ada pula tiga ruang praktik yang menjaga ritme: ‘Latihan Sunyi’ sebagai jeda singkat, ‘Ritme Sunyi’ yang mengikuti waktu dan kondisi seseorang, serta ‘Satu Napas’ yang menghadirkan satu kalimat praktis sebagai jangkar cepat.
Sistem Sunyi juga menyediakan fitur pencarian yang membantu pembaca menemukan tulisan yang paling sesuai dengan keadaan batinnya, tidak hanya berdasarkan kata kunci, tetapi juga rasa dan orbit.
Tujuannya sederhana: menjaga keseimbangan rasa, menjernihkan makna, dan membantu seseorang tetap menemukan arah pulang.
Prof. Dr. Romli Atmasasmita, SH, LLM adalah arsitek pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dialah yang mengarsiteki dan memimpin tim mulai dari persiapan, pembentukan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilanjutkan dengan persiapan dan pembentukan KPK. Romli berperan strategis selaku Ketua Tim Perumus RUU KPK dan Ketua Tim Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK yang pertama.1]
Pdt. Dr Stephen Tong, Pendeta, komposer, arsitek / Pengkhotbah Kabar Baik | 1940 | Ensiklopedi | S | Member | Laki-laki, Kristen Protestan, , Pendeta, arsitek, komposer, Injil
Pendeta Dr. Stephen Tong, pengkhotbah kabar baik yang telah menerangi puluhan juta hati umat manusia (jemaat) di Indonesia dan berbagai negara. Pendeta yang juga bertalenta sebagai komposer, konduktor dan arsitek ini sudah berkhotbah di hadapan lebih dari 30 juta manusia dalam lebih 29 ribu kali kebaktian, di mana lebih dari 250.000 orang telah memberi diri menjadi hamba Tuhan.
Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Pr, Rohaniwan, budayawan, pengajar, arsitek, penulis / Suri Tauladan Bangsa | 6 Mei 1929 - 10 Feb 1999 | Ensiklopedi | Y | Laki-laki, Kristen Katolik, Jawa Tengah, Budayawan, Katolik, penulis, arsitek, Rohaniwan, pengajar
Ia dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, arsitek, penulis, aktivis dan pembela rakyat kecil. Kebaikan, keteladan, ketekunan dan jalan kebenaran yang ia tempuh, membuatnya dijadikan contoh oleh banyak orang.
Ir. Herlianto, MTh, Arsitek dan Pendeta / Arsitek yang Pendeta | 1 Okt 1941 | Direktori | H | Laki-laki, Kristen Protestan, Jawa Timur, Pendeta, arsitek, konsultan
Han Awal, Direktur PT Han Awal dan Partners Architect, 1971 / Arsitek Pemugar Bangunan Tua | 16 Sept 1930 | Direktori | H | Laki-laki, Kristen Katolik, Jawa Timur, dokumentasi, arsitek, konservatoris