Riel Niro
R

Catatan untuk Para Pengecut Digital

Apa yang tak viral, tak dianggap penting. Apa yang tak muncul di layar, tak dianggap terjadi....

Cara Halus Membungkam Suara

Tidak semua orang diam karena setuju. Banyak yang diam karena tahu: ucapan bisa menjadi risiko. Catatan Redaksi: Tulisan...

Hai Para Guru: Kalau Mau Cari Uang, Jadi Pedagang!

Di negeri ini, guru diajari untuk ikhlas sejak awal. Bukan karena sistem mendukung, tapi karena sistem...

Affan Dilindas, Tanggung Jawab Menguap

Seorang warga sipil tewas dilindas kendaraan taktis saat pengamanan demonstrasi. Tapi yang disampaikan justru daftar prosedur....

Ketika Rakyat Dianggap Bawahan

Ketika wakil rakyat mulai bicara seolah mereka atasan, kata-kata yang mestinya mewakili justru terasa merendahkan. Dan...

Rielniro: Tidak Mengetuk, Tidak Memaksa

Rielniro bisa disebut penulis yang tidak mengetuk. Ia menulis seperti seseorang yang hanya berdiri tenang di...

Ciri Orang Tolol Sedunia

Barangkali, inilah ciri sejati "orang tolol sedunia": mereka yang merasa diri paling benar, tetapi enggan mendengar....

Kemarahan yang Sah

Sulit berharap publik tetap tenang ketika yang mewakili justru mengejek. Ketika kritik dianggap ancaman dan protes...

Rielniro: Manifesto Sunyi

Di empat tulisan sebelumnya, kita melihat Rielniro dari berbagai sisi: merawat jeda, membaca tanda-tanda kecil, menjaga...

Ijazah Bukan Urusan Kami

Dalam logika yang sehat, kampus adalah pihak yang paling berwenang menyatakan apakah sebuah ijazah yang mereka...

Rielniro: Merangkai Gema dalam Dua Slide

Di tiga tulisan sebelumnya, kita mengenal Rielniro sebagai penulis yang merawat jeda, memahami sunyi, dan memilih...

Rielniro: Tidak Ingin Jadi Pusat

Di dua tulisan sebelumnya, Lorong Kata menelusuri Rielniro sebagai penulis yang merawat jeda dan memahami sunyi....

Advertisement

spot_img