Ikon Pendeta yang Bertobat

[ Erastus Sabdono ]
 
0
978
Erastus Sabdono
Erastus Sabdono | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Pdt. Dr. Erastus Sabdono, MTh, pendeta kelahiran Surakarta, 3 Desember 1959. Dia Gembala Sidang Rehobot Ministry, seorang ikon pendeta yang telah bertobat dan bertumbuh menjadi pengajar kebenaran Alkitab yang kompeten dan inovatif, untuk membangun logika iman umat kerajaan surga dalam kebenaran Alkitab. Dia juga penanggung jawab majalah dan renungan harian TRUTH, serta pembicara di berbagai seminar, KKR, TV dan radio, dan penulis buku yang inovatif.

Erastus Sabdono yang akrab dipanggil Pak Eras lahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Kristen. Sejak tahun 1976, saat berusia 17 tahun, dia telah mengambil keputusan melayani Tuhan sepenuh waktu. Sebelumnya, sebagai seorang remaja dia merasa hidup dalam kegelapan (hidup di luar kebenaran) kendati dibesarkan dalam keluarga Kristen.

Lalu, pada suatu saat, setahun setelah dia pindah ke Jakarta dari Solo, Jawa Tengah, melintas di benaknya kenangan kuat sebagai anak Sekolah Minggu. Kemudian, atas kemauan sendiri, Erastus datang ke sebuah Kebaktian Kebangunan Rohani. Dalam KKR itu, dia mengambil keputusan bertobat dan merasakan cinta mula-mula yang amat indah serta secara simultan bergelora rasa rindu untuk melayani. Setelah itu, dia berketetapan masuk Sekolah Alkitab dan mulai melupakan cita-citanya semula menjadi dokter. Dia pun mulai memberitakan Injil. Saat itu, dia aktif sebagai jemaat di GPIB Paulus, Jakarta Pusat.

Erastus Sabdono mengajarkan bahwa karya penebusan adalah merupakan upaya Tuhan untuk mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya. Menurutnya, keselamatan bukan hanya soal terhindar dari neraka dan masuk surga. Itu hanya buah. Melainkan, keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia pada rancangan-Nya. Jadi perlu proses panjang. “…, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia…” (1 Ptr. 1:18).

Kemudian dia aktif dalam pelayanan bidang musik di sebuah gereja kecil. Lalu terlibat dalam pelayanan remaja dan guru Sekolah Minggu. Dari gereja kecil itu dia mengenal Gereja Bethel Indonesia (GBI). Dia pun menyelesaikan studi S1 (STh) dari Institut Teologia dan Keguruan Indonesia (ITKI/Seminari Bethel Indonesia). Kemudian meraih gelar Master Teologia (MTh) di STT Jakarta. Lalu, meraih gelar Doktor Teologia dari STT Baptis Indonesia (STBI) Semarang. Sebelumnya dia menerima gelar Doktor Honoris Causa dari American Christian College.

Erastus pernah dipercaya menjadi ketua umum penginjil Indonesia (1996-1997). Saat itu, dia melihat harus ada perubahan dalam cara berpikir dengan menggunakan logika rohani yakni pola pikir yang berbasis pada dunia yang akan datang. Dia mengacu pada Firman Tuhan: “Di mana ada hartamu, di situ hatimu berada.” Jadi diperlukan logika rohani sebagai lawan (perubahan) dari pola pikir yang berbasis duniawi.

Sebagai gambaran, dia menjelaskan bahwa keberhasilan manusia di dunia bisa diperoleh oleh siapa saja yang bukan Kristen. Tapi (logika rohani) orang Kristen hendaknya menggunakan keberhasilan itu untuk Tuhan. “Jadi dibutuhkan kecerdasan, roh hikmat, untuk menggunakan apa yang kita miliki untuk Tuhan,” jelas Erastus Sabdono.[1]

Pola pikir (logika rohani) yang dia maksudkan lebih berdasarkan pada Injil Kerajaan Surga yang Tuhan ajarkan pada Perjanjian Baru. Namun bukan berarti perkataan para nabi dalam Perjanjian Lama ditinggalkan, sebab hal itu juga penting karena memuat kebenaran yang abadi.

Erastus Sabdono mengajarkan bahwa karya penebusan adalah merupakan upaya Tuhan untuk mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya. Menurutnya, keselamatan bukan hanya soal terhindar dari neraka dan masuk surga. Itu hanya buah. Melainkan, keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia pada rancangan-Nya. Jadi perlu proses panjang. “…, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia…” (1 Ptr. 1:18).

Dia menegaskan, menjadi orang Kristen bukan hanya bebas dari cengkraman iblis. Bila pikiran dan tindakan belum benar, berarti kita masih hidup dalam belenggu.

Bertobat Sebagai Pendeta

Pada tahun 1987, dia dan kawan-kawan belajar melayani di sebuah jemaat kecil yang dikenal sebagai gereja gubuk reot berukuran 10×5 meter di Perdatam, Kalibata, Jakarta Selatan. Jemaatnya hanya belasan orang. Ibadah pujian dan penyembahannya hanya diiringi gitar dan ketipung. Gereja kecil itu adalah GBI Rehobot.

GBI Rehobot tersebut pun dilanjutkannya hingga terus berkembang. Walaupun pada awalnya perkembangannya tidak terlalu cepat kerena dia juga masih harus melayani di beberapa tempat di antaranya menjadi salah seorang pembicara utama di GBI Tiberias, bahkan sebagai dosen dan sempat menjabat sebagai rektor di Seminari Bethel. Di Seminari Bethel tersebut dia mengabdi selama 21 tahun. Sehingga, kala itu, dalam satu minggu dia berkhotbah hingga 8 kali, tetapi hanya satu kali di Rehobot.

Kemudian, dia mengambil keputusan bertobat sebagai pendeta dan keluar dari Tiberias, untuk konsentrasi di Rehobot, sekaligus belajar bagaimana menyelenggarakan gereja sesuai dengan pola Alkitab. Suara hati pertobatannya sebagai pendeta dituangkannya dalam lirik lagu: “Di jalan itu kusesat, di rimbun rimba keputusanku/ Apa yang kupandang baik, ternyata timbunan ambisi/Di ujung hatiku nyeri meradang, duka sesalnya hati/Kulukai perasaan dan abaikan isi hati-Mu.”

Sejak 1987, dia menggembalakan jemaat Tuhan di Gereja Bethel Indonesia Rehobot, Jl. Sarinah I/7 Jakarta Selatan. Dia ingin mengaplikasikan pertobatannya sebagai pendeta dengan keberanian sebagai pendeta pengajar yang tidak populis dengan penuh janji-janji dan klaim teologi kemakmuran,muzijat-mujizat penyembuhan dan berkat duniawi; tetapi dengan konsisten dan inovatif membangun kedewasaan logika iman para jemaat dalam kebenaran Alkitab

Kala itu tidak ada rencana dan tidak punya keberanian untuk membuka ibadah di gedung. Walaupun karena lokasi gereja tidak cukup menunjang, maka dengan sukacita dan rela Erastus Sabdono membagikan kebenaran Firman Tuhan ke berbagai gereja guna menyingkapkan kebenaran Allah yang mendewasakan jemaat.

Lalu, dalam perkembangannya dan atas desakan beberapa teman akhirnya sejak pertengahan tahun 2000 dibuka dan dibangun juga ibadah (kebaktian) di gedung-gedung dan pusat keramaian di beberapa tempat. “Hal ini bukan dimaksudkan untuk menyaingi gereja lain, turut berkonkurensi atau berkompetisi memindahkan jemaat gereja lain ke kandang Rehobot; tetapi Rehobot Ministry hendak menjawab kebutuhan banyak orang Kristen yang sudah keluar dari hidup agamawinya yaitu tidak menjadikan Kekristenannya sekadar agama, tetapi jalan hidup. Mereka yang sudah selalu membutuhkan makanan keras, bukan lagi susu.” [2]

Dalam setiap membuka tempat ibadah, Erastus harus lebih dulu mempersiapkan pemimpin, supaya visi dan logika rohaninya dapat sampai. Begitu pula dalam hal pelayan Firman yang diundang untuk berkhotbah di Rehobot bukan hanya mereka yang “memiliki nama yang kondang” sebagai pengkhotbah yang laris di pasaran, tetapi mereka yang “mengerti apa yang Yesus Ajarkan”.

Estafet pengajaran yang harus diteruskan kepada jemaat harus terselenggara. Jemaat bukan hanya diiming-imingi dengan “berkat fisik yang fana”. Jemaat harus mulai mengerti kebenaran yang membawa jemaat “benar-benar siap ke surga” dan menjadi pelayan-pelayan Tuhan yang dewasa. Sehingga nantinya mereka bisa melayani di gereja masing-masing tanpa perlu menjadi jemaat Rehobot. Artinya, jemaat harus bisa berteologi tanpa harus melalui pendidikan teologi formal. Jadi belajar teologi itu di gereja. Karena jemaat pun memiliki tanggung jawab untuk menjala manusia hingga benar-benar percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Pengajar Kebenaran Alkitab

Visi Rehobot Ministry lahir dari kebutuhan mendesak gereja Tuhan dewasa ini, yaitu “Membangun Umat Kerajaan Surga Dalam Kebenaran”. Umat dibangun menjadi warga Kerajaan Surga yang baik, ini sesuai dengan perintah Tuhan: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya.” (Mat. 6:33) Kehidupan rohani umat yang harus diperhatikan. Tuhan Yesus berkata: “… di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.” (Mat. 16:18) Jemaat milik Tuhan, tetapi kita harus mengasihi dan merasa memiliki demi pertumbuhan iman dan kedewasaan mereka. Kebenaran yang dimaksud diatas adalah Firman Tuhan (Yoh. 17:17).

Gereja harus dilengkapi dengan pelayan-pelayan Firman. Bukan pelayan ide atau pikiran serta pengalaman pribadinya. Iman timbul dari pendengaran, pendengaran oleh Firman Tuhan (Rm. 10:17). Untuk itu yang dibutuhkan adalah Firman yang dapat membangun iman. Jemaat harus tekun belajar kebenaran Firman Tuhan dan bersungguh-sungguh dalam pengiringan kepada Yesus.

Pada akhirnya, jemaat dijumpai tidak bercacat dan tidak bercela di hadapan-Nya. Kita percaya kalau Rehobot adalah pekerjaan Tuhan, maka Tuhan akan mengawal gereja-Nya. Bukan oleh karena cakapnya gembala sidang dan stafnya, tetapi oleh kekuatan Tuhan. Untuk mencapai target ini setiap pekerja harus bersatu, rukun saling mengasihi, mendukung dalam pelayanan dan saling mempercayai. Setiap pekerja harus memiliki penaklukan diri kepada pimpinan di atasnya.

Misi Rehobot Ministry adalah melaksanakan amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, yaitu Mengajarkan kebenaran Tuhan kepada jemaat, sehingga setiap individu dalam jemaat benar-benar bukan hanya sebagai orang Kristen, tetapi pelayan Tuhan.

Erastus mengajarkan sudah saatnya kita merobohkan tembok pemisah gereja dan dunia, ibadah dan kerja sekuler, imam dan awam, hamba Tuhan dan jemaat, sebab kita semua seharusnya menjadi hamba Tuhan. “Ibadah kita adalah seluas dunia ini dalam segala aktivitas kita dan jam kebaktian kita adalah seluruh waktu hidup ini. Jemaat harus diajar kebenaran ini,” jelasnya.

Erastus berharap dari pengajarannya akan muncul pelayan-pelayan baru yang handal sebagai buahnya. Jemaat yang dia gembalakan berasal dari berbagai latar belakang pendidikan umum dan rata-rata memiliki kapasitas manajemen yang tinggi.

Erastus sendiri berperan sebagai pengajar utama di Rehobot. Hal mana visi dan logika rohani pengajaran di Rehobot harus selaras dengan apa yang dia pahami sebagai saksi Tuhan untuk memberitakan kebenaran di Rehobot.

Erastus dalam setiap khotbahnya benar-benar menggunakan metode proses belajar-mengajar. Selain menggunakan berbagai alat visualisasi, juga membuka kesempatan tanya jawab dengan jemaat. Tidak hanya dalam bentuk khotbah monolog sebagaimana lazimnya diperankan para pendeta. Dia benar-benar mengajar untuk mencerdaskan logika iman (kebenaran Alkitabiah dan aplikasinya dalam keseharian secara total) para jemaat atau pendengarnya.

Untuk mendukung proses pengajaran kebenaran Alkitab, Erastus bersama anggota jemaat juga membangun recording Sola Gracia, percetakan dan penerbitan. Dia sendiri memimpin majalah dan renungan TRUTH. Usaha ini dia kembangkan bersama para anggota jemaat dimana dia ikut sebagai pemegang saham. Hal ini juga menunjang aktifitasnya sebagai pembicara seminar, KKR, TV, radio, penulis buku, dan mencipta serta menyanyi lagu-lagu rohani.

Erastus Sabdono yang aktif sebagai gembala jemaat GBI Rehobot, pengkhotbah, dan pengajar kebenaran Alkitab, juga seorang pencipta dan penyanyi lagu rohani. Dia mulai mencipta lagu saat melayani Sekolah Minggu. Ketika itu, selain mencipta lagu, dia gemar menulis puisi dan cerpen untuk Sekolah Minggu.

Semua lagu-lagu ciptaannya selaras dengan visi dan misinya mengajar umat Tuhan untuk mencari kebenaran yang hakiki yakni kebenaran yang berdasarkan Alkitab. Dia menggunakan lagu sebagai media pengajaran kebenaran yang mengantar umat Tuhan menuju langit dan bumi baru dengan fokus pembaruan karakter.[3]

Erastus tidak mengenal waktu dan tempat dalam hal mencipta lagu. Bisa saja sebuah lagu tercipta ketika dia dalam perjalanan di tengah kemacetan lalulintas Jakarta. Seperti lagu Selalu untuk-Mu, tercipta ketika dalam perjalanan dari fly over Semanggi menuju Panin Hall di selatan Jl Sudirman, dimana dia menciptakan lagu itu hanya membutuhkan waktu 20 menit.

Berikut liriknya: Selalu untukMu selalu untukMu Tuhan dan Rajaku/Semua yang kuperbuat baik siang dan malam, selalu untuk-Mu/Segenap hidupku adalah milikMu ‘tuk kemuliaan-MU/Sampai ku tua nanti, sampai di Sorga nanti/Selalu UntukMu.

**

Saat ini, lokasi pelayanan dan sekretariat wilayah Rehobot Ministry ada di tujuh tempat di Jakarta, yaitu:

  • Graha Rehobot, Pertokoan Gading Kirana Blok A10/1-2, Kelapa Gading, Jakarta 14240, Telepon: +62-21-45842380, +62-21-45842381, Fax: +62-21-45842380;
  • Rehobot Perdatam, Untuk sementara pindah ke Aula Pomad, Jl. Kalibata Tengah I, Kompleks Pomad, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telepon: +62-21-7945615, +62-21-79192660, Fax: +62-21-79192680;
  • Pluit, Perwata Tower Lt. 17, Kompleks CBD Pluit, Jl. Raya Pluit Selatan No. 1, Pluit, Jakarta 14440;
  • Roxy Square, Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa 1, Jakarta 11450, Telepon: +62-21-56954546,Fax: +62-21-56954516;
  • Sarinah, Thamrin Handphone Center Lt. 1, Kawasan Sarinah, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat;
  • Sastra Graha, Gedung Sastra Graha Lt. 3A, Jl. Raya Perjuangan 21, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Telepon: +62-21-53671005, +62-21-53670425;
  • Taman Harapan Baru, Perumahan Taman Harapan Baru Blok P2/17, Bekasi Barat, Telepon: +62-21-8871803; Penulis: Ch. Robin Simanullang | Bio TokohIndonesia.com

Footnote:
[1] Pdt. Dr. Erastus Sabdono Wartakan Firman Tuhan yang Murni dan Orisinil, Majalah Bahana, Januari 2010. Juga bisa diakses di http://ebahana.com/warta-2049-Wartakan-Firman-Tuhan-yang-Murni-dan-Orisinil.html.
[2] Tentang Kami (Rehobot Ministry), http://www.rehobot.net/about
[3] Erastus Sabdono – Bukan Sekadar Mencipta, Majalah Bahana, Juni 2011. Juga bisa diakses di http://ebahana.com/warta-3446-Erastus-Sabdono-Bukan-Sekadar-Mencipta.html.

Data Singkat
Erastus Sabdono, Gembala Sidang GBI Rehobot Ministry / Ikon Pendeta yang Bertobat | Ensiklopedi | Kristen, Pendeta, GBI, Rehobot

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here