BIOGRAFI TERBARU

Continue to the category
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
More
    30 C
    Jakarta
    Trending Hari Ini
    Populer Minggu Ini
    Populer (All Time)
    Ultah Minggu Ini
    Lama Membaca: 4 menit
    Lama Membaca: 4 menit
    Lama Membaca: 4 menit
    Lama Membaca: 4 menit
    Beranda Publikasi Majalah Mimpi Piala Dunia

    Mimpi Piala Dunia

    0
    Majalah Berita Indonesia Edisi 76
    Majalah Berita Indonesia Edisi 76 - Mimpi Piala Dunia
    Lama Membaca: 4 menit

    VISI BERITA (Perlu Upaya Kuat, Mei 2010) – Capaian besar biasanya berawal dari ‘mimpi’ besar. Tapi untuk meraihnya diperlukan upaya yang kuat dan tidak mudah menyerah. Demikian halnya kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini, di tengah banyaknya persoalan yang demikian kusut, lahir sebuah mimpi “harus bisa lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022 serta Piala Konfederasi 2021.”

    Baca Online: Majalah Berita Indonesia Edisi 76 | Basic HTML

    Sebenarnya, saking kusutnya persoalan persepakbolaan Indonesia saat ini, pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sendiri mungkin bingung hendak membenahinya dari mana lebih dulu. Di tengah mandeknya pembangunan sarana dan prasarana sepakbola, pembibitan atau pengkaderan pemain yang profesional juga tidak berkembang. Kemudian, prestasi tim nasional maupun klub-klub nasional belum masuk hitungan di kancah regional, apalagi internasional. Sportivitas yang sangat dijunjung dalam semua cabang olahraga juga sangat rendah dalam persepakbolaan nasional. Kekerasan pemain kepada wasit atau antar pemain, apalagi antar suporter hampir selalu terjadi setiap kali ada pertandingan antar klub di Liga Indonesia. Kecurangan wasit yang diduga telah menerima suap juga menambah kusutnya persoalan. Bahkan, kedudukan Ketua PSSI sendiri yang sejak lima tahun terakhir mengalami pro kontra, juga ikut memperkeruh masalah.

    Di tengah carut-marutnya persoalan tersebut, di situ jugalah muncul keinginan bangsa ini untuk bisa ikut dalam pesta sepakbola terbesar sejagad, Piala Dunia tahun 2018. Keinginan itu tentu adalah suatu hal yang sangat mulia. Namun, mimpi atau keinginan yang indah belum tentu berakhir dengan indah. Agar berakhir dengan indah, mimpi tersebut harus diupayakan dengan segala daya upaya. Apalagi Indonesia dengan segala persoalan seperti disebutkan di atas, tentu adalah hal yang tidak mudah untuk memperbaikinya, apalagi waktunya relatif tidak lama lagi, yakni hanya delapan tahun lagi dari sekarang.

    Indonesia juga sebenarnya ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia. Namun, keinginan itu ditolak oleh organisasi sepakbola dunia, FIFA. Sebagai ganti mimpi tersebut, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kemudian melahirkan mimpi baru, yakni tim nasional harus bisa lolos ke Piala Dunia seperti disebutkan di atas.

    Demi mewujudkan mimpi itu, PSSI telah menyiapkan beberapa langkah untuk mencari dan melatih pemain muda yang berbakat. Misalnya, untuk mencari bibit-bibit berbakat dari kalangan pelajar, baru-baru ini telah dibentuk sebuah liga antar pelajar yang dinamai dengan Liga Pendidikan. Kemudian, para calon pemain tim nasional juga akan dikirim berlatih ke Australia selama 10 tahun ke depan. Kenapa harus ke Australia? Memang menjadi pertanyaan tersendiri. Banyak pihak meragukan kemampuan Australia menyiapkan mereka jadi pemain-pemain bertaraf internasional. Sebab, tim Australia sendiri masih tertatih-tatih dalam setiap putaran final Piala Dunia. Sebaliknya, banyak pihak berpendapat, semestinya PSSI memilih Brazil atau Argentina sebagai tempat latihan tim nasional, karena prestasi kedua negara tersebut sudah cukup berakar di Piala Dunia.

    Terlepas dari soal negara mana sesungguhnya yang paling baik sebagai tempat latihan tim nasional, kita yakin PSSI memilih Australia, pasti karena negara itu memiliki keunggulan tersendiri dibanding negara lainnya, dalam kaitannya sebagai tempat latihan tim nasional.

    Walau PSSI belum menunjukkan prestasi gemilang selama ini, namun untuk mewujudkan mimpi bangsa itu tadi, kiranya seluruh lapisan masyarakat perlu memberi dukungan. PSSI juga harus mengoreksi banyak hal. Pembinaan para pemain berbakat dan berpotensi misalnya, harus dilakukan secara konsisten, berkesinambungan dan melalui latihan serta turnamen dengan disiplin tinggi. Karena untuk mencari pemain berbakat, tidak mungkin bisa sekali jadi. Kemudian, pemilihan para pemain yang berpotensi itu harus dengan standar yang tinggi, tidak berdasarkan kolusi atau nepotisme.

    Semoga, dengan doa, upaya yang kuat dan tidak mudah menyerah, mimpi Indonesia lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022 serta Piala Konfederasi 2021, bisa terwujud. (red/BeritaIndonesia)

    Daftar Isi Majalah Berita Indonesia Edisi 76

    Dari Redaksi

    Advertisement

    Visi Berita

    Berita Terdepan

    Bung Warto

    Highlight/Karikatur Berita

    Berita Utama: Mimpi Ikut Piala Dunia

    Berita Hukum

    Berita Khas

    Berita Nasional

    Lentera

    Berita Ekonomi

    Indepth News

    Berita Politik

    Berita Tokoh

    Berita Daerah

    Berita Mancanegara

    Berita Iptek

    Berita Humaniora

    Berita Perempuan

    Berita Olahraga

    Berita Kesehatan

    Berita Publik

    Berita Hiburan

    Berita Buku

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini