Data Singkat
Muhadjir Darwin, Guru Besar Fisipol UGM, Kepala Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM / Agama yang Tidak Menghakimi | | Direktori | M | Laki-laki, Islam, , UGM, Dosen, peneliti
Nama:
Muhadjir Darwin, Drs, MPA, PhD, Prof
Lahir:
–
Profesi:
Guru Besar Fisipol UGM, Kepala Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM
Pendidikan:
Doktorandus Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, Desember 1977. Tesis: Peran kepemimpinan informal pada sosialisasi kontrasepsi modern di daerah pedesaan.
Master Administrasi Publik, University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat, Mei 1986 . Spesialisasi: Kebijakan Kependudukan dan Manajemen
Doctor of Philosophy dalam Administrasi Publik, University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat, Agustus. Spesialisasi: Analisis Kebijakan dan Disertasi Administrasi Pembangunan: Ekonomi dan Kesejahteraan Perumahan, Analisis Longitudinal Survei Nasional Indonesia, 1990.
Pelatihan:
Lokakarya Teknik Analisa Statistik Keluarga Berencana, 6 bulan, di Yogyakarta, 1979
Intensif Pelatihan Penelitian Pendidikan, BP3K, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta dan Yogyakarta, 1981-1982
Pekerjaan:
Research Assistant, Pusat Studi Kependudukan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia, 1978-1984.
Dosen, Program S1, Administrasi Publik, Universitas Sebelas Maret, Indonesia, 1979-1999.
Peneliti Senior, Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia, 1990-sekarang.
Dosen, Sarjana, Master dan Doktor, Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, 1990-sekarang.
Dosen, Program Magister Studi Kependudukan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, 1990-sekarang
Direktur Program Magister Administrasi Publik, Universitas Gadjah Mada, 1999-2002
Anggota, Penelitian Kolaborasi pada Pemberdayaan Perempuan, Arrow & Ford Foundation, 2002.
Direktur Program Magister Studi Kebijakan, Universitas Gadjah Mada, 2003-sekarang
Proffessor, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, 2007-sekarang
Asosiasi Profesional:
Asosiasi Ilmu Sosial Kesehatan Indonesia (Ketua Eksekutif), 1997-1998
The Indonesian Planned Parenthood Association, Daerah Istimewa Yogyakarta (Ketua III),1998-2004
Jaringan Asia-Pasifik tentang Kesehatan Ilmu Sosial, (Komite Pengarah), 1994-sekarang
Anggota Konsorsium Selatan Asia Timur pada Seksualitas dan Kesehatan, 2002-sekarang
Pengalaman Penelitian:
1991 Peningkatan Pembangunan Kelembagaan Pemerintah Badan Perencanaan Daerah di wilayah DIY dan Jawa Tengah (peneliti utama).
1992-1998 Penghargaan Penelitian Program Kesehatan Reproduksi, Kependudukan, dan Pembangunan (koordinator program).
1997-1998 Kekerasan terhadap Perempuan, CPP UGM dan Ford Foundation
1998-2003 Masri Singarimbun Award Program Kebijakan Kesehatan Reproduksi dan Studi Aksi (Koordinator Program).
1999-2000 Survei dan Riset Aksi Kekerasan terhadap Perempuan (peneliti utama)
2000 Master Plan untuk Transmigrasi dan Kebijakan Penduduk: Repeta, Propenas, dan Kebijakan Jangka Panjang
2002 Masyarakat dan Manajemen berbasis Sekolah. Departemen Pendidikan Nasional dan Magister Administrasi Publik Universitas Gadjah Mada.
2002-2003 Lintas Perbatasan Migrasi di Asia Tenggara dan Mekong Area (Collaborative Study Daerah).
2006 Perempuan Miskin Pemberdayaan melalui Layanan Keuangan Mikro (Metode Grameen Bank): Studi Kasus di Bayat, Klaten.
2006-2007 Pria Mencari Seks: Migrasi Regional dan Seksualitas di Asia Tenggara dan Chine (Collaborative Study Daerah)
Penghargaan:
Penghargaan sebagai dosen teladan, Universitas Sebelas Maret, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 1981.
Outstanding Leadership Award, University of Southern California, 1986.
Penghargaan Akademis terbaik, Universitas Southern California, 1990.
2008: Indonesia menghapus subsidi BBM untuk kapal ikan dan nelayan besar.
1990: Nelson Mandela dibebaskan dari penjara setelah 27 tahun.
1979: Revolusi Iran mencapai puncaknya dengan jatuhnya kekuasaan Shah secara penuh.
11 Februari
Suku Karo di Sumatera Utara menamai anak-anak mereka berdasarkan benda apa yang pertama dilihat saat anaknya lahir. Ada yang diberi nama "Kursi" karena benda itu yang ada di depannya. Diberi nama "Surat" karena sang ayah bekerja sebagai tenaga administrasi di Kecamatan, yang setiap hari surat-menyurat. Diberi nama "Timbul" karena lahir bertepatan dengan matahari timbul (baca: terbit). Meskipun sekilas terdengar lucu, semua nama itu mengandung harapan orangtua pada anaknya.