Lama Membaca: 2menitIJ Kasimo Hendrowahyono | Tokoh.ID
Data Singkat
Mr. Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono, Politisi, Pendiri Partai Katolik Indonesia / Politisi Berpendirian Teguh | 1900 – 1 Agts 1986 | Pahlawan | I | Laki-laki, Kristen Katolik, DI Yogyakarta, pahlawan nasional, Politisi, Pahlawan, Anggota DPR, Menteri, Katolik, Pemuka Agama
Wakil Republik Indonesia, di era RIS (Republik Indonesia Serikat)
Anggota Volksraad, 1931-1942
Pendiri partai politik Katholiek Djawi, yang berubah nama menjadi Perkoempoelan Politiek Katholiek di Djawa kemudian Partai Politik Katolik Indonesia (PPKI)
Guru Pertanian di Tegal dan Surakarta
Jabatan dalam Kabinet:
Menteri Perekonomian dalam kabinet Burhanuddin Harahap, 12 Agustus 1955-24 Maret 1956
Menteri Kemakmuran dalam kabinet Susanto, 20 Desember 1949-21 Januari 1950
Menteri Persediaan Makanan Rakyat dalam kabinet Susanto, 20 Desember 1949-21 Januari 1950
Menteri Kemakmuran dalam kabinet Hatta II, 4 Agustus 1949-20 Desember 1949
Menteri Pengadaan Makanan Rakyat dalam kabinet Hatta II, 4 Agustus 1949-20 Desember 1949
Menteri Kemakmuran dalam kabinet Darurat, 19 Desember 1948-13 Juli 1949
Menteri Persediaan Makanan Rakyat dalam kabinet Hatta I, 29 Januari 1948-4 Agustus 1949
Menteri Gerilyawan di Jawa Tengah di bawah Pemerintahan Darurat Dr. Soekiman, 1948-1948
Menteri Muda Kemakmuran I dalam kabinet Amir Sjarifuddin I, 3 Juli 1947-11 November 1947
Menteri Muda Kemakmuran I dalam kabinet Amir Sjarifuddin II, 11 November 1947-29 Januari 1948
Prestasi dan Penghargaan:
Gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah RI, 2011
Bintang Ordo Gregorius Agung oleh Yohanes Paulus II, 1980
Kesatria Komandator Golongan Sipil dari Ordo Gregorius Agung
2008: Indonesia menghapus subsidi BBM untuk kapal ikan dan nelayan besar.
1990: Nelson Mandela dibebaskan dari penjara setelah 27 tahun.
1979: Revolusi Iran mencapai puncaknya dengan jatuhnya kekuasaan Shah secara penuh.
11 Februari
Suku Karo di Sumatera Utara menamai anak-anak mereka berdasarkan benda apa yang pertama dilihat saat anaknya lahir. Ada yang diberi nama "Kursi" karena benda itu yang ada di depannya. Diberi nama "Surat" karena sang ayah bekerja sebagai tenaga administrasi di Kecamatan, yang setiap hari surat-menyurat. Diberi nama "Timbul" karena lahir bertepatan dengan matahari timbul (baca: terbit). Meskipun sekilas terdengar lucu, semua nama itu mengandung harapan orangtua pada anaknya.