Data Singkat
Pdt. Dr. Marko Mahin, STh, MA, Pendeta, Peneliti dan Dosen STT-GKE Banjarmasin / Antropolog Penyelami Kaharingan | 26 Mar 1969 | Wiki-tokoh | M | Laki-laki, Kristen Protestan, Kalimantan Tengah, Dosen, Pendeta, peneliti, antropolog
Nama:
Pdt. Dr. Marko Mahin, STh
Lahir:
Sei Kayu, Kabupaten Kapuas, Kalteng, 26 Maret 1969
Istri:
Widya Hastuti
Anak:
Angela (Lala), Evita
Pendidikan:
SD Negeri Pahandut 1 Palangkaraya, lulus 1982
SMP Negeri 1 Palangkaraya, 1985
SMA Negeri 1 Palangkaraya, 1988
S-1 Teologi, Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, 1997
S-2 Teologi, Universitas Leiden, Belanda, 2003
S-3 Antropologi, Universitas Indonesia, 2009
Karir:
Pengajar di Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis (STT-GKE),Banjarmasin, Kalsel, 2000-kini
Pengajar tak tetap di beberapa perguruan tinggi, 2007-kini
2008: Indonesia menghapus subsidi BBM untuk kapal ikan dan nelayan besar.
1990: Nelson Mandela dibebaskan dari penjara setelah 27 tahun.
1979: Revolusi Iran mencapai puncaknya dengan jatuhnya kekuasaan Shah secara penuh.
11 Februari
Suku Karo di Sumatera Utara menamai anak-anak mereka berdasarkan benda apa yang pertama dilihat saat anaknya lahir. Ada yang diberi nama "Kursi" karena benda itu yang ada di depannya. Diberi nama "Surat" karena sang ayah bekerja sebagai tenaga administrasi di Kecamatan, yang setiap hari surat-menyurat. Diberi nama "Timbul" karena lahir bertepatan dengan matahari timbul (baca: terbit). Meskipun sekilas terdengar lucu, semua nama itu mengandung harapan orangtua pada anaknya.