BIOGRAFI TERBARU

Continue to the category
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
More
    25.8 C
    Jakarta
    Trending Hari Ini
    Populer Minggu Ini
    Populer (All Time)
    Ultah Minggu Ini
    Lama Membaca: 2 menit
    Lama Membaca: 2 menit
    Lama Membaca: 2 menit
    Lama Membaca: 2 menit
    Beranda Berita Berita Tokoh Baptisan Batak Pertama

    Baptisan Batak Pertama

    Gerrit van Asselt membabtis Simon Siregar dan Jakobus Tampubolon

    0
    Orang Batak dari Tanah Batak Merdeka 1861: Foto Koleksi Van Asselt
    Lama Membaca: 2 menit

    Pada perayaan Paskah 31 Maret 1861 di Sipirok, sebelum Rheinische MissionsGesellschaft (RMG) Jerman, resmi mengawali misinya di Tanah Batak, 7 Oktober 1861, Van Asselt membaptis dua orang Batak pertama, sebagai buah sulung penginjilanĀ­ di Tanah Batak, setelah mereka dinilai cukup siap,[1] yakni Simon Siregar dan Jakobus Tampubolon.

    Buku Hita Batak, A Cultural Strategy

    Pada Desember 1859, setelah banyak berdoa dan berjuang, Van Asselt memutuskan untuk meminta peĀ­ngunduran dirinya sebagai Pengawas Tanaman, untuk bisa lebih fokus mengabdikan diri sebagai misionaris penginjilan. Bersamaan dengan itu, Rheinische MissionsGesellschaft (RMG) Jerman telah berencana melaksanakan misi ke Tanah Batak.

    Sementara, pada perayaan Paskah 31 Maret 1861 di Sipirok, sebelum RMG resmi memulai misinya di Tanah Batak, Van Asselt membaptis dua orang Batak pertama (sulung) buah penginjilan­nya, setelah mereka dinilai cukup siap,[2] yakni Simon Siregar (Si Main) dan Jakobus Tampubolon (Si Pagar). Suatu perayaan Paskah menyenangkan yang telah lama dirindukannya. Van Asselt mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dari lubuk hatinya dan hampir tidak bisa mengungkapkan betapa besar sukacita perasaannya.[3] Kita memandang, sesungguhnya gereja-gereja di Tanah Batak (HKBP, HKI, GBKP, GKPS, GKPA, GKPB, GKPI, GKLI, Katolik, GMI, GPI, GBI, dll) sepantasnya memperingati dan merayakan tanggal 31 Maret 1861 sebagai Hari Baptisan Batak atau hari kelahiran Gereja di Tanah Batak (Th. Müeller Krüeger)[4] dalam suatu upacara sendiri-sendiri atau bersama, tanpa ego sektoral organisasi gereja.

    Setelah Hari Baptisan Batak pertama itu semakin lebih banyak orang yang tertarik datang ke pendidikan baptisan yang dilayani Van Asselt. Yakobus dan Simon Petrus pun selalu membawa sukacita; mereka membawa Injil ke kerabat meĀ­reka dan pergi ke kampung-kampung di sekitarnya. Setelah jiwa mereka dibebaskan dari jerat iblis (kegelapan), mereka tidak beristirahat melainkan selalu ingin berbagi kebahagiaan dan kedamaian kepada semua orang Batak.

     

    Cuplikan Buku Hita Batak A Cultural Strategy Jilid 3 Oleh Ch. Robin Simanullang. Informasi lebih lanjut: https://tokoh.id/buku-hita-batak/

     

    Footnote:

    [1] Coolsma, S., 1901, bl. 308

    [2] Coolsma, S., 1901, bl. 308

    Advertisement

    [3] Asselt, G. van, ca.1895: bl.10-11.

    [4]Ā Ā  Sitompul, A.A. Dr. Pdt.. 2005 (1981). Sitotas Nambur Hakristenon di Tano Batak, Cetakan Kedua; Jakarta: Dian Utama., h.16-18.

    Buku Hita Batak, A Cultural Strategy

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini