Data Singkat
Prof Dr Koentjaraningrat, Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia (1962-1999) / Bapak Antropologi Indonesia | 15 Jun 1923 – 23 Mar 1999 | Ensiklopedi | K | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, Guru Besar, UGM, Guru, UI, penulis, antropologi
Nama:
Prof Dr Koentjaraningrat
Lahir:
Yogyakarta, 15 Juni 1923
Meninggal:
Jakarta, 23 Maret 1999
Pekerjaan:
Guru Besar Antropologi pada Universitas Indonesia, 1962-1999
Agama:
Islam
Isteri:
Kustiani (Stien)
Anak:
Sita Damayanti
Rina Tamara
Inu Dewanto
Orangtua:
RM Emawan Brotokoesoemo dan RA Pratisi Tirtotenojo
Pendidikan:
Doktor HC dari Universitas Utrecht, Negeri Belanda, 1976
Doktor antropologi dari Universitas Indonesia, 1958
MA Antropologi dari Yale University, AS, 1956
Sarjana Sastra Bahasa Indonesia dari Universitas Indonesia 1952
Sarjana Muda Sastra Bahasa Indonesia dari Universitas Gajah Mada, 1950
AMS (SMA) Yogyakarta, 1942
MULO (SMP) Yogyakarta, 1939
Europeesche School, SD, Yogyakarta, 1936
Karir:
Guru Besar tamu di Universitas Utrecht, Belanda, Universitas Columbia, Universitas Illinois, Universitas Ohio, Universitas Wisconsin, Universitas Malaya, Ecole des Hautes, Etudes en Sciences Sociales di Paris dan Center for South East dan Asian Studies di Kyoto
1945: Tentara Sekutu membebaskan kamp konsentrasi Mauthausen di Austria.
1970: Penembakan di Universitas Kent, Ohio, menewaskan 4 mahasiswa yang memprotes Perang Vietnam.
1955: Provinsi Kalimantan Barat resmi dibentuk dalam struktur NKRI.
04 Mei
Penyebutan angka 1-9 dalam huruf Bahasa Indonesia mengandung misteri. Jika kita menjumlahkan dua angka yang huruf awalannya sama, maka hasilnya selalu sepuluh. Berawalan S : Satu + Sembilan = Sepuluh | Berawalan D : Dua + Delapan = Sepuluh | Berawalan T : Tiga + Tujuh = Sepuluh | Berawalan E : Empat + Enam = Sepuluh | Bahkan Lima + Lima = Sepuluh