Intelijen Berdedikasi Tinggi

[ Yoga Soegomo ]
 
0
1100
Yoga Soegomo
Yoga Soegomo | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Ia dikenal sebagai seorang intelijen berdedikasi dan disiplin tinggi. Jenderal TNI (Purn) Yoga Soegomo yang mantan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) dan merangkap KasKopkamtib ini memiliki intuisi yang sangat kuat sebagai intel. Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 12 Mei 1925 meninggal dunia pada usia 78 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, Rabu 23 April 2003 pukul 10.00 WIB, karena komplikasi beragam penyakit.

Ia meninggalkan dua orang istri, Sudarwati Soegomo (8 anak) dan istri kedua Rianny Yoga Soegomo (2 anak) serta 14 orang cucu. Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl Patimura No 16. Kemudian sekitar pukul 15.00 dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dalam upacara kenegaraan dengan inspektur upacara mantan Wakil Presiden Try Soetrisno. Sebelumnya, sebagai inspektur upacara di rumah duka adalah Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Darsono.

Yoga dikenal sebagai seorang intelijen yang memegang teguh profesionalisme intelijen dan rahasia negara. Ia merupakan salah satu intelijen terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia yang betul-betul memegang teguh prinsip dan profesional dalam bertugas. Ia hanya memberikan informasi kepada negara dan memegang teguh rahasia negara. Intelijen kawakan ini pernah mengenyam pendidikan pada Akademi Militer Tokyo, Jepang, dan Sekolah Dinas Rahasia Inggris MI-6 tahun 1950. Ia adalah orang pertama yang membangun Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) dan membersihkan orang-orang Badan Pusat Intelijen (BPI) yang berada di bawah pengaruh Wakil Perdana Menteri Soebandrio.

Ia mengawali kariernya sebagai penerjemah tentara Sekutu di Tokyo (1945). Kemudian, menjadi Asisten I Staf Teritorium Militer Banyumas (1948-1949), Asisten I Brigade Gunungjati (1949-1950), Asisten I Kodam Diponegoro (1955-1959), Dan RTP II Diponegoro (1959-1960), Atase Militer di Yugoslavia (1962-1965), Asisten I Kostrad (1965-1966). Kemudian menjabat Wakil Ketua G-I Koti (1966-1967), Direktur Internasional Strategi Hankam (1967-1968), Waka Bakin (1968), Kabakin (1968-1969), Ketua G-I Hankam/Dan Satgas Intel/As Intel Kopkamtib/Kapus Intel Strategi Hankam (1969-1971). Setelah menjabat Dubes/Wakil Kepala Perwakilan Tetap RI di PBB, New York (1971-1974), ia diangkat sebagai Kepala Bakin dan sejak tahun 1978 sampai 1989 ia merangkap Kepala Staf Kopkamtib.

Selama dalam karir militer dan intelijen, ia telah mendapat 24 tanda kehormatan dari dalam dan luar negeri. Penghargaan dari dalam negeri di antaranya Bintang Maha Putra Adhi Perdana, Bintang Maha Putra Utama, Satya Lencana Wira Dharma, dan Sata Lencana Penegak. Sedangkan dari luar negeri, antara lain Bintang Nasional Republik Korea Selatan Tingkat I, Bintang Kun Itto (Kelas I) dari Kekaisaran Jepang, dan Bintang Anti Komunis dari Republik China. Ia juga mendapat gelar doktor honoris causa dari Fakultas Kebudayaan Cina, Universitas Taipei, tanggal 1 Maret 1955.

Menurut Bambang Riyadi Soegomo, putra ketiga almarhum, ayahnya wafat karena komplikasi gagal ginjal, jantung, dan diabetes. Penyakit itu sudah cukup lama diderita. Bahkan sekitar empat atau lima tahun lalu, pernah operasi cangkok ginjal di China.
Bambang, yang Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini mengatakan, ayahnya selalu menanamkan disiplin dan kerja keras kepada keluarga. ”Ketika saya kecil dulu, beliau tidak pernah mau memunyai pembantu. Anak-anaknya disuruh mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Kita anak-anak sudah biasa nyuci atau nyetrika baju sendiri. Itu terbawa sampai sekarang.”

TI, dari berbagai sumber

Data Singkat
Yoga Soegomo, Kabakin dan Kastaf Kopkamtib 1978-1989 / Intelijen Berdedikasi Tinggi | Ensiklopedi | negara, intelijen, badan, koordinasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here