Integritas dan kapabilitas, kreatif dan inovatif, kasih sayang dan kepedulian sosial, kejujuran dan ketulusan, kewajaran dan keadilan, kepercayaan dan tanggung jawab, akal budi dan tawakal, telah menjadi bagian integral dalam proses pembentukan jati diri Ir. Rauf Purnama.Penulis: Ch. Robin Simanullang
Oleh: Ir Rauf Purnama, Ketua Umum PII Jakarta, 01/09/2004: Indonesia adalah negara kaya namun relatif masih belum makmur dan sejahtera. Hal itu terlihat dari masih rendahnya angka GDP (Gross Domestic Product), penerimaan pemerintah dari Pajak (PPn dan PPh), Non Pajak, cadangan devisa, serta masih sempitnya lapangan pekerjaan.
Jakarta, 18/04/2003: Sebagai seorang pemikir dan pelaku industri, Rauf Purnama tak pernah berhenti berpikir untuk bisa melahirkan sesuatu demi masa depan bangsanya. Ia ingin mewujudkan obsesinya untuk membangun pabrik enerji (bahan bakar) alternatif terpadu dengan penyediaan bahan baku pabrik pakan ternak. Obsesi ini bergelora dalam pikirannya setelah melihat permasalahan enerji non-renewable (tidak dapat diperbaharui) yang pada suatu saat pasti habis, serta permasalahan pakan ternak yang masih belum swasembada.
Tidak banyak orang yang sekaligus sebagai pemikir dan pelaku industri. Salah satu di antara yang langka itu ialah Ir Rauf Purnama. Dia sukses merancang dan memimpin beberapa proyek industri pupuk dan kimia di tanah air.
Ir. Rauf Purnama, Presdir PT Bakrie Kimia Investama / Pembentukan Jati Diri | 21 Mar 1943 | Ensiklopedi | R | Member | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, Pupuk, CEO, Penemu, ITB, Dirut, kimia, penulis, komisaris