Data Singkat
Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Abdullah Makhmud Hendropriyono, Kepala Badan Intelijen Negara 2001-2004 / Guru Besar Ilmu Intelijen Pertama | 7 Mei 1945 | Ensiklopedi | H | Laki-laki, Islam, DI Yogyakarta, Menteri, intelijen, BIN
Nama:
Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Abdullah Makhmud Hendropriyono, Drs, SE, ST, SH, MBA, MH
Nama Populer:
AM Hendropriyono
Lahir:
Yogyakarta, 7 Mei 1945
Jabatan:
Guru Besar Ilmu Intelijen Sekolah Tinggi Intelijen Negara (2014-sekarang)
Kepala Badan Intelijen Negara 2001-2004
Pendidikan Militer :
Sesko ABRI (1989)
United States Army General Staff College Fort Leavenworth USA (1980)
Australian Intelligence Course Woodside (1971)
Akademi Militer Nasional Magelang (1967)
Pendidikan Umum :
Pasca Sarjana Administrasi Niaga University of the City of Manila, Phillipina.
Sarjana Teknik Industri Universitas Achmad Yani Bandung
Sarjana Ekonomi Universitas Terbuka Jakarta (1995)
Sarjana Hukum Sekolah Tinggi Hukum Militer Jakarta
Sarjana Administrasi Negara STIA LAN RI Jakarta (1985)
Pekerjaan:
Guru Besar Ilmu Intelijen Sekolah Tinggi Intelijen Negara (2014-sekarang)
Operasi Sandi Yudha, Menumpas Gerakan Klandestin (diluncurkan di Jakarta, 7 Mei 2013). Menceritakan operasi-operasi militer yang dilakukan Hendropriyono semasa muda dan aktif sebagai militer untuk melakukan tugas-tugas negara.
2008: Indonesia menghapus subsidi BBM untuk kapal ikan dan nelayan besar.
1990: Nelson Mandela dibebaskan dari penjara setelah 27 tahun.
1979: Revolusi Iran mencapai puncaknya dengan jatuhnya kekuasaan Shah secara penuh.
11 Februari
Suku Karo di Sumatera Utara menamai anak-anak mereka berdasarkan benda apa yang pertama dilihat saat anaknya lahir. Ada yang diberi nama "Kursi" karena benda itu yang ada di depannya. Diberi nama "Surat" karena sang ayah bekerja sebagai tenaga administrasi di Kecamatan, yang setiap hari surat-menyurat. Diberi nama "Timbul" karena lahir bertepatan dengan matahari timbul (baca: terbit). Meskipun sekilas terdengar lucu, semua nama itu mengandung harapan orangtua pada anaknya.