Mendirikan sanggar “Teater Bahana” bersama Armawai KH., 1974
Menyutradarai pertunjukan teater kolosal di Balai Dang Merdu Pekanbaru dengan judul Harimau Tingkis, 1974
Menyutradarai pertunjukan teater modern di Gedung Trikora Pekanbaru berjudul Tanda Silang, 1968
Mengikuti Festival Drama di Pekanbaru yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Riau, 1964
Mengadakan pertunjukan drama spektakuler di depan Kantor RRI Tanjung Pinang, bersama Galeb Husein, 1959
Membentuk sebuah kelompok teater non formal di Tanjung Pinang bersama Hanafi Harun, di Rengat 1958
Mendirikan sebuah sanggar sandiwara bernama “Gurinda” di Tarempa, 1952
Bermain sandiwara bersama grup Seniman Muda Indonesia (SEMI) asuhan Agus, Moeis dan Hasbullah, di Rengat 1945
Menggelar sandiwara dengan ide cerita Nosesang, di Tanjung Pinang 1944
Bermain drama dalam bahasa Jepang produksi Raja Khadijah, 1943
Membentuk Grup Movies Teater di Gedung Kesenian Jakarta bersama dengan Alex Zulkarnain
Menyutradarai pertunjukan “Hariamau Tingkis” di Balia Dang Merdu di bawah koordinator BM Syam dengan para pemain antara lain Faruq AIwi, Patopoi Menteng, Akhyar dan Yusuf Dang
Karya:
Kumpulan puisi:
Luput, dituliskan kembali oleh Armawi KH, 1986
Burung Waktu, diterbitkan oleh Gramitra Pekanbaru, 1990
Idrus Tintin Seniman dari Riau; Luput, Burung Waktu, dan Nyanyian di Lautan, Tarian di Tengah Hutan, 1996
Jelajah Cakrawala; Seratus Lima Belas Sajak Idrus Tintin, 2003
Naskah teater:
Buih dan Kasih Sayang Orang Lain
Bunga Rumah Makan
Awal dan Mira
Pasien
Penghargaan:
Bintang Budaya Parama Dharma, 2011
Seniman Pemangku Negeri (SPN) kategori Seni Teater, dari Dewan Kesenian Riau, 2001
Anugerah Sagang Kategori Seniman dan Budayawan Pilihan Sagang, dari Yayasan Sagang, 1996
The Best Actor dalam Festival Drama di Pekanbaru dari Pemerintah Provinsi Riau, 1996
1976: Saham pertama diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta pasca nasionalisasi.
1945: Konferensi Yalta dimulai antara Roosevelt, Churchill, dan Stalin.
2004: Facebook resmi diluncurkan oleh Mark Zuckerberg di Harvard.
04 Februari
Indonesia merupakan negara yang memiliki suku bangsa terbanyak di dunia, dengan lebih dari 740 suku bangsa/etnis, sehingga tidak heran jika Indonesia juga merupakan negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yakni 583 bahasa dan dialek.