Lama Membaca: < 1menitKestity Pringgoharjono | Tokoh.ID
Data Singkat
Kestity Pringgoharjono (Kesty), Presiden dari “Preserve Indonesia”, 2003-sekarang / Mengangkat Centhini Modern | 10 Feb 1974 | Wiki-tokoh | K | Perempuan, Islam, DKI Jakarta, Presiden, sastra, centhini, kuno
Nama:
Kestity Pringgoharjono
Nama Lahir:
Kestity Adyandini
Lahir:
Jakarta, 10 Februari 1974
Pekerjaan:
Presiden dari “Preserve Indonesia”, 2003-sekarang
Suami:
Muljono Pronggoharjono
Anak:
Alex
Kalara
Pendidikan:
Master of Applied Finance, Macquarie University, Sidney
Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta
Art History Course, Teh Victoria and Albert Museum, London
Asian Art Diploma, The British Museum, London
Kegiatan:
2003-sekarang: presiden dari “Preserve Indonesia”
“Wearable Art” pameran batik di Korea bekerja sama dengan Korea Foundation Cultural Center dan Bin House, Seoul 2010
“Indonesia Inspired” bekerja sama dengan Asia House, London, 2008
2006: Penerbitan “The Centhini Story: The Javanese Journey of Lfe” dengan Marshall Cavendish (Times Editions), Singapura 2006
2008: Indonesia menghapus subsidi BBM untuk kapal ikan dan nelayan besar.
1990: Nelson Mandela dibebaskan dari penjara setelah 27 tahun.
1979: Revolusi Iran mencapai puncaknya dengan jatuhnya kekuasaan Shah secara penuh.
11 Februari
Suku Karo di Sumatera Utara menamai anak-anak mereka berdasarkan benda apa yang pertama dilihat saat anaknya lahir. Ada yang diberi nama "Kursi" karena benda itu yang ada di depannya. Diberi nama "Surat" karena sang ayah bekerja sebagai tenaga administrasi di Kecamatan, yang setiap hari surat-menyurat. Diberi nama "Timbul" karena lahir bertepatan dengan matahari timbul (baca: terbit). Meskipun sekilas terdengar lucu, semua nama itu mengandung harapan orangtua pada anaknya.