Jadikan Hidup Lebih Bernilai

[ Agus Martowardojo ]
 
0
55
Agus Martowardojo
Agus Martowardojo | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Sebagai direktur utama, dia berobsesi mewujudkan Bank Permata menjadi lembaga keuangan terkemuka di Indonesia maupun regional. Bankir yang sebelumnya berkiprah di Badan Penyehatan Perbankan Nasional dan Bank Mandiri ini bertekad menjadikan bank yang merupakan penggabungan dari lima bank (Bank Bali, Bank Universal, Bank Patriot, Bank Artha Media dan Bank Prima Express) ini menjadi bank profesional yang memiliki hubungan kuat dengan nasabah.

Dia menggariskan lima nilai korporasi PermataBank, yakni trust, integrity, service, excellence dan professionalism. Dengan memegang teguh kelima nilai korporasi itu, dia yakin dapat membangun budaya korporasi yang merupakan ciri khas PermataBank, menjadi bank yang memiliki hubungan kuat dengan nasabah. Berlandaskan komitmen bekerja untuk “Menjadikan hidup lebih bernilai”, dia yakin PermataBank akan dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Sarjana Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1984) ini telah mengikuti berbagai Banking & Management Courses termasuk di State University of New York, Buffalo, USA, Stanford University, Palo Alto, USA dan Institute of Banking & Finance, Singapore. Dia memulai karir di Bank of America NT & SA (1984) melalui Officer Development Program dan sebagai International Loan Officer, PT Bank Niaga Tbk sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Jakarta dan Surabaya (1986 – 1994).

Kemudian, dia menjabat Deputy Chief Executive Officer di Maharani Holding (1994), Direktur Utama di Bank Bumiputera (1995 – 1998) dan Direktur Utama di Bank Ekspor Impor Indonesia (1998). Lalu dipercaya menjabat Managing Director Risk Management and Credit Restructuring di Bank Mandiri (1999), Managing Director Retail Banking and Operation Coordinator (2000), dan Managing Director Human Resources and Support Services (2001). Sebelum diangkat menjadi Direktur Utama PermataBank terhitung sejak 31 Oktober 2002, dia dipercaya sebagai Advisor bagi Ketua dan Wakil Ketua BPPN untuk bidang Perbankan (2002).

Belum setahun menjadi dirut PT Bank Pertama, Agus sudah dipercaya kalangan perbankan untuk menduduki jabatan Ketua Umum Perbanas (Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional Swasta) periode 2003 – 2006. Kepercayaan ini bukan hal yang mengejutkan. Sebab sebelumnya, selama lima tahun, dia pernah aktif di lingkungan Himbara (Himpunan Bank-bank Miliki Negara).

Menurutnya, PermataBank sebagai hasil merger lima bank di bawah BPPN telah menciptakan suatu bank dengan skala ekonomis yang lebih besar, jaringan yang lebih luas serta alokasi sumber daya yang lebih efisien. PermataBank diharapkan dapat menjadi institusi perbankan yang mampu berkinerja secara berkesinambungan (sustainable) dan memberikan nilai tambah bagi para stakeholder.

Dalam sambutannya Mei 2003, Agus mengatakan patut disyukuri bahwa proses merger PermataBank, baik dari sisi hukum maupun operasional, telah dapat diselesaikan dengan baik pada akhir Desember 2002 dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun sebagian besar aktivitas sudah dapat dituntaskan, namun masih ada beberapa hal yang masih harus diselesaikan, seperti sosialisasi logo PermataBank, rasionalisasi jumlah kantor cabang dan sumber daya manusia, harmonisasi produk dan standarisasi cabang. Untuk menghindari ketidaknyamanan yang akan dirasakan oleh para nasabah terutama akibat perubahan kebijakan, sistem dan prosedur, PermataBank telah membentuk task force khusus untuk menangani tahap stabilisasi dan optimalisasi pasca merger secara efektif.

Dikemukakan, PermataBank pada tahun 2002 membukukan kerugian sebesar Rp 808,22 miliar. Kerugian ini merupakan penjumlahan kinerja laba rugi eks legacy PT Bank Bali Tbk sebagai Bank Rangka untuk periode Januari 2002 sampai dengan September 2002 dan kinerja laba rugi PermataBank sebagai Bank Hasil Penggabungan untuk periode Oktober 2002 sampai dengan Desember 2002.

Kerugian ini terutama disebabkan oleh adanya pembebanan biaya merger sebesar Rp 482,25 miliar dan tambahan beban pembentukan PPAP sehubungan dengan merger sebesar Rp 342,34 miliar. Biaya merger sebesar Rp 482,25 miliar tersebut adalah porsi biaya merger yang dibebankan kepada eks legacy PT Bank Bali Tbk dari total biaya merger sebesar Rp 1,6 triliun, sedangkan sisanya yang merupakan porsi biaya merger yang dibebankan kepada keempat bank peserta merger lainnya telah diperhitungkan di dalam pos Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang terdapat pada neraca konsolidasi bagian ekuitas.

Pada posisi 31 Desember 2002, jumlah kredit yang diberikan (gross) berjumlah Rp 8,93 triliun, jumlah dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun adalah berjumlah Rp 21,89 triliun, dan total ekuitas konsolidasi per 31 Desember 2002 mencapai Rp 1,16 triliun, yaitu setelah BPPN mewakili Pemerintah melakukan Penempatan Modal Sementara sebesar Rp 4,6 triliun dalam rangka merger, sehingga Rasio Kecukupan Modal (CAR) PermataBank pada akhir tahun 2002 mencapai 10,4%.

Berkat upaya-upaya yang telah dilakukan di tahun 2002, khususnya kegiatan merger, pengelolaan aktiva produktif dan pengendalian operasional secara efisien dan efektif, maka pada kuartal I tahun 2003 PermataBank telah berhasil membukukan laba sebelum pajak perusahaan induk sebesar Rp 102,29 miliar (sebelum diaudit). Di samping itu, budaya kerja sudah mulai tumbuh serta berjalan seirama, dan nama PermataBank sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami optimis bahwa PermataBank mampu menunjukkan kinerja yang lebih baik di tahun 2003 dan berpotensi untuk tumbuh dan berkembang secara sehat seperti yang diharapkan.

Ditegaskannya, semua rencana strategis PermataBank tidak akan pernah dapat direalisasikan tanpa ada dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integritas yang baik. Karena itu kami menyerukan kepada PermataBanker agar dalam bekerja dan berinteraksi baik secara internal maupun eksternal selalu memegang teguh lima nilai korporasi PermataBank, yaitu trust, integrity, service, excellence dan professionalism. Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, kita akan dapat membangun budaya korporasi yang merupakan ciri khas PermataBank. Tsl

Data Singkat
Agus Martowardojo, Menteri Keuangan (2010-sekarang) / Jadikan Hidup Lebih Bernilai | Ensiklopedi | Pejabat, Menteri, Dirut, direktur, bankir

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here