Ilmuwan Politik yang Tak Tergoda Politik Praktis

[ Rusadi Kantaprawira ]
 
0
278
Rusadi Kantaprawira
Rusadi Kantaprawira | Tokoh.ID

[DIREKTORI] Di kalangan mahasiswanya, Dosen Unpad yang jadi anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum), ini digelari sebagai ilmuwan politik yang tak tergoda politik praktis. Sebagai ilmuwan, ia juga tak tergiur dengan kepentingan- kepentingan sesaat suatu kelompok kepentingan, termasuk partai politik. Ia ilmuwan yang independen dan nonpartisan.

Ada satu hal yang tak bisa disembunyikan Dr. Rusadi Kantaprawira tatkala berbicara. Dikenal sebagai figur yang halus, santun dan teratur tatkala berbicara, serta menguasai beberapa bahasa, Rusadi rupanya tak bisa menyembunyikan aksen Sundanya.

Lahir di Bandung 59 tahun lalu, Rusadi pada mulanya mendalami bidang hukum. Alumni Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, Universitas Padjadjaran ini, pernah mengikuti Post Graduate di Rijksuniversiteit di Leiden Belanda tahun 1989/1990. Dua tahun sepuĀ­lang dari Belanda, ia meraih gelar doktor ilmu politik di Unpad.

Disertasi penulis buku teks ‘Sistem Politik Indonesia’ ini memang soal pemilu. Disertasi berjudul ‘Pengaruh Pemilihan Umum terhadap Perilaku Politik Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia:Dimensi Budaya Politik dan Budaya Hukum’ diraih dengan predikat cum laude.

Sebagai salah satu ahli yang mendalami pemilu, ia direkrut sebagai tim pakar RUU Pemerintahan Daerah, Departemen Kehakiman serta menjadi anggota tim revisi paket Undang Undang Politik yang dibentuk Departemen Dalam Negeri. Pengalaman, kemampuan dan integritasnya sebagai ilmuwan telah melempangkan jalan untuk melewati mekanisme uji kelayakan sebagai anggota KPU.

Rusadi yang juga Kepala Pusat Studi dan Pengkajian Masalah Asia, Afrika, ASEAN dan Negara-negara Berkembang Unpad ini, rupanya demikian larut dengan dunia keilmuan. Koleganya mengingatkan agar ia menyiapkan persyaratan administratif sebagai guru besar, karena Rusadi dinilai tak menyentuh soal itu. Sebagai dosen senior, pangkat PNS Rusadi ternyata tak sesuai dengan senioritasnya.

Saat meninjau museum KPU, ia tertarik pada deretan buku-buku berbahasa Belanda, yang seolah tak pernah disentuh. “Tolong buku ini dipelihara dengan baik,” kata Rusadi pada petugas museum. Konon di lingkungan KPU sulit menemukan figur yang mampu berbahasa Belanda dengan baik. Keberadaan Rusadi, sekaligus, juga mengisi kekurangan ahli yang bisa berbahasa Belanda. TI, KPU

Data Singkat
Rusadi Kantaprawira, Anggota KPU / Ilmuwan Politik yang Tak Tergoda Politik Praktis | Direktori | Unpad, Dosen, KPU

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here