Berangkat dari Penyanyi Cilik

[ Adi Bing Slamet ]
 
0
173
Adi Bing Slamet
Adi Bing Slamet | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Namanya berkibar sebagai penyanyi cilik di dekade tahun 70-an. Dari sekian banyak nomor hits yang berhasil dicetaknya, yang terlaris adalah Mak Inem. Meski era keemasannya telah berlalu, ia tetap eksis sebagai pemain film dan sinetron serta menjadi komedian. Sebagai mantan penyanyi cilik, ia merasa prihatin dengan kian tenggelamnya lagu anak-anak di masa sekarang ini.

Ayahnya, Bing Slamet seorang seniman lawak senior, menghadiahinya nama Ferdinand Syah Akbar. Setelah mengikuti jejak sang ayah di dunia hiburan, Ferdinand kemudian lebih dikenal dengan nama Adi Bing Slamet. Pria kelahiran 6 Maret 1967 ini memilih dunia tarik suara dan akting sebagai wadah untuk menyalurkan kreativitasnya.

Di dunia musik, Adi bisa dibilang sebagai ikon penyanyi cilik tersukses di masanya. Tak kurang dari 20 album rekaman berhasil dirilisnya, dua diantaranya berjudul Mari-Mari dan Berjumpa lagi. Dari sekian banyak nomor hits yang berhasil dicetaknya, yang terlaris adalah Mak Inem. Dalam video klip lagu tersebut, ia tampil bersama Wolly Sutinah. Aktris senior yang biasa disapa Mak Wok itu berperan sebagai nenek.

Selama karir bernyanyinya, Adi Bing Slamet tak hanya tampil solo namun juga kerap dipasangkan dengan penyanyi cilik lainnya. Seperti dengan adik kandungnya, Iyut Bing Slamet. Pasangan kakak beradik itu kemudian menelurkan sejumlah tembang anak-anak, antara lain Adik Manis, Aduh Aduh Mana Tahan, Alam Pusaka, Dusun Kecil, Jangan Usil, Kami, O Te o, Pantun Si Anak Kecil, Si Dogol, Tepi Pantai, Siapa Yang Punya, Bilang Bilang Dulu, Alam Pusaka, Sama Sama Pingin Maju, Kembal, dan Tepi Pantai Bunga Asmara Yang Bersemi.

Selain dengan Iyut, Adi juga pernah berduet dengan Chicha Koeswoyo membawakan beberapa judul lagu, yaitu Mama Tersayang, Kakek dan Nenek, Nyanyi Bersama, Penyanyi Cilik, Ayam Berkokok, Pantun Sederhana, Suka dan Duka, Mau Kemana, Mandi, 1-2-3, Suka dan Duka, Dua Lolo, Mau Kemana, Mandi, dan PR.

Sementara di bidang seni peran, Adi memulai karirnya sebagai aktor di usia 8 tahun tepatnya pada 1975 dalam film Tiga Sekawan. Di tahun yang sama, ia kembali berakting dalam film komedi berjudul Ateng Kaya Mendadak bersama komedian Ateng dan Iskak. Setelah itu, ia tampil berturut-turut dalam film Anak Emas, Cinta Kasih Mama, Koboi Cilik, Bandit Pungli, Sinyo Adi, dan Tomboy.

Beranjak dewasa, ia mulai mendapatkan peran-peran serius dalam film layar lebar bertema drama seperti dalam film Merpati Tak Pernah Ingkar Janji. Di film yang rilis tahun 1986 itu, Adi juga didaulat untuk menyanyikan 2 lagu tema film tersebut, yakni Hari Demi Hari serta The Only One.

Di awal tahun 90-an, adik dari aktris Uci Bing Slamet ini disandingkan dengan penyanyi slow rock paling fenomenal di masa itu, Nike Ardilla. Keduanya bermain dalam film Saputangan dari Bandung Selatan, Jalan Makin Membara I, Jalur Putih, Nike… oh Nike dan Ceplos-Ceplos. Judul yang disebutkan terakhir bahkan berhasil masuk sebagai nominator dalam ajang Festival Film Indonesia.

Selama karir bernyanyinya, Adi Bing Slamet tak hanya tampil solo namun juga kerap dipasangkan dengan penyanyi cilik lainnya. Seperti dengan adik kandungnya, Iyut Bing Slamet. Pasangan kakak beradik itu kemudian menelurkan sejumlah tembang anak-anak, antara lain Adik Manis, Aduh Aduh Mana Tahan, Alam Pusaka, Dusun Kecil, Jangan Usil, Kami, O Te o, Pantun Si Anak Kecil, Si Dogol, Tepi Pantai, Siapa Yang Punya, Bilang Bilang Dulu, Alam Pusaka, Sama Sama Pingin Maju, Kembal, dan Tepi Pantai Bunga Asmara Yang Bersemi.

Dalam perjalanan karirnya, Adi terus setia dengan profesinya sebagai seniman meski sudah tak seproduktif dulu. Adi Bing Slamet belakangan lebih banyak berkecimpung sebagai komedian dan bintang sinetron.

Meski demikian, ia masih menaruh kepedulian pada dunia musik terutama lagu anak-anak. Sebagai mantan penyanyi cilik yang pernah berjaya di masanya, Adi merasa prihatin dengan kian tenggelamnya lagu anak-anak beberapa tahun belakangan ini. Walaupun begitu, Adi yang sempat menjadi juri dalam ajang Idola Cilik ini merasa kesulitan jika harus seorang diri mengembalikan kejayaan lagu-lagu anak seperti dulu lagi. Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut perlu mendapat dukungan semua pihak, mulai dari produser, pasar, pelaku industri musik, dan pihak lain yang berhubungan dengan musik.

Adi juga berujar bahwa peran pemerintah belum maksimal dalam hal ini. Bahkan ia mengusulkan kepada Menteri Kebudayaan untuk memaksa para pelaku industri musik untuk membuat lagu anak-anak. “Jika enggak mempan juga, presiden prakarsai lagu anak-anak agar semarak lagi dengan nasehatnya. Kadang kelihatan sepele tapi apa salahnya? Istilahnya bapak bangsa kasih tahu ke anak bangsa. Saya harapkan itu,” paparnya. Ia juga mengharapkan ajang-ajang pencarian bakat anak yang marak saat ini ke depannya lebih meningkatkan porsi lagu anak.

Saat ini menurut Adi belum ada yang bisa dikatakan sebagai idola anak-anak seperti saat ia berada di puncak popularitasnya dulu. Ditanya tentang usaha Adi ke depannya, ia menjawab, “Jujur saya enggak bisa memprakarsai memunculkan Adi Bing Slamet-Adi Bing Slamet yang kayak dulu. Saya sekarang levelnya orang tua yang memiliki anak. Lagu anak itu perlu karena bisa menjaga si anak di masa depan,” pungkasnya.

Di penghujung tahun 2010, Adi kembali ke dunia tarik suara dengan merilis sebuah singel berjudul Kedamaian di Hati. Menariknya, lagu tersebut terinspirasi dari banyaknya musibah yang terjadi di Tanah Air saat itu, mulai dari tsunami, banjir bandang, tanah longsor, gunung meletus, hingga gempa bumi. Dari situ ia tergerak untuk mencari bantuan bagi para korban di acara Charity Night For Wasior, Mentawai dan Merapi di Planet Hollywood, 29 Oktober 2010. Dalam acara penggalangan dana tersebut, lagu ciptaan Adi dihargai sebesar Rp 2 juta.

“Berapapun nilainya, nggak terlalu dipermasalahkan, yang penting keikhlasan untuk membantu, kalau bukan kita bangsa sendiri siapa lagi,” beber paman dari pesinetron Ayudia Bing Slamet ini.

Dalam lirik lagu yang digubahnya hanya dalam tempo setengah jam itu, Adi menjelaskan kalau bumi ini harus dijaga dari segala kerusakan. “Intinya kita harus menjaga bumi ini, kita harus mawas diri. Apa yang kita kerjakan tidak luput dari Tuhan. Saya sedih dengan bangsa ini. Saya melihat tidak ada kesiapan dari pemerintah mengantisipasi. Pengiriman bantuan sampai ada alat-alat berat. Mestinya ada divisi khusus yang mengatasi itu. Yang terlatih dan expert mengatasi bencana alam. Jangan harapkan yang lain,” terang suami Nurjanah itu seperti dikutip dari situs kapanlagi.com. eti | muli, red

Data Singkat
Adi Bing Slamet, Penyanyi, Aktor / Berangkat dari Penyanyi Cilik | Selebriti | Penyanyi, aktor

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here