BIOGRAFI TERBARU

Continue to the category
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
33.3 C
Jakarta
Populer Hari Ini
Populer Minggu Ini
Populer (All Time)

Publikasi

Sang Pemimpin Bangsa

Suwardi Suryaningrat atau lebih terkenal sebagai Ki Hajar Dewantara, lahir di Yogyakarta 2 Mei 1889, pendiri Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922, Bapak Pendidikan Nasional yang kemudian hari kelahirannya 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), mengajarkan kepemimpinan kepada bangsa untuk tut wuri handayani, ing madyo mangun karso, dan ing ngarso sung tulodo. Artinya, kepemimpinan itu di belakang memberi dorongan, di tengah membangun prakarsa, dan di depan memberi teladan.

Rakyat adalah Cakrawati Partai

MEGAWATI SOEKARNOPUTRI: Rakyat adalah cakrawati partai; tempat seluruh irama, dan langkah perjuangan kita (partai) bermuara. Saya pernah katakan, yang membuat kita bangga sebagai partai politik, bukan ketika dekat dengan kekuasaan, tetapi saat menangis dan tertawa bersama rakyat. Dalam konteks ini pula, maka pilihan-pilihan politik yang akan kita ambil, haruslah sebagai suatu penegasan untuk meneruskan perjuangan dan pemikiran Bung Karno yang terkenal dengan nama Marhaenisme.

Pemimpin Perubahan

Usai sudah proses panjang Pemilu Presiden. Bangsa ini, untuk pertama kalinya, telah memilih presiden dan wakil presiden secara langsung. Dan, yang terpilih adalah pemimpin yang berjanji membawa perubahan positif bagi rakyat, bangsa dan negara. Dia adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.

Bang Yos Menjawab Lugas

WAWANCARA SUTIYOSO: Seperti apa pembangunan kota metropolitan Jakarta dalam visi Gubernur Sutiyoso yang akrab dipanggil Bang Yos. Benarkah jenderal bintang tiga ini kurang berpihak kepada wong cilik? Lalu, mengapa dia tega melakukan penggusuran? Serta, mengapa dia bersikukuh mengubah badan hukum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi perseroan? Bagaimana keberpihakannya kepada usaha kecil dan menengah? Lalu, kenapa dia mengizinkan hypermarket bertumbuh? Selain itu, sesungguhnya bagaimana kerlibatannya dalam Peristiwa 27 Juli 1996?

Pelita dan Teleskop Sejarah Batak

Ada beberapa cendekia, di antaranya Anthony Reid mengatakan, suku...
Majalah Horas Indonesia Edisi 08

Ketika Elit Politik Menomorduakan Rakyat

Ketua Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) Erros Djarot yakin partainya akan meraih suara yang cukup berarti dalam Pemilu 2004. Keyakinan itu didasari keberadaan partainya yang memahami persoalan dan penderitaan rakyat, sehingga dapat menyodorkan solusi yang benar-benar dibutuhkan rakyat.

Hubungan Sipil-Militer

=Visi, Misi dan Aksi Tulisan ini lebih sebagai refleksi pribadi daripada karya ilmiah yang tersusun secara ketat atas apa yang saya pahami tentang hubungan sipil-militer selama ini. Era reformasi ternyata memberi kesempatan kepada kita semua untuk mengaktualisasikan diri.  

Jadi Wartawan Enakkah?

Oleh Ch. Robin Simanullang SIB 01-06-1980: Sungguh banyak orang yang mengatakan bahwa, 'jadi wartawan itu enak'. Pendapat ini suatu yang berlebihan, atau bahkan salah. Karena apa? Karena wartawan itu tidaklah seenak yang dikhayalkan banyak orang.

Populer

Epifani Tahun Kalender Batak

Leluhur Suku Bangsa Batak mempunyai keahlian astronomi yang terbi­lang...

Stigmatisasi Late, Elat dan Teal

Late, elat dan hosom (iri, dengki, sirik, benci, cemburu,...

Cucuran Darah dan Air Mata Pencari Keadilan

Bismar Siregar, SH mengistilahkan bukan lagi air mata yang bercucuran, darah telah berceceran dari pencari keadilan. "Tapi ternyata pejabat pengadilan tidak peduli yang demikian itu," keluhnya. Dia merasa bahagia tidak termasuk dalam lingkaran hakim-hakim yang bertanya: Mana lembaran Soedirman, mana lembaran Soeharto?

Artikel Lainnya

Krisis Etika Hukum dan Etika Politik di Tahun Pemilu

Menjelang Pemilu 2024, skandal Mahkamah Konstitusi yang berakhir dramatis terkait permohonan perubahan batas usia calon presiden...

Transformasi Hukum: Dari Zaman Nabi hingga Era Modern

Hukum telah menjadi pilar peradaban manusia sejak zaman para nabi, menciptakan kehidupan yang damai dan berkeadilan....

Fenomena “Lord Acton” dan Harapan Pada RUU Perampasan Aset

Penegakan hukum yang melemah di era Joko Widodo menjadi sorotan, ditandai dengan banyaknya kasus yang menunjukkan...

Menyongsong Bonus Demografi di Tengah Merosotnya Kesadaran Hukum

Bonus demografi yang diproyeksikan terjadi antara 2030-2040, dengan lebih dari 60% penduduk berusia produktif, menawarkan peluang...

Menelaah Pemahaman Kita tentang Hukum

Hukum, sebagai cerminan dari masyarakat, sering kali menghadapi kritik karena dianggap tajam ke bawah namun tumpul...

Pudarnya Marwah Hukum di Tengah Masyarakat

Hukum di Indonesia, yang seharusnya menjadi tonggak keadilan dan kepastian, kini sering disalahgunakan oleh mereka yang...

Menggali Akar Masalah Hukum di Indonesia

Di tengah keragaman etnis dan budaya yang kaya, Indonesia bergulat dengan berbagai masalah hukum yang berakar...

Merajut Nalar dan Nurani dalam Hukum yang Manusiawi

Konflik antara idealisme dan realisme hukum di Indonesia mengungkap ironi dalam penegakan keadilan, di mana hukum...

Korupsi: Musuh Terbesar bagi Kesejahteraan Rakyat Indonesia

Korupsi di Indonesia telah menjadi ancaman serius yang menggerogoti berbagai sektor, melibatkan pejabat pemerintah hingga pelaku...

Penegakan Hukum di Bawah Bayang-Bayang Politik dan Kekuasaan

Tiga pilar fundamental dalam negara hukum - kekuasaan, politik, dan hukum - berinteraksi dalam tarikan kepentingan...

“Industri Hukum” Indonesia: Mafia, Korupsi, dan Keadilan yang Terbeli

Fenomena jual-beli perkara, maraknya mafia hukum di berbagai sektor, dan keterlibatan BUMN dalam korupsi menggambarkan buruknya...

Merengkuh Interdependensi antara Hukum dan Prinsip Ekonomi

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyelaraskan sistem peradilan pidana dengan dinamika ekonomi modern. Dengan mengadopsi prinsip...

Advertisement

spot_img