Esai Reflektif-Analitis
E

Ketika Rakyat Dianggap Bawahan

Ketika wakil rakyat mulai bicara seolah mereka atasan, kata-kata yang mestinya mewakili justru terasa merendahkan. Dan...

Rielniro: Tidak Mengetuk, Tidak Memaksa

Rielniro bisa disebut penulis yang tidak mengetuk. Ia menulis seperti seseorang yang hanya berdiri tenang di...

Ciri Orang Tolol Sedunia

Barangkali, inilah ciri sejati "orang tolol sedunia": mereka yang merasa diri paling benar, tetapi enggan mendengar....

Kemarahan yang Sah

Sulit berharap publik tetap tenang ketika yang mewakili justru mengejek. Ketika kritik dianggap ancaman dan protes...

Rielniro: Manifesto Sunyi

Di empat tulisan sebelumnya, kita melihat Rielniro dari berbagai sisi: merawat jeda, membaca tanda-tanda kecil, menjaga...

Ijazah Bukan Urusan Kami

Dalam logika yang sehat, kampus adalah pihak yang paling berwenang menyatakan apakah sebuah ijazah yang mereka...

Rielniro: Merangkai Gema dalam Dua Slide

Di tiga tulisan sebelumnya, kita mengenal Rielniro sebagai penulis yang merawat jeda, memahami sunyi, dan memilih...

Rielniro: Tidak Ingin Jadi Pusat

Di dua tulisan sebelumnya, Lorong Kata menelusuri Rielniro sebagai penulis yang merawat jeda dan memahami sunyi....

Rielniro: Psikologi di Balik Sunyi

Di tulisan sebelumnya, Rielniro: Merawat Jeda, Membiarkan Sunyi Bicara, kita mengenalnya sebagai penulis yang memilih pelan...

Rielniro: Merawat Jeda, Membiarkan Sunyi Bicara

Namanya pernah muncul di Lorong Kata lewat kisah "Dua Ruang, Satu Sunyi". Atur Lorielcide, yang dikenal...

Gaji Guru Beban Negara, Gaji DPR Fasilitas Negara

Seorang guru honorer menulis di papan tulis dengan kapur yang patah. Di tempat lain, seorang anggota...

Statistik ‘Semuanya Baik-baik Saja’

Kita sudah terlalu lama terbiasa mempercayai angka. Persentase kemiskinan, inflasi, pertumbuhan ekonomi, semuanya datang seperti pengumuman...

Advertisement

spot_img