Esai Reflektif-Analitis
E

Sejauh Itu Rasa Tersinggung Kita?

Di negeri ini, ekspresi bisa berakhir di kantor polisi. Satu unggahan yang tak sesuai selera bisa...

Anak Nakal Tak Butuh Barak

Mereka disebut nakal. Tapi jarang ada yang bertanya kenapa. Anak-anak itu lahir dari ruang-ruang retak —...

Kurikulum AI: Seperti Meminta Petani Bertani dengan Drone

Wacana memasukkan AI ke dalam kurikulum terdengar visioner, tapi saat sekolah masih kekurangan listrik dan guru...

Gibran! Likes Bisa Dibeli, Tapi Kepercayaan Tidak

Dalam kurang dari 24 jam, likes video Gibran melonjak tujuh kali lipat — dari 14 ribu...

Bila Try Sutrisno Muncul, Ada Yang Tidak Beres

Try Sutrisno tak sering bicara. Tapi sekali ia bersuara, itu adalah alarm, bukan bisikan. Di tengah...

Kalau Soeharto Pahlawan, Untuk Apa Dulu Kita Berjuang?

Ketika nama Soeharto kembali diusulkan sebagai Pahlawan Nasional, yang diguncang bukan hanya nalar publik, tapi juga...

Gibran: Dari Monolog ke Mosi Tak Percaya

Gibran berbicara tentang harapan dan masa depan generasi muda, namun publik membaca sesuatu yang lain: kemunafikan...

Matahari Kembar: Ketika Solo Lebih Ramai daripada Istana

Kekuasaan resmi kini di tangan Prabowo, tapi arus sowan elite justru mengarah ke Solo. Bukan semata...

Kenapa Hanya Kartini yang Dirayakan?

Kartini diperingati setiap tahun sebagai simbol perjuangan perempuan, tetapi tidakkah kita bertanya, mengapa hanya dia yang...

Kalau Jujur, Kenapa Harus Menunggu Sidang?

Ketika kejujuran ditunda demi prosedur dan klarifikasi dibatasi oleh syarat, publik tak hanya kehilangan jawaban -...

Rakyat Berhak Bertanya, Pemimpin Wajib Menjawab

Menjawab pertanyaan publik bukan soal tunduk pada tekanan, melainkan bentuk penghormatan terhadap rakyat yang telah memberi...

Ijazah Jokowi: Kewajiban Moral yang Tak Kunjung Dipenuhi

Dalam demokrasi, transparansi adalah keutamaan - terutama bagi pejabat publik. Seorang pemimpin, bahkan setelah tak menjabat,...

Advertisement

spot_img