Data Singkat
Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2011-2014) / Pariwisata di Tangan Birokrat Wirausaha | 13 Mei 1954 | Direktori | S | Laki-laki, Islam, Lampung, departemen, kebudayaan, sekjen, parawisata, Wakil Menteri
Nama:
Sapta Nirwandar
Lahir:
Tanjung Karang, Lampung 13 Mei 1954
Jabatan:
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2011-2014)
Pendidikan:
Fakultas Ekonomi Unpad, Bandung 1978
Institut International D?Administration Publique (IIAP) Diploma, Paris,1982-1983
Pasca sarjana Universitas Paris-I-Sorbonne, Paris, 1985
Ecole Nationale D?Administration (ENA), Paris, 1988
Doktor Universitas Paris IX-Dauphine, Paris, 1988
Pengalaman Kerja:
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2011-2014)
Sekretaris Jendral Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (2005-2011)
Sekretaris Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata (2001)
Sekretaris Jendral Departemen Kelautan dan Perikanan (2001)
Seketaris Jendral Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan (1999)
Asmenko IV Bidang Kelembagaan, Menkowasbang PAN (1998)
Asmenko Bidang Kelembagaan Meneg PAN (1997)
Asmen I Bidang Kelembagaan Meneg PAN (eselon I a) (1997)
Plt. Kepala Dir. Pengembangan SDM, Bapedal (1995)
Kepala Dt.Pengembangan pada Deputi Bidang Kelembagaan dan Peniningkatan
Kapasitas Bapedal (eselon II a) (1995)
Kepala Biro Umum Set.Meneg PAN (eselon II a) (1991)
Kabag Data dan Laporan Set.Meneg PAN (eselon III a ) (1989)
Kasubag Perlengkapan (eselon IVa) (1981)
Kepala Seksi Keuangan (eselon IVa) (1980)
Penghargaan:
Satyalancana karya 10 tahun (1997)
Satyalancana Wira Karya (1998)
Universal Academic Star dengan gelar EMINENCIA oleh Obra Mundial Pro Humanidad Solidaria di Argentina (2004)
2008: Indonesia menghapus subsidi BBM untuk kapal ikan dan nelayan besar.
1990: Nelson Mandela dibebaskan dari penjara setelah 27 tahun.
1979: Revolusi Iran mencapai puncaknya dengan jatuhnya kekuasaan Shah secara penuh.
11 Februari
Suku Karo di Sumatera Utara menamai anak-anak mereka berdasarkan benda apa yang pertama dilihat saat anaknya lahir. Ada yang diberi nama "Kursi" karena benda itu yang ada di depannya. Diberi nama "Surat" karena sang ayah bekerja sebagai tenaga administrasi di Kecamatan, yang setiap hari surat-menyurat. Diberi nama "Timbul" karena lahir bertepatan dengan matahari timbul (baca: terbit). Meskipun sekilas terdengar lucu, semua nama itu mengandung harapan orangtua pada anaknya.