Pionir Busana Muslim Modern

[ Ida Royani ]
 
0
72
Ida Royani
Ida Royani | Tokoh.ID

[SELEBRITI] Namanya populer setelah berduet dengan Benyamin S menyanyikan lagu-lagu berirama Gambang Kromong di tahun 70-an. Setelah menjajal dunia foto model, menjadi bintang iklan dan tampil di sejumlah film layar lebar, peraih penghargaan Rochelier Designer Awards ini beralih profesi menjadi desainer yang memelopori rancangan modern untuk busana muslim/mah di Indonesia. 

Ida Daniar Royani atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Ida Royani lahir di Jakarta, 24 Maret 1953. Perempuan bermata indah ini mulai menyanyi saat masih duduk di bangku sekolah dasar sekitar tahun 1960-an. Saat itu, Ida kecil tak malu-malu jika diminta tampil di atas pentas untuk memperdengarkan suara merdunya. Selain menjadi penyanyi, Ida juga sempat menekuni profesi sebagai foto model dan bintang iklan.

Sebelum namanya melambung di dunia hiburan Tanah Air, Ida memilih jalur musik country. Penampilannya saat itu amat trendi dengan celana pendek lengkap dengan sepatu lars. Lagu berirama country yang pernah dipopulerkannya pada saat itu antara lain berjudul Sepatu Baru dan Gunung Agung.

Karirnya di dunia tarik suara baru melesat ketika ia bertemu seniman Betawi Benyamin S di Studio Dimita, milik pengusaha Dick Tamimi. Dari situlah Ida mendapatkan tawaran menyanyi bersama pria yang akrab disapa Bang Ben itu. Sejak itu, keduanya tampil kompak membawakan lagu-lagu berirama Gambang Kromong, instrumen musik khas Betawi. Gayanya centil, suaranya manja. Album-albumnya bertebaran saat itu, antara lain Tukang Loka, Bertengkar, Si Bontot, Luntang-Lantung, Muara Angke, Petik Kembang, dan Layar Tancep. Jika dijumlahkan, sedikitnya 150-an lagu sudah mereka bawakan, beberapa diantaranya yang berhasil menjadi hits adalah Nonton Bioskop, Kompor Meleduk, Ondel-Ondel, Disini Aje (Timbel), dan Abang Pulang.

Kekompakan pasangan duet legendaris itu kemudian berlanjut ke layar lebar dengan membintangi sejumlah film komedi yang menyelipkan lagu-lagu yang pernah mereka populerkan. Debut Ida sebagai lawan main Benyamin S dimulai pada tahun 1973 dengan membintangi film Biang Kerok Beruntung, yang kemudian disusul dengan film-film selanjutnya yakni Tarsan Kota, Benyamin si Abunawas, dan yang terakhir Buaye Gile.

Untuk mempromosikan busana muslim hasil rancangannya, Ida sudah melanglang buana ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Pakistan, dan Rusia. Ida Royani juga pernah diwawancarai mengenai tren busana muslim rancangannya oleh New York Times, Newsweek, sebuah majalah wanita muslim di Seattle Amerika Serikat, majalah le Monde dari Prancis, serta radio asing seperti BBC London, radio China, radio Jepang, dan TV Belanda.

Pada tahun 1976, Ida meninggalkan Indonesia setelah resmi diperistri oleh Tengku Azis, seorang pangeran dari Malaysia. Sayang pernikahan itu hanya seumur jagung. Dua tahun berselang, tepatnya 1978, setelah gagal mempertahankan biduk rumah tangganya, Ida kembali ke Indonesia. Sesampainya di Tanah Air, ia langsung mendapat tawaran berakting dari Abrar Siregar untuk tampil dalam film Ombaknya Laut Mabuknya Cinta yang diadaptasi dari novel karya Remy Sylado, Gali Lobang Gila Lobang. Masih di tahun yang sama, Ida beradu akting dengan penyanyi dangdut Rhoma Irama dalam film Raja Dangdut. Film layar lebar yang terakhir dibintanginya berjudul Panglima Badul produksi Malaysia.

Ida Royani melepas status jandanya setelah menerima pinangan musisi rock Indonesia Keenan Nasution di tahun 1979. Aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga pada akhirnya mulai menjauhkan dirinya dari dunia menyanyi dan hiruk pikuk dunia hiburan yang telah membesarkan namanya. Namun demikian, Ida tak sepenuhnya berhenti menyanyi. Bersuamikan seorang musisi membuatnya sering bermain musik dan rekaman bersama Keenan.

Setahun setelah menikah, alumni London Academy of Modelling, Inggris, ini mulai berkiprah sebagai perancang busana muslim. Di tahun 80-an, belum ada satupun desainer busana muslim selain Ida Royani. Oleh karena itu, ia disebut-sebut sebagai pelopor busana muslim di Indonesia. Ida ingin membuktikan bahwa dengan berbusana muslim, seseorang tetap bisa terlihat menarik dan gaya. “Waktu dulu, saat awal-awal saya pakai busana Muslim, jarang sekali perempuan yang memakai pakaian seperti saya. Kalaupun ada nenek-nenek doang,” ujarnya saat menghadiri acara Islamic Fashion Festival (IFF), di Hotel Darmawangsa, Jakarta, akhir Juni 2010.

Untuk mempromosikan busana muslim hasil rancangannya, Ida sudah melanglang buana ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Pakistan, dan Rusia. Ida Royani juga pernah diwawancarai mengenai tren busana muslim rancangannya oleh New York Times, Newsweek, sebuah majalah wanita muslim di Seattle Amerika Serikat, majalah le Monde dari Prancis, serta radio asing seperti BBC London, radio China, radio Jepang, dan TV Belanda.

Selain aktif menelurkan rancangan, ia juga aktif dalam Organisasi APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) yang rutin menyelenggarakan peragaan busana setiap tahun untuk tren fashion tahun berikutnya. Sejak tahun 2008, wanita yang telah menunaikan ibadah haji di tahun 1978 ini lebih mengkhususkan diri untuk merancang busana muslim dengan memakai bahan tenun ikat dari NTT. Koleksinya didominasi warna-warna cokelat tanah, abu, hijau lumut, dan biru. “Aku lebih suka memberi aksen saja. Seperti pada manset lengan atau selendang atau kain. Tidak seutuhnya tenun Ikat NTT ini digunakan sebagai baju. Yang penting eksotikanya tetap muncul,” ujar Ida Royani memaparkan karya rancangannya.

Ida tampaknya memang amat menikmati profesinya sebagai desainer. Maka tak heran tiap kali disinggung soal kemungkinannya kembali ke dunia nyanyi dan film, ia menggelengkan kepalanya. “Sudah, itu sudah lampau. Sampai saat ini, saya belum tertarik lagi nyanyi ataupun main film,” ujarnya singkat.

Lalu, bagaimana tanggapan Ida terhadap penyanyi dan pemain film saat Ini? “Waah… saya bukan pengamat. Tidaklah, saya tidak bisa mengomentari. Setiap era kan beda-beda. Namun yang pasti, khusus untuk dunia rancang busana, harusnya kian maju sebab peluangnya sangat besar. Bukan saja Muslimah berkerudung, yang tidak berkerudung pun sekarang banyak Iho yang sudah mengenakan gaun panjang,” ujarnya dengan nada suaranya yang khas.

Atas dedikasinya, Ida sudah menerima banyak penghargaan dari berbagai pihak baik di bidang tarik suara maupun fashion design selama setengah abad berkarir. eti | muli, red

Data Singkat
Ida Royani, Penyanyi, aktris, perancang busana muslim / Pionir Busana Muslim Modern | Selebriti | Penyanyi, desainer, aktris, model, busana, perancang busana, fashion, busana muslim

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here