Data Singkat
Drs. Theo L Sambuaga, MIPP, Menaker 1998 dan Ketua Komisi I DPR-RI (2004-2009) / Pelaku Prinsip Kemajemukan | 6 Jun 1949 | Ensiklopedi | T | Member | Laki-laki, Kristen Protestan, Sulawesi Utara, golkar, Politisi, Anggota DPR, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perumahan, DPR, Menteri
Nama:
Drs. Theo L Sambuaga
Lahir:
Manado, Sulawesi Utara, 6 Juni 1949
Agama:
Kristen Protestan
Isteri:
Dra. Erna Soedaryati Soekardi
Anak:
Eddy Khrisna Patria Sambuaga, MSc
Jerry Adithya Ksatria Sambuaga
Pendidikan:
Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia (1978)
School of Advanced International Studies (SAIS), John Hopkins University, Washington DC, AS (1989)
Ketua Pengurus Pusat Badan Informasi Komunikasi (BIK) Partai Golkar (hingga sekarang)
Pengalaman Kerja:
Anggota DPR/MPR-RI mewakili Golongan Pemuda (1982)
Anggota DPR/MPR-RI Fraksi Karya Pembangunan dari Jawa Timur (1987-1997)
Anggota DPR/MPR-RI Fraksi Karya Pembangunan dari Sulawesi Utara (1997-1998)
Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) (1987-1990)
Wakil Ketua Komisi I DPR-RI (1990-1994)
Ketua BKSAP (1994-1997)
Ketua Fraksi Karya Pembangunan (FKP DPR-RI) (1997)
Menteri Tenaga Kerja pada Kabinet Pembangunan VII (1998)
Menteri Negara Perumahan dan Pemukiman pada Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)
Ketua Panitia Ad Hoc (PAH) I Badan Pekerja MPR-RI
Ketua Komisi A Sidang Umum MPR-RI 1999 yang menghasilkan GBHN 1999-2004
Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR (1999 – hingga sekarang)
Ketua Working Committee AIPO ke-17 di Bali (1997)
Ketua Delegasi DPR-RI ke Konferensi Parlemen tentang Pariwisata di The Hague, Belanda (1989)
Ketua Delegasi DPR-RI ke Konferensi IPU di Kopenhagen, Denmark (1994), Madrid, Spanyol (1995), Bucharest, Rumania (1995), Istambul, Turki (1996), Beijing, RRC (1996), Seoul, Korea (1997), Kairo, Mesir (1997)
Ketua Delegasi DPR-RI ke Sidang Umum Asia Pasific Parliamentary Forum (APPF) V di Vancouver, Canada (1997)
2008: Indonesia menghapus subsidi BBM untuk kapal ikan dan nelayan besar.
1990: Nelson Mandela dibebaskan dari penjara setelah 27 tahun.
1979: Revolusi Iran mencapai puncaknya dengan jatuhnya kekuasaan Shah secara penuh.
11 Februari
Suku Karo di Sumatera Utara menamai anak-anak mereka berdasarkan benda apa yang pertama dilihat saat anaknya lahir. Ada yang diberi nama "Kursi" karena benda itu yang ada di depannya. Diberi nama "Surat" karena sang ayah bekerja sebagai tenaga administrasi di Kecamatan, yang setiap hari surat-menyurat. Diberi nama "Timbul" karena lahir bertepatan dengan matahari timbul (baca: terbit). Meskipun sekilas terdengar lucu, semua nama itu mengandung harapan orangtua pada anaknya.