Data Singkat
Jenderal TNI Anumerta Basuki Rahmat, Pangdam VIII/Brawijaya di Surabaya (1962-1965) / Saksi Supersemar | 14 Nov 1921 – 8 Jan 1969 | Pahlawan | B | Laki-laki, Islam, Jawa Timur, pahlawan nasional, Pahlawan, Panglima, Menteri, deputi
Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) VIII/Brawijaya di Surabaya, 1962-Desember 1965
Deputy Khusus Menteri/Panglima Angkatan Darat
Menteri Dalam Negeri merangkap Menteri Veteran dan Demobilisasi, April 1966
Jasa-jasa:
Membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) (sekarang TNI) di Maospati
Memimpin Batalyon 16 (1948-1949) mempertahankan kota Bojonegoro dari serangan Belanda
Membantu pimpinan Angkatan Darat menumpas pemberontakan G 30 S/PKI dengan menyadarkan pasukan Kodam VIII/Brawijaya yang diperalat gerombolan pemberontak
Gelar kepahlawanan:
Pahlawan Nasional (SK Presiden Republik Indonesia No. 10/TK/Tahun 1969, tanggal 9 Januari 1969)
1942: Pemerintah Jepang membentuk pemerintahan militer di Indonesia.
2003: Serangan udara pertama diluncurkan ke Baghdad, menandai awal Perang Irak.
1932: Sydney Harbour Bridge resmi dibuka di Australia.
19 Maret
Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, baru disimpan Pemerintah RI setelah sebelumnya diserahkan oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Pada 29 Mei 1992, ia menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.