Data Singkat
Teuku Nyak Arif, Ketua Dewan Rakyat Aceh / Perjuangan Si Rencong Aceh | 17 Jul 1899 – 4 Mei 1946 | Pahlawan | T | Laki-laki, Islam, Nanggroe Aceh Darussalam, pahlawan nasional, Pahlawan, Dewan rakyat
OSVIA (Sekolah Pamongpraja) di Serang, Jawa Barat, lulus tahun 1915
Karir:
Panglima Sagi 26 Mukim, 1920
Anggota Dewan Rakyat (Volksraad), 1927
Salah satu pendiri Fraksi Nasional dalam Volksraad pimpinan Husni Thamrin, 1931
Ketua Dewan Rakyat Aceh (Aceh Syu Sanji Kai)
Ketua Wakil Dewan Rakyat Sumatera (Sumatera Chou San In)
Residen Republik Indonesia untuk daerah Aceh
Staf umum Komandemen Sumatera berpangkat Mayor Jenderal Tituler
Organisasi:
Ketua Nationale Indische Partij (NIP) cabang Banda Aceh, 1919
Membantu kegiatan Muhammadiyah dan Taman Siswa
Perjuangan:
Memperjuangkan kepentingan rakyat selama menjadi anggota Volksraad.
Mengadakan gerakan bawah tanah untuk menentang Jepang.
Gelar kepahlawanan:
Pahlawan Nasional (SK Presiden Republik Indonesia No. 071/TK/Tahun 1974, tanggal 9 November 1974)
Sumber: Buku “Album Pahlawan Bangsa” cetakan ke 18 terbitan PT. Mutiara Sumber Widya
Buku “Jejak-Jejak Pahlawan” edisi revisi II 2007 terbitan PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
1950: Pemerintah Indonesia menetapkan lambang negara Garuda Pancasila.
1981: Presiden AS Ronald Reagan ditembak dalam upaya pembunuhan di Washington D.C.
1856: Perang Krimea berakhir dengan penandatanganan Traktat Paris.
30 Maret
Orang pribumi yang pertama kali menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913, ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau. Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesier ("orang Indonesia").