BIOGRAFI TERBARU

Continue to the category
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
More
    26.4 C
    Jakarta
    Trending Hari Ini
    Populer Minggu Ini
    Populer (All Time)
    Ultah Minggu Ini
    Lama Membaca: 3 menit
    Lama Membaca: 3 menit
    Lama Membaca: 3 menit
    Lama Membaca: 3 menit
    Beranda Publikasi Majalah Teroris Bukan Pahlawan

    Teroris Bukan Pahlawan

    0
    Majalah Berita Indonesia Edisi 42
    Majalah Berita Indonesia Edisi 42 - Teroris Bukan Pahlawan
    Lama Membaca: 3 menit

    VISI BERITA (Teroris Bukan Pahlawan, 19 Juli 2007) – Terorisme bukan jihad! Teroris bukan pahlawan! Dua kalimat ini perlu dikedepankan untuk meluruskan makna jihad dan pahlawan yang sering disalahartikan oleh teroris untuk menghalalkan perbuatan mereka. Penegasan makna ini juga relevan dalam upaya pemberantasan (atau setidaknya meminimalisasi) tindakan teroris.

    Baca Online: Majalah Berita Indonesia Edisi 42 | Basic HTML

    Prestasi Polri dalam menangkap beberapa orang yang diduga kuat terlibat jaringan teroris patut dihargai. Dari segi keamanan, aparat sudah sangat berhasil. Keberhasilan ini bahkan telah diakui dunia. Namun, penanganan teroris sebaiknya dilakukan secara terpadu: selain pendekatan keamanan oleh aparat, perlu juga pendekatan persuasif yang mencerdaskan dari ulama, budayawan, cendekiawan, dan pers.

    Dengan demikian, penanganan teroris akan lebih bermakna, tidak hanya memberantas teroris tetapi juga mencerdaskan kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa.

    Pada kesempatan ini, kita bisa meminjam judul dan makna buku karya A. Syafii Ma’arif yang diterbitkan Center for Moderate Muslim (2005): Meluruskan Makna Jihad, Cerdas Beragama, Ikhlas Beramal. Buku ini mencerdaskan kita bahwa jalan radikal sama dengan hara-kiri, perbuatan yang hanya dilakukan oleh mereka yang tidak berani hidup secara bermakna.

    Syafii Ma’arif mendorong pembacanya untuk mengkaji ulang makna jihad dan mempraktikkannya secara proporsional sesuai tuntutan zaman. Dalam konteks modern, jihad bukan lagi angkat senjata yang menyebabkan korban tak berdosa, tetapi tindakan yang arif dan toleran dalam menghadapi tantangan kemanusiaan.

    Hal serupa diungkapkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang mengingatkan agar istilah jihad tidak digunakan sembarangan. Menurut Gus Dur, jihad tidak bisa dikaitkan dengan terorisme. Islam tidak mengajarkan kekerasan. Sebaliknya, agama harus bisa memahami, mencerdaskan, dan mengembangkan manusia menuju kebaikan. Tindakan kekerasan atas nama jihad justru merusak Islam. Pemaknaan jihad yang identik dengan kekerasan berpotensi merusak citra Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

    Semangat jihad harus dimaknai secara cerdas untuk memperluas cakrawala berpikir dan bertindak dalam upaya menyelesaikan problematika umat di era modern, baik dalam pergaulan sebangsa maupun antarbangsa.

    Bukankah dunia modern yang kompleks dan kompetitif menuntut kita bangkit dari ketertinggalan secara cerdas? Kekerasan bukan cara yang cerdas dan bermartabat untuk menyelesaikan problematika hidup. Jihad sebagai pengamalan agama harus dimaknai sebagai perjuangan melawan kebodohan, kemiskinan, dan ketidakberdayaan dengan sikap cerdas, ikhlas, toleran, dan damai. Hanya mereka yang menempuh jalan ini yang layak disebut pahlawan.

    Dalam pergaulan global, setiap orang perlu memiliki kemampuan bergaul dan sabar menghadapi siapa pun. Maka, pengasuhan sikap dan budaya toleransi serta perdamaian harus terus-menerus dilakukan, seperti yang dianut Al-Zaytun dalam proses belajar-mengajarnya. Dengan sikap dan budaya ini, kita akan mampu bergaul dan menghadapi orang lain dengan martabat, harga diri, dan kejayaan sebagai umat beragama dan bangsa. (red/BeritaIndonesia)

    Advertisement

    Daftar Isi Majalah Berita Indonesia Edisi 42

    Dari Redaksi

    Surat Komentar

    Highlight / Karikatur Berita

    Berita Terdepan

    Visi Berita

    Berita Utama

    Lintas Tajuk

    Berita Khas

    Berita Nasional

    Lentera

    Berita Tokoh

    Berita Hankam

    Berita Hukum

    Berita Politik

    Berita Daerah

    Berita Ekonomi

    Berita Mancanegara

    Berita Iptek

    Berita Perempuan

    Berita Kesehatan

    Berita Lingkungan

    Berita Olahraga

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini