Hidup di Bawah Ancaman Kejahatan

 
0
36

[TOPIK PILIHAN] – Pojok – Warga Jakarta dan sekitarnya hidup di bawah ancaman kejahatan. Di wilayah ini, setiap 9 menit 56 detik, seorang warga menjadi korban kejahatan. Kalau sebelumnya penumpang kendaraan umum hanya menjumpai pencopet, kini mereka menghadapi aksi kejahatan yang lebih keras, berupa pembekapan, penculikan, dan pembacokan.(Harian Kompas, Senin, 17 Januari 2011). Berita ini yang bohong atau gimana ya? Sebab pemerintah baru saja menegaskan (satu dari 10 keberhasilan), terjaga baiknya keamanan dalam negeri walaupun masih terdapat konflik masyarakat dalam skala kecil.

Dalam bagian lain berita ini, sosiolog Universitas Airlangga, Hotman Siahaan, dan sosiolog Universitas Indonesia, Nur Ida Rowaida, secara terpisah menilai kehidupan di Jakarta makin tak berpihak pada masyarakat kecil. “Kota Jakarta telah berada pada titik nadir. Jika tak ada keberpihakan pada masyarakat kecil, apa pun tindakan pemerintah atau siapa pun tak akan berhasil membenahi kota ini,” kata Hotman.

Pemerintahnya suka pragmatis sih! Ya, ngikut kemauan asing saja, bebas.

Tokoh Terkait: | Kategori: Topik Pilihan – Pojok | Tags: Kehidupan, Metropolitan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here