Pencetus Teknopreneurship di ITB

[ Iskandar Alisjahbana ]
 
0
222
Iskandar Alisjahbana
Iskandar Alisjahbana | Tokoh.ID

[ENSIKLOPEDI] Prof Dr Ing Iskandar Alisjahbana, mantan Rektor Institut Teknologi Bandung (1977-1978) dan pencetus teknopreneurship di ITB meninggal dunia Selasa 16 Desember 2008 pukul 23.08 di Rumah Sakit Boromeus, Bandung. Bapak sistem komunikasi satelit domestik palapa kelahiran Jakarta, 20 Oktober 1931itu menderita pendarahan di bagian perutnya.

Ketua Majelis Wali Amanah ITB Periode 2001-2004 itu sempat dirawat ke RS Hasan Sadikin, Bandung, Selasa pagi. Namun, menurut Anna Alisjahbana, istrinya (seorang dokter spesialis anak-anak), almarhum hanya dalam kurun 21 jam dirawat, dan meningal. Sehingga Ibu Anna sangat merasa terkejut. Pakar elektronik ini meninggalkan seorang istri, Prof Anna Alisjahbana, tiga anak, yakni Andi Alisjahbana, Rian Alisjahbana, dan Bachti Alisjahbana, serta enam cucu.

Putra sulung Prof Dr Mr Sutan Takdir Alisjahbana yang dikenal egaliter dan berintegritas tinggi itu dimakamkan pada hari Rabu 17 Desember 2008 di samping makam ayahnya di Tugu, Jawa Barat. Sebelum dimakamkan, Keluarga Besar Institut Teknologi Bandung memberi penghormatan terakhir di Aula Barat ITB.

Iskandar berkulit kuning langsat dan hidung mancung ini telah kehilangan ibu (Raden Ajeng Rohani Daha) ketika berusia 4 tahun. Ayahnya, Sutan Takdir Alisjahbana, kemudian menikah lagi, dan total ia punya sembilan saudara. Seorang adiknya dari satu ibu, Sofjan Alisjahbana, memimpin Femina Group.

Ia seorang pakar elektronik penggagas tele blackboard sebuah teknologi yang bisa merekam tulisan tangan di atas papan elektronik, yang bisa dikirim ke lokasi yang jauh menggunakan gelombang radio atau televisi, sebuah teknologi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan dan telekomunikasi. Puncak karyanya adalah Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa yang diluncurkan 1976.

Pusat Data Tokoh Indonesia mencatat, Iskandar Alisjahbana meraih gelar Sarjana Muda dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung) pada 1954. Kemudian meraih gelar diploma ingenieur (Dipl.Ing.) dari Sekolah Tinggi Teknik Muenchen (Technische Hochschule Muenchen), Jerman Barat (1956) dan gelar Doktor ingenieur dari Sekolah Tinggi Teknik Damstadt (Technische Hochschule Darmmstadt) di Jerman pada 1960. ingenieur dari Technische Hochschule Darmmstadt, Jerman Barat.

Pakar yang memelopori satelit Palapa, ini mengawali karir sebagai karyawan Laboratorium Pusat Siemens & Halske, Muenchen, Jerman Barat (1956-1960). Kemudian menjadi dosen dan Guru Besar Institut Teknologi Bandung sejak 1960. Sebagai dosen, ia pernah menjabat Dekan Fakultas Teknologi Industri ITB (1972-1974) dan Rektor ITB (1976-1978).

Ia diberhentikan dari jabatan Rektor ITB sebelum waktunya, akibat “dukungannya” atas aksi demonstrasi mahasiswa yang melancarkan protes kepada pemerintah pada masa itu. Dinihari sebelum timbang terima, 16 Agustus 1982, rumahnya diberondong peluru oleh orang tidak dikenal. “Atap rumahnya pun ditembaki pihak tidak dikenal. Ini semua dilakukannya karena ia berpandangan mahasiswa pun perlu diperlakukan secara adil,” kenang Prof Sudjana Sapiie yang menggantikannya sebagai rektor.

Dukungannya terhadap aksi mahasiswa antara lain terlihat dari seringnya ia menghadiri bahkan ikut bicara dalam diskusi-diskusi mahasiswa. Meski sering pula ia tidak sejalan dengan mahasiswa. Iskandar memang seorang tokoh sikapnya terbuka, bebas dan egalitarian.

Penulis A Satellite Communication System for Domestic and Regional Development in South East Asia, Unesco, Paris, 1964 dan Teknologi dan Perkembangan, Idayu, 1980, itu juga pernah duduk sebagai Dewan Telekomunikasi RI dan menjabat Wakil Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (1974- 1976) dan Direktur PT Paparti.

Menurut Andi, putra sulung Iskandar, ayahandanya sosok yang sangat menggemari inovasi teknologi. Sangat percaya, inovasi teknologi mampu berkontribusi pada peningkatan ekonomi dan daya saing bangsa.

Penggemar fotografi ini sangat giat meneliti bidang teknologi komunikasi. Gemar melakukan percobaan-percobaan di rumahnya di Jalan Ranca Bentang 12A. Para sahabat menyebutnya seorang sosok visioner yang selalu menginginkan entrepreneurship dan teknologi modern. e-ti

Data Singkat
Iskandar Alisjahbana, Rektor ITB (1976-1978) / Pencetus Teknopreneurship di ITB | Ensiklopedi | Guru Besar, ITB, Dosen, Rektor, komunikasi, sistem, bapak, satelit

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here