03 | Faham, Asas, Tujuan dan Tugas SOKSI

Suhardiman
Suhardiman | Tokoh.ID

Faham Organisasi. Kelahiran SOKSI dari goagarba ibu pertiwi pada tahun 1960 merupakan panggilan dan tuntunan sejarah. Ketika Pancasila dan UUD 1945 mengalami tantangan dan rongrongan dari ektrim kanan dan Partai Komunis Indonesia, SOKSI tampil sebagai benteng dan pembela yang berdiri di garda depan.

Dengan mendirikan berbagai lembaga konsentrasi, SOKSI memosisikan diri ‘vis a vis’ Partai Komunis Indonesia beserta segenap organisasi mantelnya. Berbagai organisasi tandingan didirikan antara lain SOKSI untuk mengkounter SOBSI. P3I untuk mengkounter Pemuda Rakyat, Pelmasi untuk menkounter CGMI, Gerwasi mengkounter Gerwani, RTI mengkounter BTI, dan seterusnya.

Setelah bangsa Indonesia memasuki Orde Baru maka tugas dan tanggung jawab SOKSI adalah meneruskan perjuangan agar Pancasila tidak hanya berada pada tataran landasan falsafah dan pegangan hidup bangsa, tetapi mampu mewujud ‘in concreto’ dalam kehidupan nyata masyarakat sehari-hari.

Oleh karena itu, sebagaimana awal kelahiran SOKSI senantiasa menyandarkan perjuangannya pada doktrin karyawanisme, yaitu doktrin yang senantiasa memahami keberadaan manusia yang tridimensional (insan Tuhan, insan sosial, dan insan pribadi) secara utuh/holistik/integratif, dalam alam raya semesta untuk mewujudkan (berkarya bagi) kesejahteraan lahir-bathin berupa pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, perumahan, kesehatan fisik, pekerjaan, pendidikan, komunikasi, kehidupan beragama dan pergaulan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, secara serasi, selaras dan seimbang.

Dalam era reformasi yang sedang berlangsung, SOKSI sebagai organisasi kemasyarakatan yang bersifat swadiri dan bergerak di segala bidang dan tetap beryakinan bahwa doktrin karyawanisme sebagai pengamalan Pancasila akan mampu mewujudkan masyarakat marya yaitu masyarakat yang beramal, berbhakti dan berdharma kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepada sesama dan diri sendiri melalui kekaryaan baik rohaniah dan bathiniah maupun jasmaniah untuk meningkatkan kesempurnaan hidup dan martabat manusia; menempuh jalan musyawarah untuk mufakat dalam kekaryaan dan dalam memecahkan masalah, serta berusaha mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Tuntutan panggilan sejarah dan orientasi perjuangan SOKSI yang demikianlah yang menjadi ‘jati diri’ SOKSI dahulu, sekarang dan masa mendatang. Yaitu Pancasila, UUD 1945, dan doktrin karyawanisme sebagai landasan dan panduan orientasi pengabdian serta kejuangan SOKSI.

Asas, Tujuan dan Tugas SOKSI

Asas:
SOKSI berasaskan Pancasila

Tujuan:
SOKSI dalam melaksanakan perjuangan berorientasi pada karya dan kekaryaan, bertujuan: Mempertahankan, mengamankan serta mengamalkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945; Mewujudkan tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945; Mengembangkan sistem kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan yang demokratis, konstitusional dan berdasarkan huku; Meningkatkan kualitas manusia Indonesia sebagai manusia Pacasila; m Menegakkan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia; Meningkatkan pengabdian bagi masyarakat melalui karya dan kekaryaan untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan lahir dan batin.

Tugas SOKSI adalah:
* Meningkatkan penghayatan, pengamalan dan pembudayaan Pancasila sebagai ideologi nasional dan satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.*Mendorong dan meningkatkan peranserta anggota dan masyarakat pada umumnya dalam menyukseskan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila. *Meningkatkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagi anggota dan masyarakat pada umumnya. *Mendidik, melatih dan membimbing para anggota dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan integritas dan kualitas diri serta kualitas karya dan kekaryaan. *Meningkatkan pelaksanaan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. *Mendirikan dan membina wadah pengabdian masyarakat sebagai sarana bagi anggota atau masyarakat pada umumnya, menyalurkan karya serta dharma baktinya sesuai dengan dan kemampuan masing-masing.

Panca Dharma Karyawan

– Kami karyawan indonesia, adalah patriot yang bersemangat proklamasi 17 agustus 1945, berjiwa pancasila setia dan taat pada undang-undang dasar 1945.

– Kami karyawan indonesia, adalah pejuang pelaksana amanat penderitaan rakyat dalam membangun masyarakat karya yaitu masyarakat sejahtera sebagai pengamalan pancasila

– Kami karyawan indonesia, adalah pelopor pembangunan semesta yang mengutamakan kerja keras, tangkas, cakap, sederhana dan jujur.

– Kami karyawan indonesia, adalah kesatria yang berwatak setia kawan, mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.

– Kami karyawan indonesia, adalah kader bangsa yang menjunjung tinggi etika profesionalisme.

MARS KARYAWAN INDONESIA

Lagu : Kartono
Kata-Kata : Audaly & Suhardiman
Aransemen: Thomas Suyatno

Karyawan-karyawan indonesia
Potensi karya yang menentukan
Berhasilnya cita-cita
Proklamasi empat lima

Reff.
Sebagai pengabdi pada tuhan dan umatnya
Berdharma berbhakti beramal berkarya
Dengan jujur ikhlas tanpa pamrih
Marilah membangun mencipta yang baru
Mencapai Indonesia jaya
Berlandaskan azas pancasila
Undang-undang dasar empat lima
Berjuang serta berkorban
Untuk rakyat bangsa negara
Pengemban amanat penderitaan rakyat
Segera buktikan segera wujudkan
Masyarakat adil dan makmur
Pancangkan kibarkan sangsangka dwiwarna
Mencapai indonesia raya mti/tsl

***TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here