Data Singkat
dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS, Dokter Spesialis Kandungan / Anak Kolong Pakar Seksologi | 14 Des 1956 | Direktori | B | Laki-laki, Islam, Jawa Barat, dokter, spesialis, tabu, spesialis kandungan
Kursus dan Seminar tentang Sex and Reproductive Health, antara lain: Belanda (1988), Singapura (1989), Australia (1996), Hongkong (1999), Jepang (2000), Washington, AS (2001), Paris (2002), Spanyol (2003), Praha (2004), Korea (2005),Malaysia (2006)
Fakultas Pascasarjana UI (magister administrasi rumah sakit, 1996)
FK UI (dokter spesialis obs-gyn, 1990)
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (dokter umum, 1981)
SMA Negeri IV Jakarta
SMP Negeri I, Cikini, Jakarta
SD Priangan, Bandung
Karir:
Pengajar tamu, bioseksologi wanita pada Bagian Biologi, FK UI, Jakarta, 2000
Direktur Utama Klinik Pasutri Jakarta, 2000-sekarang
Kepala bidang diklat RS Kanker Dharmais Jakarta, 1999-sekarang
Kepala Seksi Diklat II, RS Kanker Dharmais Jakarta, 1996-1999
Kepala Humas RS Kanker Dharmais Jakarta, 1993-1995
Staf pengajar pendidikan bidan desa SPK Palopo, Sulsel, 1992-1993
Kepala UPF Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSU Masamba, Luwuk, Sulawesi Selatan, 1991-1993
Dokter pada RSU Abdoel Moeloek, Lampung,1982
Kepala Sekolah, guru kimia, bahasa Inggris di SMA Pancaputra, Palas, Lampung, 1982-1985
Dokter pada RSU Abdoel Moeloek, Lampung, 1982
Kepala Puskesmas Kecamatan Palas, Lampung Selatan, 1982-1985
Kegiatan Lain:
Pengisi acara seputar kesehatan kandungan dan seks di sejumlah televisi swasta
Pengasuh Rubrik Seks harian Jawa Pos dan The Jakarta Post
Pengasuh Rubrik Seks dan Kesehatan Reproduksi di Majalah Mahkota, Majalah Aneka Yess, dan Majalah Good Housekeeping
Pengasuh Acara Seks, Problema dan Solusinya, di Radio Trijaya FM
1886: Unjuk rasa besar buruh di Chicago, menuntut jam kerja 8 jam, jadi cikal bakal Hari Buruh Internasional.
1952: Jepang mendapatkan kembali kemerdekaannya setelah pendudukan AS.
1960: Uni Soviet menembak jatuh pesawat mata-mata AS U-2.
01 Mei
Tiga Anak Indonesia juara Kompetisi Seniman Internasional 2010. Lukisan ketiga anak tersebut masuk dalam 315 lukisan terbaik dari sekitar 10.000 lukisan yang disampaikan kepada panitia. Mereka adalah siswa Ananda Visual Art School Bandung, yakni Michelle Wijaya (6) dan Ellen Setiawan (8) untuk kelompok usia di bawah 10 tahun, serta Shubham Patni (13) untuk kelompok usia 11-15 tahun.