Lama Membaca: 2menitCh. Robin Simanullang | Tokoh.ID
Drs. Ch. Robin Simanullang, jurnalis yang ‘gemar’ dan bersahaja mengeksÂplorer dan menulis visi dan jejak para tokoh yang berpengÂaruh dan bermafaat untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, tokoh yang selalu berpikir untuk Indonesia (Tokoh Indonesia) di Website TokohIndonesia.com (Tokoh.id) yang didirikan dan dipimpinnya sejak 20 Mei 2002. Hal itu telah menjadi panggilan profesi keseÂhariannya bersama crew TokohIndonesia.com (Tokoh.id) yang sejatinya (semestiÂnya) selalu berupaya bekerja profesional dengan pola penulisan Jurnalisme Biografi (5W+1H+2A) bermotto Unpretentious Writing for the Excellent Biographies (Penulisan Bersahaja untuk Biografi yang Ekselen); baik atas sepengeÂtahuan dan/atau persetujuan tokoh yang bersangkutÂan, maupun tidak sepengetahuan atau persetujuan tokoh bersangkutan. Baca selengkapnya.
Nama:
Drs. Ch. Robin Simanullang
Lahir:
Doloksanggul, Sumut, 18 Desember 1952
Jabatan:
Pemred Tokoh Indonesia & Ketua Dewan Pembina DPP FPWI
Agama:
Kristen
Isteri:
Adur Nusinta Br. Purba (28 November 1955)
Anak:
Mangatur L Paniroy Simanullang, SE.Ak/Dr. Dian Br. Sitinjak
Christian Natamado Simanullang, SKom/Marlina Br. Simarmata, S.Kom
Doan Adikara Pudan Simanullang, SPs/Sarah Br. Purba
Cucu:
Asasira Yohana Simanullang
Ayunara Sofia Simanullang
Audora Amenaomi Simanullang
Aiden Natomando Simanullang
Ayah-Ibu:
St.Gr.THs. Simanullang-Br. Situmorang
Kakek-Nenek:
Raja Kores Simanullang-Br. Purba
Pendidikan:
Sekolah Dasar Negeri Hutagurgur, Doloksanggul (1966)
Sekolah Menengah Pertama Negeri Doloksanggul (1969)
Sekolah Menengah Atas Negeri Doloksanggul dan SMA Kristen 2, Medan (1973)
Sarjana Jurusan Civics-Hukum, FKIS-IKIP Negeri Medan-sekarang Universitas Negeri Medan (1979)
Guru SMA Negeri 3 P.Siantar vilial Serbelawan (1979-1981)
Wartawan di Harian Sinar Indonesia Baru, Medan, terakhir selain bertugas sebagai penulis tajuk juga menjabat Kepala Biro Redaksi di Jakarta (1981-1992).
Wartawan Majalah Berita Fokus terbitan Jakarta di Sumatera Utara (1983-1984)
Pemimpin Redaksi Majalah Horas Indonesia, Jakarta, (1992-1994)
1950: Pemerintah Indonesia menetapkan lambang negara Garuda Pancasila.
1981: Presiden AS Ronald Reagan ditembak dalam upaya pembunuhan di Washington D.C.
1856: Perang Krimea berakhir dengan penandatanganan Traktat Paris.
30 Maret
Orang pribumi yang pertama kali menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913, ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau. Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesier ("orang Indonesia").